
Kebun Binatang Tokyo Jepang
Shinichi tampak sumringah setelah mendapatkan foto yang diinginkan dan meminta agar Alessandro keluar dari kandang Kungkang. Pria Italia bertubuh tinggi besar itu pun bergegas keluar dan menuju ke tempat Sakura berdiri disana bersama dengan keluarganya.
"Seriously! Kamu itu memang deh!" umpat Alessandro ke Shinichi.
"Sudah aku kirim ke WhatsApp kamu. Ayo di-posting ke akun Instagram kamu!" perintah Shinichi usil.
Alessandro memicingkan matanya lalu membuka ponselnya dan melihat foto - foto dirinya bersama Kungkang. Terlepas dirinya merasa kesal harus foto bersama dengan hewan super slow motion itu, tapi cara Shinichi mengambil angle wajahnya bagus.
"Nih ! Sudah aku pasang di akun Instagram aku! Puas Park?" balas Alessandro sambil menunjukkan ponselnya ke Shinichi.
Kakak Sakura itu pun mengangguk senang.
***
Restauran Italia Moretti Ginza Tokyo Tiga Hari Kemudian
Sakura sedang menikmati acara makan siang bersama dengan Alessandro di restauran milik kedua orangtua pria Italia itu. Alessandro memasakkan chicken fettuccine Alfredo untuk Sakura memenuhi persyaratan pelangkah dari Shinichi.
"Enak!" seru Sakura yang memang penggemar masakan Italia.
"Beneran Tulip?" tanya Alessandro sambil memakan fettuccine nya.
"Serius enak ini, sayang" senyum Sakura. "Oh, keluarga aku bilang kamu dan Kungkang harafiah mirip..."
Alessandro menatap gemas ke tunangannya yang tampak cuek makan sembari menistakan. "Kalau aku nggak ingat aku ada dimana, sudah habis itu bibir penuh dengan krim aku lu*mat!"
"Hmmm? Nih cium" balas Sakura sambil memajukan wajahnya. Tanpa diduga Alessandro menarik kepala Sakura mendekati nya lalu menciumnya panas. Beruntung keduanya berada di ruang private jadi tidak ada orang lain yang melihat.
Setelah beberapa saat, kedua bibir itu pun terlepas. "Untung terhalang meja, kalau tidak bisa bahaya... Appa mu langsung hajar aku dulu baru panggil penghulu..." ucap Alessandro dengan suara parau.
Sakura membenarkan posisi duduknya dengan sedikit gemetar. Ya ampun, apa jadinya besok kalau sudah menikah? Apa kabar? Alamat kami tidak akan keluar kamar ini.
"Ehem, berapa yang kamu sumbang untuk beasiswa kampusnya mas Shin?" tanya Sakura untuk mengalihkan degup jantung nya yang berdebar kencang.
"Tidak banyak, hanya $2 juta."
Sakura melongo. "Segitu tidak banyak?"
"Dibandingkan total kekayaan aku, nilai segitu hanya uang receh" jawab Alessandro kalem.
Iya sih! Sakura tahu bagaimana larisnya brand Morr, belum perusahaan granit dan tile, ditambah dengan bisnis hotel butik di beberapa kota Italia.
__ADS_1
"Iyain aja deh..."
Alessandro tertawa. "Tulip, kita menikah di Milan yuk" ajak Alessandro.
"Hah? Kok di Milan? Kenapa tidak di Tokyo?" tanya Sakura. "Di Milan terlalu banyak paparazi. Tokyo lebih aman."
Alessandro tampak termenung. "Iya juga sih..."
"Lagian ya, kedua orang tua mu disini. Ngapain harus ke Milan? Kalau kita sudah menikah, baru aku ikut pindah ke Milan. Setidaknya aku satu negara dengan mbak Leia, Deya, Mbak Gemini dan Raveena."
"Kamu ingin anak berapa?" tanya Alessandro.
"Dua!" jawab Sakura tegas. "Kalau tunggal, kasihan nggak ada temannya. Jadi dua, macam aku dan kamu."
"Nggak ingin punya anak banyak?"
"Seriously, manusia spidol!! Kamu kira hamil itu nggak capek apa?" hardik Sakura sebal. "Mbak Bee tuh, hamilnya jarak dekat saja sambat! Padahal fisik mbak Bee termasuk kuat lho!"
Alessandro tertawa. "Prosesnya menyenangkan Tulip."
"Iya, proses nya menyenangkan! Kalau kamu bisa berbagi bawa bayi dalam perut six pack kamu, Monggo punya anak banyak!" sahut Sakura sambil cemberut.
Tunangan nya hanya tertawa melihat wajah manyun Sakura. "Tulip, apakah kita akan selalu ramai seperti ini?"
"Menurutmu?"
"Vulgar! Meshum!" hardik gadis itu sebal.
Alessandro makin terbahak. "Tidak sabar untuk menghalalkan dirimu."
Bontotnya pak Hideo n Bu Fayza
Yang ngajak gelut
***
Kediaman Keluarga Park Tokyo Jepang Seminggu Kemudian...
Sakura dan Shinichi bersama dengan kedua orangtuanya membahas tentang acara pernikahan si bontot dengan Moretti Uno.
"Yakin kalian mau di mesjid saja?" tanya Fayza.
__ADS_1
"Iya, di mesjid saja terus kita resepsi di restauran milik Oom Benigno dan Tante Marjorie. Biar adil mom."
"Benar-benar khas keluarga ya Fay" senyum Hideo. "Bukan soal ngirit tapi soal praktis kan?"
"Kan yang penting itu adalah ijab qobul dan semua prosedur yang membuat pernikahan kami sah di mata agama dan hukum" jawab Sakura tenang.
"Terus kembang sepatu bakalan pindah ke Milan?" tanya Shinichi. "Yes! Aku jadi anak tunggal!"
Hideo dan Fayza menatap Shinichi. "Asal nggak bikin perkara lagi Ichi" ucap Fayza gemas.
"Oh mommy, memangnya anak mommy yang imut ini kenapa? Anak mommy ini paling bisa dibanggakan, tidak pernah nakal, selalu patuh pada orang tua bahkan satu-satunya generasi keenam yang mendapatkan gelar ilmuwan termuda lhooo. Mas Bayu saja kalah sama aku..." jawab Shinichi dengan wajah polos.
"Really?! Ledakan lift kampus, bohong sama dekan, bohong sama dosen, kena blacklist masuk Belgia, kabur ke New York dengan alasan absurd, kabur ke Massachusetts..." pendelik Fayza ke putranya.
"Lho kalau ke Massachusetts kan bantu Shane" potong Shinichi.
"Bukan yang Shane. Yang kedua. Memalsukan surat kepolisian, surat dokter palsu..." timpal Hideo.
"Appa, kalau yang ke Massachusetts itu kan demi calon anak mantu" jawab Shinichi kalem.
"Tapi appa dan mommymu tidak pernah mengajari kamu jadi kriminal akademik, Ichiii!" Rasanya Fayza ingin membejek-bejek putra sulungnya yang sok imut tapi selalu tidak merasa bersalah sudah melakukan kenakalan yang unfaedah.
"Memang appa dan mommy tidak mengajarkan hal yang jelek apalagi kriminal, tapi otak Shin lah yang memiliki pola pikir berbeda, membuat Shin menjadi cerdas dan kreatif. Kalau nggak begini, Shin tidak mungkin cumlaude dong!" jawab Shinichi jumawa membuat kedua orang tua dan adiknya melengos sebal.
"Heran, nurun siapa sih ini kelakuannya..." gumam Sakura sebal.
***
Pagi ini Sakura membantu ayahnya di toko emas keluarga di Ginza dan dengan wajahnya yang tampak blaster, membuat para klien yang datang senang mengobrol apalagi mengetahui sebagai putri bungsu pemilik toko.
Sakura melayani para klien dengan ramah dan dirinya membuat rekor bisa menjual perhiasan termasuk yang paling sulit terjual, bisa sold hari ini.
Hideo hanya bisa tersenyum bangga saat mendengar laporan Jin kalau putrinya bisa menjual perhiasan mahalnya.
"Sakura punya kemampuan persuasif yang bisa membuat klien tidak bisa menolak, boss" lapor Jin. "Dan aku tidak akan heran jika nanti dia menikah dengan Ale, pasti akan ditarik oleh suaminya menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk membuat brand Morr semakin naik pamor menjadi luxury brand ekslusif..."
Hideo mengangguk. Aku setuju dengan mu Jin.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️