Between Two Brothers

Between Two Brothers
Ke New York


__ADS_3

Toko Pastry Moon Daerah Sutton London Inggris


Elane melongo mendengar ucapan Sakura yang frontal tanpa basa basi. Jika tidak mengenal Sakura, pasti orang beranggapan gadis itu tidak sopan karena langsung asal njeplak. Tapi Sakura adalah adik Eagle yang dikenal tidak suka basa basi.


"Apa?" bisik Elane. "Ke New York?" Gadis berhijab itu menatap sang nenek Hasanah seolah meminta pendapatnya.


"Eonni, pasport masih berlaku kan?" tanya Sakura.


"Masih sih..."


"Berangkat saja Elane. Lagipula Eagle kan sudah mengajak kamu, begitu juga kedua orangtuanya. Tidak sopan jika kamu menolak undangan Rajendra dan Aruna" jawab Hasanah lembut.


"Nah! Benar tuh Nek, Elane Eonni ikut saja ke New York" timpal Sakura.


"Tapi Sakura, aku kan bukan siapa-siapa..."


"Yang bilang siapa? Kamu itu siapa-siapanya mas Eagle ! Percaya sama aku, Eonni bakalan senang disana... tapi aku minta sepulang dari New York, jangan sampai terkontaminasi dengan bar-barnya kami ya" seringai Sakura.


"Hah? Bar-bar?" Elane menatap Sakura panik. "Bar-bar gimana?"


"Makanya, ikutlah ke New York! Nggak usah mikir akomodasi dan te*Tek embrek lainnya! Asalkan pasport Eonni masih berlaku, tinggal pak baju di koper di baju saja!"


Elane menatap sang nenek. "Nenek, bagaimana? Aku tidak mau meninggalkan nenek sendirian..."


"Berangkat saja Elane. Nenek kan ada bodyguardnya" senyum Hasanah.


"Hah? Siapa nek?" tanya Sakura kepo.


"Tetangga sebelah kiri kami adalah mantan polisi dan naksir nenek. Hanya saja nenek menganggap sebagai teman tidak lebih..." senyum Elane. "Nanti biar Paman Harry mengawasi nenek selama aku ke New York."


"Kesenangan dia!" cebik Hasanah membuat Sakura tertawa.


"Nek, namanya orang senang itu tidak lihat umur..." kekeh Sakura.


"Iya sih..."


"Oke Eonni. Fix ya berangkat!" Sakura menatap Elane serius.


"Iya Sakura. Lagipula mbak Dira dan Garvita sudah meminta aku ikut kalian."


"Nah kaaaannnn! Wis, cuma bawa koper dan paspor saja, tahu beres!"


Elane tersenyum ke gadis yang berpipi chubby itu. Keluarga Sultan itu memang berbeda.


***


Kediaman Keluarga McCloud Malam Harinya

__ADS_1


"Jadi? Elane mau berangkat?" tanya Eagle.


"Iya mas. Jebule sudah dibujuk sama mbak Dira dan Garvita" jawab Sakura saat mereka menikmati acara makan malam. Eagle tidak ke RR's Meal malam ini karena tubuhnya terasa lelah usai mengurus McC Custom yang kebanjiran orderan.


"Hah? Mbak Dira dan Garvita ikutan membujuk Elane?"


"Aku tahu mas kenapa Elane maju mundur mau ikut ke New York. Soalnya dia agak takut ketemu dengan sepupu kita yang kacaunya nauzubillah..." gelak Sakura.


"Sakura, kalau Elane ikut dan kumpul dengan kalian, tolong jaga dia yaaaa..."


Sakura menatap kakaknya bingung. "Jaga dia dari apa mas?"


"Kontaminasi bar-bar kalian! Aku tidak mau sepulang dari New York, Elane ku berubah jadi brutal!"


Sakura terbahak. "Kalau itu aku nggak janji mas..."


***


Perjalanan ke New York


Eagle, Sakura, Dewa dan Elane akhirnya berangkat ke New York sedangkan Arjuna membatalkan untuk ikut berangkat karena dirinya tidak mau kelelahan disana dan memilih untuk tinggal di kastil.


Dewa yang melihat bagaimana Eagle memperlakukan Elane dengan santun, membuat playboy macam ayahnya itu kepo ke Sakura.


"Itu calonnya mas Eagle?" tanya Dewa yang duduk bersama Sakura yang sedang melakukan panggilan video dengan Alessandro melalui MacBook nya. "Hai Ale."


"Halo Dewa, kapan wisuda?" goda Alessandro yang tahu soal sepupu Sakura yang paling kacau hidupnya.


"Agustus aku wisuda! Terpaksa ngebut bikin skripsinya daripada aku dilempar ke pesantren" jawab Dewa sambil manyun. Keempatnya kini berada di dalam pesawat pribadi milik keluarga McCloud.


"Kalau Oom Bagas nggak ancam tarik semua fasilitas sama dilempar ke pesantren, gak bakalan selesai nih bocah kuliajnya, malah bisa jadi mahasiswa abadi" gelak Sakura membuat Alessandro ikut tersenyum.


"Reseh lu!" omel Dewa sambil merangkul Sakura dan mengacak-acak rambutnya.


"Hei Dewa! Jangan acak-acak rambut Tulip aku!" protes Alessandro tidak suka melihat gadisnya dipeluk pria lain meskipun itu sepupunya sendiri.


"Sorry Ale, kamu harus menahan diri karena masih dihukum Oom Hideo" cengir Dewa usil.


"Awas kamu Dewa!" sungut Alessandro sebal.


***


"Kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Eagle sambil membawakan dua gelas juice jeruk.


"No Eagle. Terimakasih" jawab Elane sambil tersenyum. "Kamu tahu, saat Sakura bilang aku hanya membawa pasport dan koper berisikan baju, ternyata memang cukup itu ya?"


Eagle tertawa. "Iya, Elane. Kamu tidak usah memikirkan tiket atau apapun."

__ADS_1


Elane menatap sekeliling interior pesawat pribadi mewah itu yang tidak sebesar milik keluarga Dubai ataupun Blair. "Baru kali ini aku naik pesawat pribadi..."


"Nanti kamu akan terbiasa" jawab Eagle kalem yang membuat Elane mendelik.


"Eagle!"


"Apa Chagiya?" balas Eagle kalem membuat wajah Elane memerah.


"Jangan panggil begitu ah..." ucap Elane tersipu karena Chagiya berarti sayang dalam bahasa Korea.


"Memang kenapa?"


Elane hanya menatap luar jendela pesawat karena tidak berani menjawab. Bisa panjang urusannya. Eagle tertawa kecil merasa gemas dengan sikap Elane yang malu-malu tapi dirinya harus menahan diri karena dia sangat menghormati gadis itu.


***


Intercontinental Barclays Hotel Manhattan New York


Kini Elane sudah ikut masuk ke sebuah kamar Penthouse suite di hotel tempat Savrinadeya dan Raveena hendak melangsungkan double wedding bersama dengan Sakura.


Elane melihat banyaknya wanita cantik-cantik disana dan dirinya merasa pusing dengan keriuhan yang ditimbulkan mereka termasuk berteriak heboh ke para balita yang ternyata sudah menunjukkan gen bar-bar dari bayi.


"Welcome to ke kerusuhan haqiqi" cengir Sakura yang kemudian melakukan siul kencang dengan jari membuat semua orang menoleh.


"Ya ampun Sakura! Memangnya kamu panggil taksi di New York?" omel Blaze mendengar siulan melengking itu.


"Habis kalian reseh! Ramai nggak karuan! Ladies, perkenalkan ini Elane Moon, calonnya mas Eagle" senyum Sakura. Nadira tersenyum lebar ke arah calon adik iparnya.


"Akhirnya datang juga." Nadira langsung memeluk Elane dan segera memperkenalkan ke semua sepupunya yang sudah datang satu persatu. "Kalau belum hapal, wajar lah karena kami banyak banget."


Elane mengangguk dan tersenyum lembut ke semua orang disana yang tampak welcome ke dirinya. Gadis itu semakin senang melihat Garvita disana bersama dengan dua gadis cantik lainnya.


"Mbak Elane, ayo aku kenalkan ke dua anak Dubai lainnya. Ini yang rambutnya hitam mata hijau, namanya Kalila dan yang matanya Hazel namanya Raine. Saudara kembar Raine adalah Radhi Blair." Garvita memperkenalkan dua sepupu Dubai nya.


"Radhi Blair? Pembalap F1 itu?" seru Elane terkejut.


"Iya, dia kembaran aku" jawab Raine sambil tersenyum.


Elane menoleh ke arah Sakura. Keluarga kalian itu ... Ya ampun!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2