
Mesjid Tokyo Jepang
"Seriously Freya! Aku tidak mau kejadian di hutan Sandy terulang lagi! Mana si muka cewek tidak punya akhlak memasang CCTV banyak dan bikin live ke semua keluarga? Screw him!" Bima menatap Hoshi tajam.
"Tapi itu sangat hilarious" kekeh Luca.
"Not funny!" bentak Bima kesal.
"Dan sekarang aku mau bawa Alessandro..." Luke celingukan. "Lha dimana Alessandro dan Sakura?"
Semua orang yang di mesjid kebingungan mencari sepasang pengantin baru itu.
"Mereka kabur?" Shinichi menatap semua anggota keluarganya.
***
Kereta Shinkansen Jurusan Tokyo - Osaka
Alessandro dan Sakura duduk bersebelahan setelah tadi mereka kabur dengan dibantu Jin. Sebelumnya Alessandro meminta bantuan asisten Hideo itu untuk membelikan tiket kereta Shinkansen ke Osaka.
"Akhirnya bisa kabur juga mengingat keluarga kamu hobinya mengacaukan acara suami istri!" gumam Alessandro sambil memeluk Sakura.
"Memangnya kita mau honeymoon dimana?" tanya Sakura sambil memeluk suaminya.
"Yang jelas kita akan menginap di Ritz Carlton Hotel Honeymoon Suite."
"Kamu sudah merencanakan semuanya ya?"
"Yup. Dan tidak memakai namaku jadi tidak terlacak dan ponsel mu aku tinggal di mesjid."
Sakura mendelik. "WHAAATTT?"
"Hei. Ponselku sudah aku offline kan tapi kamu, kamu tidak bisa lepas dari ponsel, sayang." Alessandro mencium kening Sakura.
"Dasar mafia! Sudah memperhitungkan detail."
"Selalu Tulip, selalu."
***
Hotel Ritz-Carlton Osaka Honeymoon Suite
Sakura menatap pemandangan kota Osaka dari kamarnya yang berdesain klasik.
Keduanya sudah tiba di kamar hotelnya dan Sakura baru tahu kalau Alessandro memakai nama Jin untuk memesan kamar mereka. Benar-benar kerja sama yang bagus sekali.
Sakura sudah mandi tadi begitu datang karena merasa lengket akibat memakai baju pengantin dan jaket berlapis - lapis. Dan sekarang Alessandro yang berada di kamar mandi. Tak lama suara pintu kamar mandi terbuka dan tampak suaminya keluar hanya mengenakan handuk di bawah pinggangnya.
Alessandro menatap tidak percaya melihat istrinya sudah menyiapkan baju ganti untuknya di atas tempat tidur.
"Tulip, buat apa siapin baju? Kan kita nggak butuh!" kekeh Alessandro sambil menghampiri istrinya yang sedang asyik menikmati pemandangan.
__ADS_1
"Lho kan harusnya pakai baju..." Sakura sedikit terkejut ketika suaminya memeluk dirinya dari belakang. Gadis itu memakai gaun putih yang hendak dipakai tidur.
"Yang namanya unboxing, mana pakai baju..." kekeh Alessandro sambil mencium pipi Sakura. Istrinya tampak mungil dibandingkan dengan tubuhnya yang tinggi besar.
Sakura mencium harum tubuh suaminya antara sabun, shampoo dan after shave yang begitu memabukkan. Ini pertama kalinya Sakura berdekatan dengan seorang pria tanpa busana mungkin termasuk yang di balik handuk.
Sakura membalikkan tubuhnya dan menatap wajah suaminya. "So... " Mata hijau kecoklatan Sakura terbelalak saat tubuhnya merasakan sesuatu yang berdiri tanpa malu di balik handuk itu. "Already?"
"Well, aku merasa punya istri yang aku cintai, jadi otomatis lah?" senyum Alessandro.
Sakura memekik ketika Alessandro menggendong dirinya ke atas tempat tidur dan menyingkirkan pakaian yang disiapkan Sakura sebelumnya.
"Sakura Park, may I?" pinta Alessandro.
"Yes... you may" jawab Sakura sambil mengalungkan tangannya ke leher kokoh suaminya.
Alessandro mencium bibir Sakura yang semula lembut tapi semakin menuntut dan panas. Keduanya saling membalas dan Alessandro melepaskan gaun tidur Sakura lalu menciumi tubuh istrinya tanpa terlewatkan sedikit pun membuat Sakura merasa berantakan karena ini adalah pengalaman pertamanya.
Suaminya tahu jika istrinya masih pure dan tidak berpengalaman, membuatnya lebih lembut apalagi ini pertama kalinya Sakura berhubungan dengan seorang pria yang suaminya sendiri. Suara Leng*uhan lolos dari bibir istrinya saat dirinya menciumi bagian dalam pahanya.
"Ya ampun..." gumam Sakura sambil mere*mas seprai.
"Kenapa Tulip..." tanya Alessandro lembut.
"Rasanya aku bisa kena serangan jantung... Detaknya makin cepat..."
Alessandro menciumi ceruk leher Sakura. "Jangan sayang, kita belum ke menu utamanya ..."
"Hah..." Mata Sakura tampak sayu menatap mata coklat Alessandro yang semakin menggelap dan Sakura terkesiap ketika milik Alessandro berusaha memasuki miliknya.
"I'm sorry Tulip tapi ini memang..."
"Shut it Ale... Biarkan aku menarik nafas dulu..." hardik Sakura.
Alessandro tersenyum lalu mencium Sakura lagi dan keduanya pun menikmati acara hubungan antara suami istri tanpa ada gangguan dan penggagalan dari para durjana.
Selama semalaman Alessandro dan Sakura merasakan bahwa hubungan mereka semakin dekat secara emosional apalagi sudah menjadi satu.
***
"Capeeekkk..." rengek Sakura setelah mereka mengulangi nya untuk ketiga kalinya pagi ini.
"Nanti aku pijat" senyum Alessandro sambil menatap Sakura yang tidur tengkurap sambil memandang suaminya. Pria itu tertawa melihat wajah lelah tapi berbinar istrinya. "Enak kah?"
"Well, aku baru tahu kalau menikah itu seperti ini. Pantas Appa seperti tidak mau lepas kalau sama mommy, ternyata seperti ini rasanya kalau dicintai orang yang sangat mencintaimu..." senyum Sakura.
"Sayang, aku berharap anak kita laki-laki nanti yang pertama."
"Kenapa?"
"Karena aku ingin dia menjadi pelindung adiknya nanti... Addduuuhhh!" Alessandro memegang bahunya yang dikeplak Sakura.
"Ini saja baru opening, sudah mikir punya anak banyak!" omel Sakura sebal.
__ADS_1
"Lho kan kita ingin punya dua anak jadi wajar dong kalau aku mikir begitu, sayang..."
Sakura cemberut. "Ale, menurut mu apa aku bisa menyesuaikan kehidupan kamu di Milan?"
"Aku selalu percaya padamu Tulip. Kamu memiliki kemampuan yang terkadang kamu tidak sadari. Kamu punya karakter kuat tapi juga lembut, punya daya tarik yang membuat orang tidak bisa berpaling... " Alessandro mencium ujung hidung Sakura. "Itulah yang membuat aku jatuh cinta padamu."
"Terima kasih Ale. Kamu tahu kenapa aku lebih memilih kamu daripada si muka rata?"
"Kenapa?"
Sakura beringsut mendekati suaminya yang langsung otomatis memeluk tubuh polosnya. "Karena kamu punya cara mendapatkan perhatian aku yang lebih gentleman dari muka rata."
Alessandro menatap wajah istrinya. "Karena kamu adalah wanita yang spesial dan harus memperlakukan kamu dengan spesial."
Sakura mencium bibir Alessandro. "Thank you."
"Je t'aime, Sakura."
"Aishiteru Alessandro" balas Sakura.
***
EPILOG, MILAN delapan bulan kemudian
"Aleeee!" panggil Sakura ke suaminya yang sedang berada di ruang kerjanya.
"Apa sayang?"
"Kemari sebentar!"
Alessandro keluar dari ruang kerjanya di penthouse mereka di kota Milan. "Apa Tulip?"
Sakura menunjukkan benda pipih ke Alessandro dan pria itu menatap tidak percaya. "Ha...mil?"
Sakura mengangguk.
"For real?" tanya Alessandro.
Sakura mengangguk lagi.
"Alhamdulillah..." Alessandro memeluk Sakura erat. Keduanya memang sudah menunggu lama kabar ini.
"Kalau laki-laki, bolehkah aku memberikan nama Ashley? Buat hormati Opa?" tanya Sakura.
"Of course!" Alessandro mencium bibir istrinya lembut.
*** END ***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Sakura n Alessandro end today.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️