
RR's Meal West End London
Raffa menunggu Sakura dan Eagle keluar dari ruang VIP dengan gelisah membuat Clarissa yang juga bersikap tenang, ikutan sepupunya.
"Kamu bisa diam nggak sih! Blingsatan macam monyet!" gerutu Clarissa yang sebenarnya juga gemas karena Eagle tidak keluar juga.
"Enak saja wajah tampan begini dibilang monyet!" protes Raffa kesal.
"Habis kakimu tidak bisa diam!" Clarissa mendelik ke Raffa judes.
Keduanya terdiam saat melihat Eagle dan Sakura keluar dari ruang VIP yang kemudian menghampiri meja dua sepupu Moretti itu.
"Halo. Ada apa kah?" sapa Eagle ramah tapi baik Raffa dan Clarissa tahu, mata biru pria itu tampak sedingin es.
"Hanya ingin menyapa kalian" jawab Raffa. "Suaramu indah, Sakura."
"Thanks" jawab Sakura pendek.
"So, apakah kalian menikmati makanannya?" tanya Eagle basa basi.
"It's so delicious seperti biasa, Eagle" jawab Clarissa. "Aku pernah makan disini dan pelayanan kalian sangat awesome apalagi tahu saat aku mengatakan alergi kacang pistachio dan almond, pelayan mu menunjukkan menu yang tidak ada dua unsur lethal di aku."
"Para pegawai kami memang sudah ditraining untuk profesional. Terima kasih atas pujiannya" jawab Eagle.
Clarissa tersenyum manis membuat Eagle merasa tidak nyaman melihat wajah cantik di hadapannya.
"Apakah kalian akan segera meluncurkan koleksi terbaru?" tanya Sakura mencari topik pembicaraan yang lebih umum.
"Yup. Koleksi Musim semi dan panas kami sudah siap dan menurut rencana akan segera diluncurkan secepatnya" jawab Raffa serius.
"Kabarnya desain Alessandro dijual?" Eagle menatap kedua Moretti bersaudara itu.
"Hampir dijual. Itu yang membuat Alessandro marah karena yang menjual sepupu kami sendiri!" sungut Raffa. "Yang konyol, b@jing@n itu malah menuntut Ale ke ranah hukum!"
"Alessandro menghadapi tuntutan dua sampai tiga tahun penjara akibat tuntutan si Tong sampah itu!" timpal Clarissa. "Padahal dia sendiri tidak ada kekurangan selama ini! Bahkan kami yang membantunya untuk bisa mendapatkan status sosial guna menutupi kecanduannya pada narkoba..."
"Salah!" celetuk Eagle.
"What?"
"Cara kalian salah! Benar dia sepupu kalian, tapi dengan begitu kalian memberikan permisif dia mendapatkan akses untuk memeroleh uang! Harusnya kalian cut it off, blokir semua dukungan finansial nya, masukkan ke rehab...Tapi percuma jika hanya kalian tapi kedua orangtuanya tetap mendukung..." gumam Eagle.
"Alessandro sudah membatasi keuangan nya tapi tidak berhasil..."
"Jika sudah adiktif, akan terasa sulit untuk berhenti, muka rata" timpal Sakura. "Di keluarga kami, tidak melarang minum dan merokok tapi big NO kalau sudah urusannya dengan narkoba!"
"Kami berteman dengan siapa saja saat sekolah tapi begitu tahu dia pecandu, kami mundur pelan-pelan karena pengaruh peer saat sekolah sangat kuat" senyum Eagle yang membuat jantung Clarissa berdebar.
__ADS_1
"You're right." Raffa menatap Sakura. "Besok Minggu ada konser grup band di Hyde Park. Nonton yuk!"
Sakura tahu itu adalah grup band favoritnya tapi dia kehabisan tiket gara-gara sibuk latihan resitalnya. "Memangnya kamu punya tiketnya?"
"Justru karena kami punya tiketnya, jadi kami ingin mengajak kalian berdua, sekalian refreshing" timpal Clarissa. "Bagaimana?"
Eagle menoleh ke Sakura karena dia tahu itu band favorit adiknya. "Tidak masalah. Kamu kan ada mas Eagle" ucap pria bermata biru itu seolah mengatakan 'ada aku kalau Alessandro ngamuk'.
"Kalau mas Eagle berangkat, aku berangkat lah!" jawab Sakura.
"Good! Kita bertemu di Hyde Park besok jam empat sore!" putus Raffa.
***
Kediaman Keluarga McCloud, kamar Sakura
Sakura membuka jendela kamarnya dan menatap langit kota London yang malam ini banyak bintang Diatas. Sesuatu yang berbeda, yang jarang terlihat jika musim seperti ini.
Gadis itu tampak menghela nafas panjang berulang kali dan merasa dirinya seperti menduakan Alessandro. Tapi cewek kan juga boleh memilih apalagi aku kan belum oke pacaran dengan manusia spidol itu!
Sakura mengacak rambutnya kesal. Haaaaahhh, kena panah cupid itu menyebabkan kram otak, kram jantung dan perut pusing!
"Appa, mommy, apa Sakura kena kutukan kembang kantil ya? Jadi galau begini?" gumam gadis itu sambil manyun. "Semua salah mas Shin pokoknya! Gara-gara manggil aku seenaknya jadinya begini deh!"
Sakura lalu menuju meja kopi kecil yang memang tersedia di kamarnya kalau ingin membuat kopi atau teh. Eagle memang menyediakan untuk kedua adiknya dan Sakura bersyukur memiliki kakak seperti Eagle yang sangat perhatian.
Suara ponsel Sakura berbunyi membuat gadis itu mengambil nya sambil menunggu kopinya siap. Wajahnya tampak tersenyum melihat siapa yang menelpon tapi dia berusaha tetap tenang.
"Apa manusia spidol?" sapanya.
"Oh my Tulip, bisakah mesra sedikit?" kekeh Alessandro.
"Itu sudah paling mesra" balas Sakura jutek berusaha menetralisir debaran jantungnya.
"Kamu membuatku ingin segera kembali ke London."
"Bertanggungjawab lah! Aku yakin kamu bisa melewatinya."
"Tulip, kamu tahu kan aku akan bertanggungjawab..."
"Not! Kamu kabur saat menabrak mobil punya bang Dante!" ejek Sakura.
"Itu kan karena aku terburu-buru, Tulip dan aku sudah membereskan dengan Dante."
"Lalu? Yang ini?"
__ADS_1
"Yang ini kata Oom Steven, aku bisa melewatinya tanpa harus dipenjara dan dalam waktu dua bulan aku bisa kembali ke London. Kamu tahu, Sakura, paspor aku ditahan Oom Steven" kekeh Alessandro.
"Bagus lah!"
"Oh come on Tulip. Tidak kah kamu merindukan aku?" Suara Alessandro terdengar dalam yang membuat tengkuk Sakura meremang.
"Aku rindu menendang kaki mu..."
Alessandro terbahak. "Aku rindu ciuman kita..." ucapnya mesra.
"Moretti Uno...."
"Kamu diajak Raffa dan Rissa menonton konser band favorit kamu di Hyde Park bukan?" tebak Alessandro yang mendengar nada ragu-ragu dari gadisnya itu.
"Kamu tahu itu band favorit aku?" tanya Sakura tidak percaya sambil menuangkan espresso Diatas mug.
"Apa sih yang tidak aku cari tahu tentang kamu, Tulip. Bahkan ukuran pakaian dal@m kamu pun aku tahu ukurannya..." goda Alessandro yang membuat Sakura memerah wajahnya.
"Dasar pria meshum!" bentak Sakura kesal.
"Hei, aku sudah lama berkecimpung di dunia fashion dari kecil meskipun kedua orang tuaku memilih di dunia kuliner. My Nana lah yang mengajari tentang pakaian, jadi kalau aku bisa menebak ukuran kamu, itu sudah keahlian aku."
"Apa kamu keberatan aku pergi dengan muka rata?" tanya Sakura yang entah kenapa merasa harus meminta ijin pada Alessandro.
"Kamu pergi bersama dengan Eagle kan? Jadi bukan hal yang harus membuat aku menyeret Raffa kembali ke Milan! Lagipula, jika aku yang berada di London, akulah yang pergi bersamamu kan?"
Sakura tersenyum. "Thanks Ale."
Alessandro tampak tertegun mendengar Sakura akhirnya menyebutkan nama depannya.
"Halo? Manusia spidol?" panggil Sakura yang bingung kenapa tiba-tiba suara pria itu tidak terdengar.
"Sakura..."
"Apa?"
"Aku suka cara kamu memanggil nama depanku..." ucap Alessandro mesra membuat Sakura melongo.
Lha aku keceplosan! Sakura menepuk jidatnya.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️