Between Two Brothers

Between Two Brothers
Kacaunya Rumah Keluarga Park


__ADS_3

Pertandingan Golf antara Shinichi dan Alessandro


Fayza dan Sakura hanya bisa memegang pelipis masing-masing saat usai pertandingan, Shinichi kalah lima poin dari Alessandro, membuat pria imut itu mengomel panjang lebar sepanjang perjalanan menuju restauran untuk makan siang.


"Dasar Morotin! Handycap kamu tidak mungkin 15! Dan harusnya kamu tidak mendapatkan Eagle di hole tiga! Kamu dasar Morotin!" omel Shinichi.


Alessandro hanya tersenyum tipis mendengar Omelan Shinichi.


"Mas Shin! Sudah ah! Berisik dengarnya!" potong Sakura sebal. Kakaknya satu ini kalau sudah mengomel tidak akan berhenti sampai puas.


"Lagian masih ada dua game lagi, menembak dan Kendo. Sudahlah Shin, terima saja kekalahan kamu" goda Jin membuat Shinichi semakin manyun.


Hideo memperhatikan interaksi dua anaknya dan calon menantunya sambil bergandengan tangan dengan Fayza dan membisikkan sesuatu di telinga istrinya yang tertawa kecil.


"Kok pikiran aku dan kamu sama sih Hideo?" kekeh Fayza.


"Namanya jodoh, mau diapain?" senyum Hideo.


***


Keenam anggota keluarga itu lalu memesan makanan masing-masing di restauran yang terdapat di golf park itu sambil mengobrol banyak hal termasuk kabar keluarga Alessandro yang dibuang ke Fureai Sekibutsu no Sato.


"Bagaimana sekarang keadaan mereka Ale?" tanya Hideo.


"Well, sudah bisa betah tinggal disana karena saya juga membuang beberapa pegawai saya yang berkhianat disana hanya saja tempatnya lebih dekat ke tempat patung-patung itu berada" cengir Alessandro.


"Kamu kok hobi sih buang orang ke Jepang?" celetuk Shinichi.


"Kan katanya Jepang krisis penduduk dan banyak desa yang kosong jadi daripada horor, kenapa tidak diisi orang-orang yang bermasalah. Siapa tahu malah bisa merubah sikap dan perilaku mereka menjadi lebih baik."


"Kalau mereka malah tahu caranya ngepet, bubar deh..." gumam Shinichi.


"Hah? Ngepet? Apa itu Park?" tanya Alessandro.


"Ngepet itu adalah aktivitas pesugihan babi ngepet. Babi ngepet adalah hewan gaib yang memiliki kemampuan mengambil harta dan uang dari rumah di malam hari. Jadi lakinya itu bisa berubah jadi babi untuk mengambil uang di rumah-rumah tanpa ketahuan dan si perempuan harus menjaga lilin jangan sampai padam. Sebab kalau sampai padam, lakinya berubah jadi manusia lagi dan bisa ketahuan jadi maling."


Alessandro dan Jin melongo mendengar penjelasan Shinichi.


"Yang benar Shin? Memang bisa begitu?" tanya Jin. "Kepercayaan dari mana itu?"


"Bukan kepercayaan tapi kemusryikan orang yang ingin mendapatkan kekayaan tanpa mau bekerja keras! Benar atau tidaknya, mana aku tahu Oom Jin. Soalnya belum pernah lihat aslinya. Shin cuma tahu dari film horor Indonesia jadul..." jawab Shinichi cuek sambil menggigit pastanya.

__ADS_1


Hideo dan Fayza hanya bisa menatap sebal ke arah putranya yang makin kacau gara-gara hobinya menonton film klasik jadul. Bahkan baru-baru ini, Kedasih diajak main ke rumah keluarga Park dan disuguhi film horor klasik Indonesia. Kedua orang tua Shinichi itu sampai harus mengelus dada mereka mendengar jeritan Shinichi dan Kedasih saat menonton di ruang tengah.


Alessandro menoleh ke arah Sakura. "Kalau papan ouija atau pakai pendulum untuk memanggil setan aku tahu. Tapi soal ngepet, jujur aku baru tahu ini. Judul filmnya apa Park?"


Shinichi dan Sakura melongo.


"Yakin kamu mau nonton?" tanya Shinichi sambil menyipitkan matanya karena tahu bisa saja strategi Alessandro mencoba mengambil restunya.


"Well, kenapa tidak. Hanya film horor kan?"


Shinichi tersenyum smirk. "Hanya film horor ya. Okeeee. Besok datang ke rumah, dan aku tunjukkan bagaimana film horor yang baik dan benar versi Shinichi bukan Kudo!"


Alessandro mengangguk. "Bring it on!"


Jin hanya tertawa mendengar percakapan keduanya yang semakin Membagongkan.


***


Keesokan harinya Alessandro memenuhi janjinya untuk datang ke kediaman keluarga Park. Hari Senin ini Jepang sedang ada libur nasional membuat semua anggota keluarga Park berada di rumah.


Sakura menyambut kedatangan kekasihnya dengan pelukan hangat dan Alessandro mencium pelipis gadisnya lembut, tidak memperdulikan kehadiran Fayza dan Hideo disana.


"Kamu sudah makan, Ale?" tanya Fayza setelah Alessandro Salim ke kedua orang tua Sakura itu.


Tak lama suara bel rumah berbunyi dan kali ini Shinichi yang membuka pintu rumahnya. Tampak Kedasih disana sambil membawakan pizza.


"Hai Dash dash!" sapa Shinichi sambil menepuk kepala gadis itu pelan.


"Halo mas Shin. Ini Dasih bawakan pizza banyak sesuai dengan pesanan mas Shin." Kedasih menunjukkan tiga kotak pizza besar.


"Ayo masuk!" Shinichi merangkul gadis itu sembari masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum" sapa Kedasih. "Lho ada bang Ale? Apa kabar bang?"


"Wa'alaikum salam" balas keluarga Shinichi.


"Alhamdulillah baik, Kedasih" jawab Alessandro sambil bersalaman dengan gadis itu.


"Kedasih, bagaimana acara latihan menyetir kamu?" tanya Fayza yang mendengar saat acara di Garvita, semua orang jadi tahu kalau kekasih putranya itu tidak bisa menyetir mobil.


"Eeeerrrrr, kemarin saat latihan, Dasih nabrak bak sampah..." jawab Kedasih pelan sambil menunduk.

__ADS_1


"Mending nabrak bak sampah daripada orang" celetuk Shinichi yang membuat Kedasih menatap memelas.


"Jangan dong mas Shin... Dasih kan jadi takut nyetir..." rengek gadis itu seperti hendak menangis. "Dasih kan jadi malu, nggak bisa nyetir mobil sendiri di keluarganya mas Shin..."


"Nah lho! Mas Shin bikin Dasih nangis!" tegur Sakura judes.


"Lho Kedasih nggak bisa nyetir?" tanya Alessandro.


Kedasih menggelengkan kepalanya.


"Naik motor... bisa? Eh maksudku nyetir motor, bisa?" tanya Alessandro lagi.


Kedasih mengangguk.


"Lha mending lah daripada aku nggak bisa setir motor. Pertama dilarang appa, kedua aku tidak suka kena panas di jalanan jadi janganlah minder. Asal kamu tahu, di keluarga aku, tidak semua bisa nyetir motor lho..." ucap Sakura.


"Pelan-pelan saja Kedasih. Jangan terlalu merasa terbebani harus bisa setir mobil. Anggap saja, kamu harus bisa setir mobil untuk menambah skill kamu. Jadi bukan karena tekanan dari keluarga Ichi" senyum Fayza ke gadis manis itu.


"Iya Tante ..." jawab Kedasih.


"Ini pizza segini banyak buat apa?" tanya Hideo bingung.


"Buat nutupin mata kalau setannya nongol di layar" jawab Shinichi.


"Haaahhh?"


***


Ada tiga pasangan yang asyik menonton film horor Indonesia dan masing-masing tampak saling berpelukan dan berpegangan tangan. Tidak ketinggalan popcorn, pizza dan coke terdapat di meja kopi.


Film pertama yang diputar tentang babi ngepet dengan judul Ingin Cepat Kaya ( 1976 ) lalu yang kedua berjudul Musyrik membuat keluarga Park bersama dengan Alessandro dan Kedasih jadi paham soal perklenikan di Indonesia.


Meskipun keenam orang di sofa adalah orang yang taat beragama dan realistis, tapi melihat percayanya orang dengan klenik, mereka hanya bisa beristighfar. Dan endingnya Kedasih dan Shinichi adalah pasangan paling heboh menjeritnya saat adegan setan itu muncul membuat Alessandro hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tulip, itu kan cuma film tapi kakak mu dan..." Alessandro menengok gadisnya yang sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Ya ampun, kamu juga sama?"


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2