
Morr House Milan Italia
Alessandro turun di rumah butik milik keluarganya bersama dengan Steven Hamilton dan tiga pengawalnya. Sesampainya di butiknya, asistennya langsung menyambutnya dengan hormat.
"Signor Moretti, semua sudah saya letakkan di meja anda" jawab asistennya.
"Grazie. Saya ada pertemuan bisnis dengan Signor Hamilton. Tahan semua telepon ataupun tamu. Kamu handle saja dulu" perintah Alessandro dengan wajah dinginnya.
"Baik Signor."
Alessandro menoleh ke arah Steven. "Mari Oom" ajak pria tinggi itu ke Steven Hamilton untuk masuk ke lift menuju ruangannya yang terletak di lantai tiga.
***
Ruang Kerja Alessandro Moretti
Steven Hamilton masuk ke dalam ruang kerja Alessandro yang didominasi warna biege dan broken white. Sangat artistik dan tidak menghilangkan maskulinitas pemilik ruangannya.
"Kopi, Oom?" tawar Alessandro sambil membuat minuman itu di mesin kopinya.
"Boleh Ale" jawab Steven sambil duduk di sofa. "Apa kamu tidak minum Ale?" Pengacara itu melihat koleksi minuman Alessandro yang masih banyak.
"Masih tapi sudah aku kurangi dan lebih banyak minum air putih daripada alkohol."
Steven menatap Alessandro tidak percaya. "Kamu? Mengurangi minum? Really? Dulu kamu berapa kali harus diurus di Jerman karena berbuat ulah akibat mabuk..."
"Hahahaha, itu masa lalu Oom." Alessandro menyerahkan cangkir kopi ke Steven. Semenjak dia bilang ke Steven, Alessandro mengganti panggilan ke pengacara nya yang semula Mr Hamilton menjadi Oom Steven seperti Sakura.
"Really?"
Alessandro duduk di kursi kebesarannya dan Steven melihat ada foto Sakura di meja kerja pria itu.
"Really Oom. Aku minum kalau ada acara saja, setelahnya aku lebih banyak minum air putih tapi kopi dan rokok masih wajib."
"Sakura?" goda Steven sambil mengedikkan dagunya ke foto keponakannya.
"Yup. Dia bilang pria tukang minum, bisa merusak hati dan wajah bakalan tua. Setidaknya aku bisa mengurangi kalau minum alkohol, tapi kopi dan rokok, belum."
Steven tertawa kecil. "Orang kalau sudah jatuh cinta, akan berubah demi orang yang dicintainya."
"Oom Steven tidak menikah lagi?" tanya Alessandro sambil menyesap kopinya.
"No... Tidak ada yang bisa menggantikan Stacy. Dia satu-satunya wanita yang Oom cintai dan she's the most perfect woman for me ( dia wanita paling sempurna untukku ). Pertanyaan kamu sama dengan anak Oom, Phoenix yang bertanya kenapa tidak menikah lagi. Oom bilang 'Boy, mommy mu adalah orang yang bersama Daddy dari jaman Daddy masih anak bawang di dunia hukum hingga Daddy sukses. Daddy tidak mau apa yang sudah Daddy dan mommy perjuangkan, ada orang lain yang menikmati.' Aku tidak bisa Ale... Bahkan penthouse ku tidak ada yang berubah sejak Stacy meninggal."
"Bagaimana Phoenix? Sudah kuliah?" tanya Alessandro.
"Sudah dan ikut jejak ku dan sepupunya, masuk Harvard Law School. Katanya melihat Nadya masuk Harvard jadi ingin ikutan..." kekeh Steven. "Kayaknya anak itu naksir Nadya."
"Nadya?"
__ADS_1
"Nadya Blair. Sepupunya Sakura juga, anaknya Travis Blair."
Alessandro mengetikkan sesuatu di iMac nya mencari susunan silsilah keluarga Sakura. "Cantik."
"Nadya memang cantik dan pintar tapi bar-bar..." gelak Steven. "Agen FBI saja diamuk olehnya."
"Oom, Sakura apa kabar? Raffa sudah habis dihajarnya waktu SMA, bahkan sebelum aku kemari, kakiku habis ditendang oleh anak itu" kekeh Alessandro.
"Tampaknya gen keluarga mereka memang dikenal Bar-bar... Bahkan Emi Takara Bianchi yang dulu aku bela juga sama... Ampun deh Luca punya istri anak Yakuza jadinya begitu deh!" Steven tersenyum mengingat bagaimana Emi melawan polisi yang mengira dirinya sengaja mengenakan Stiletto untuk bertarung.
"Bagaimana kans aku untuk tidak dipenjara, Oom?" tanya Alessandro kembali ke topik utama kasusnya.
"Oom yakin kamu bisa bebas. Apalagi semua bukti-bukti ada jadi Oom yakin kamu bisa pergi ke London menemui Sakura dua bulan mendatang."
***
RR's Meal West End London
Sakura benar-benar merasa gabut apalagi Garvita dan Gabriel sedang ke Manchester untuk menonton pertandingan bola. Dirinya tidak ada teman di rumah, malas hang out dengan teman-teman kuliahnya, akhirnya terdampar di restauran milik kakaknya sebagai penyanyi dadakan.
Eagle memang mengadakan acara live music pada malam Minggu dan melihat adiknya gabut, akhirnya dia meminta agar Sakura mengisi acara di RR's Meal.
Sakura pun menyanggupinya apalagi dia tahu ada piano merk Bösendorfer membuat gadis itu semakin bersemangat.
Piano Brand Bösendorfer
"Memang kenapa mas?" goda Sakura sebelum maju ke sudut restauran untuk bermain piano karena masih disetting semua audio dan mic nya.
"Kamu tahu, dua Minggu lalu, tema RR's Meal adalah masakan Indonesia. Dan ada orang asal Solo sepertinya, datang kemari karena mas memberikan akses bagi orang Indonesia yang mau makan disini hanya menunjukkan paspor dan bisa bayar..."
"Lalu?"
"Kamu tahu, dia nyanyi campursari Sewu Kuto!"
Sakura terbahak. "Bukannya yang waktu itu Mas Eagle adain karaoke kan?"
"Ho oh. Memang jadi ramai karena yang datang rata-rata orang Indonesia tapi ada campur sari disini kan aduhai..." jawab Eagle.
"Chef, sudah siap semuanya" lapor anak buah Eagle yang mengurus audio.
"Nah Sakura. Enjoy your moment." Eagle mencium pelipis adiknya.
***
"Selamat malam semuanya, perkenalkan saya Eagle McCloud dan ini adik saya Sakura. Acara music malam ini akan diisi oleh adik saya yang cantik ini dan... enjoy." Eagle pun turun dari panggung kecil itu.
"Selamat malam. Kita mulai dengan lagu klasik ya?" sapa Sakura yang membuat para pengunjung memandang gadis cantik itu. Lagu - lagu klasik yang sulit pun mengalun dari piano mahal itu.
"Miss Sakura. I'm from Tokyo. Can you sing a classic japanese song ( bisakah anda menyanyikan lagu Jepang klasik )?" seorang pria berkebangsaan Jepang mengacungkan tangan saat Sakura mempersilahkan pengunjung request lagu.
__ADS_1
"Lagu apa sir?" tanya Sakura. "Semoga aku bisa memainkan."
"Luna Sea... I For You. Lagu itu dulu saya persembahkan buat istri saya saat saya melamar nya dan sekarang kami sudah menikah selama dua puluh tahun..." ucap pria itu sambil menggenggam tangan istrinya.
Suara tepuk tangan terdengar di dalam restaurant membuat semua orang mengucapkan selamat kepada pasangan itu.
"Aku bisa menyanyikan dan memainkannya" senyum Sakura.
"Hontou ( sungguh )" seru pasangan suami istri itu.
"Hei, aku anak Tokyo, masa tidak tahu musik J-Rocks dan J-Pop" kerling sakura.
"Ah Domo Arigato ( terimakasih banyak )" ucap pasangan suami istri itu sambil membungkuk sopan yang dibalas Sakura.
Tak lama suara Sakura dengan permainan pianonya terdengar merdu di restauran Eagle yang membuat kakaknya pun ikut menyaksikan permainan adiknya.
kokoro kara kimi ni tsutaetai
kimi no egao itsumo mitsumerareta o
kokoro kara kimi wo aish-teru
kimi ni furu hikari wo atsumete agetai subete
i for you
( Dari lubuk hatiku aku ingin memberitahumu
Aku masih terlalu terluka seperti waktu itu
Dari lubuk hatiku aku mencintaimu
Aku ingin menghapus semua rasa sakit yang menimpamu
Aku untukmu )
***
Milan Italia, Apartemen Alessandro
Alessandro menatap layar MacBook nya dengan tatapan lembut. Salah seorang pegawai RR's Meal memang sengaja melakukan live streaming sesuai dengan permintaannya khusus untuk dirinya.
"Aku memang tidak tahu bahasa Jepang, tapi I for you, Sakura" senyum Alessandro.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️