
RR's Meal West End London
Elane membuka kotak - kotak yang berisikan semua pastry hasil buatannya. Eagle yang termasuk jarang membuat pastry dari Korea pun tampak tertarik dengan sajian yang dihidangkan Elane.
"Apa saja itu Elane? Duh, kalau Tante disana sudah habis deh!" kekeh Aruna.
"Ini ada songpyeon yang terbuat dari tepung beras berisikan matcha, biji wijen dan kacang. Lalu ini ada bukkumi yang terbuat dari tepung beras manis yang diisikan kacang manis. Yang terakhir ada dasik yang cocok untuk dimakan saat minum teh, terbuat dari biji wijen, sirup beras, madu, tepung beras dan matcha bubuk" terang Elane.
Songpyeon
Bukkumi
Dasik
"Aduh E, mommy jadi pengen" rengek Aruna yang kagum dengan hasil karya Elane.
"Aku wakilkan saja mom" cengir Eagle. "Aku cicip ya Elane." Pria itu langsung mengambil tiga macam kue itu dan mulai memakannya satu persatu.
Elane menatap Eagle serius karena dirinya takut makanan yang disajikan tidak sesuai dengan lidah pria itu. Bukan apa-apa tapi bisa bekerjasama dengan RR's Meal sebagai bagian pastry adalah nilai prestis tersendiri. Selain nilai kontrak kerjasama nya yang aduhai bisa menambah modal usahanya, nama pastry Moon akan lebih naik lagi pamornya.
"Bagaimana Mr McCloud?" tanya Elane.
"Kamu tunggu sini, biar aku bawa semua ke bawah. Kamu tahu kan anak buahku semuanya kritikus makanan." Eagle menyusun kotak bento Elane dan membawanya ke bawah.
Gadis itu tampak celingukan karena tidak tahu harus berbuat apa.
"Elane" panggil Aruna.
"Eh iya Tante?" Elane menoleh ke tv layar lebar itu, lupa kalau kedua orangtuanya Eagle masih ada.
"Boleh Tante tanya soal kehidupan kamu sehari-hari?" tanya Aruna yang merasa gemas dengan gadis cantik yang lembut dan sopan itu. Kalau ada pintu kemana saja Doraemon, langsung aku lamarkan buat Eagle deh!
__ADS_1
"Boleh Tante. Mau tanya soal apa ya?" Elane melihat Rajendra menerima panggilan telepon jadi meninggalkan Aruna bersamanya.
"Sorry, Oom Jendra sedang ada urusan jadi kamu sama Tante ya sambil nunggu Eagle. Kamu lulusan mana?"
"Saya lulusan sekolah culinary di London sini saja Tante. Bukan sekolah yang prestis tapi banyak ilmu yang saya peroleh disana selain dari kedua orangtua saya" jawab Elane sambil tersenyum.
"Kenapa memilih pastry?"
"Saya... tidak suka goreng menggoreng..." ucap Elane pelan membuat Aruna tertawa.
"Kenapa? Takut minyak?"
"Sejujurnya saya tidak begitu suka berdiri di depan wajan dan kompor lama-lama meskipun saya bisa memasak. Saya lebih suka membuat kue karena rata-rata kan di oven, disteam dan bahkan tidak perlu dimasak pun ada. Jadi saya memilih dunia pastry."
"Pertanyaan pribadi. Apakah kamu sudah punya pacar?" tembak Aruna tanpa basa basi.
Elane menundukkan kepalanya dengan wajah memerah. "Belum, Tante."
"Bagaimana kalau kamu ta'aruf dengan Eagle?"
Elane mendongakkan wajahnya dan menatap wanita berhijab itu. "Maaf Tante, tapi saya baru dua kali ini bertemu dengan Mr McCloud dan saya... "
Elane tersenyum manis. "Alhamdulillah jika Oom dan Tante menilai saya baik. Tapi saya tidak ... maaf ... belum terburu-buru memikirkan rumah tangga dulu. Maaf, Tante jika saya agak terbuka tapi saya ingin membuat toko pastry saya lebih terkenal lagi."
"Kalau kamu dan Eagle bersama, bukankah menjadi simbiosis mutualisme?" tanya Aruna yang tidak mau menyerah untuk mendapatkan gadis cantik itu sebagai menantu.
"Tante, sekali lagi aku minta maaf. Saya ingin bekerja sama dengan RR's Meal berdasarkan dari hasil jerih payah saya sendiri. Jika insyaallah Mr McCloud setuju kerjasama dengan saya, masih ada pekerjaan rumah yang harus saya buat, yaitu mempertahankan bahkan meningkatkan kwalitas pastry saya agar tidak mempermalukan nama RR's Meal..." jawab Elane lugas.
"Masyaallah... " ucap Aruna yang merasa Elane adalah gadis yang cocok dengan Eagle. Gadis ini memiliki sifat keras kepala yang positif dan tipe pekerja keras yang mandiri serta profesional.
Elane merasa tidak enak melihat wajah Aruna tampak kecewa dengan penolakan halusnya tapi dia tidak mau dinilai hanya karena fisik tapi kemampuan tidak diakui. "Tante, maafkan saya jika belum bisa membuat Tante..."
"Elane, Tante paham. Tante yang terlalu semangat. Tapi Elane, jika memang anak Tante yang judesnya minta ampun itu jodoh kamu, jangan ditolak ya..." pinta Aruna.
"Insyaallah Tante, jika Mr McCloud memang jodoh yang diberikan Allah SWT untuk saya, berarti memang beliau yang terbaik bagi saya. Jika tidak, berarti hubungan kami sebatas rekan kerja saja" senyum Elane manis. Bagaimana pun aku harus realistis karena siapalah Eagle McCloud dibandingkan aku yang hanya seorang pembuat pastry.
Aruna mengangguk mendengar jawaban gadis itu yang memang realistis. Tapi jangan salah, doa seorang ibu yang menginginkan menantu terbaik untuk anaknya itu pasti akan dijabah. Dan aku berharap, kamulah jodoh Eagle.
__ADS_1
"Lho mom? Masih belum selesai ngobrolnya?" tanya Eagle yang melihat dua wanita itu masih mengobrol.
"Lha kamu main tinggal anak cantik satu ini! Kan kasihan cengok! Kamu tuh memang deh!" gerutu Aruna.
"Eh?" Eagle nyengir. "Elane, ludes!"
"Hah? Habis lagi?" Elane menatap Eagle tidak percaya.
"Iya. Habis dan semua bilang enak pas semuanya. Jom, kamu ikut Torang ke dapur untuk memasak" ucap Eagle dengan bahasa Melayu yang membuat Elane tertawa.
"Berapa bahasa yang anda bisa Mr McCloud?" tanya Elane.
"Banyak! Mom, kita ke dapur dulu ya. Mau lihat Elane membuat pastry" pamit Eagle ke Mommynya.
"Oke. Jangan lupa dipamerkan ke Daddymu dan mommy ya? Elane, Tante serius soal yang tadi." Aruna menatap lembut ke gadis cantik itu.
"Serius soal apa?" tanya Eagle bingung.
"Urusan wanita. Dah, selamat masak. Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam."
Eagle mematikan tv dan MacBook nya lalu menoleh ke arah gadis berhijab itu. "Memang tadi mommy ngomong apa?"
Wajah Elane memerah. "Pembicaraan wanita seperti yang dibilang."
Eagle memanyunkan bibirnya sebal. "Apaan sih mommy itu!"
Elane hanya melirik ke pria di sebelahnya.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️