
Eagle menatap Abdullah tajam seolah mengatakan just shut up bro! Eagle tidak mau siapapun menjelekkan orang lain meskipun dia sendiri tidak terlalu menyukai Clarissa yang agresif tapi baginya tidak lah pantas. Eagle adalah orang yang sangat menghormati wanita, pantang baginya menghina kaum ibunya.
"Maaf E..." ucap Maryam. "Maaf Elane, aku tidak bermaksud..."
"Jangan diteruskan. Clarissa tidak salah. Dia hanya mengikuti kata hatinya, perasaannya. Jangan kalian ghibah lagi" ucap Eagle dingin.
"Apa kamu ada perasaan pada Clarissa?" tanya Abdullah.
"No, Abdullah. Aku hanya tidak suka seseorang menghina kaum wanita. Beda konteks ya. Aku memang tidak bisa membalas perasaan Cla, tapi bukan berarti kalian bisa mengatakan apapun tentangnya. Clarissa sebenarnya gadis baik hati, tapi namanya perasaan tidak bisa dipaksakan" ucap Eagle tegas.
"Bagaimana dengan Elane?" celetuk Abdullah membuat wajah gadis itu memerah menahan emosinya.
"Elane adalah rekan kerja aku. Kami profesional. Dan kalian berdua, jangan usil dengan kehidupan pribadi aku lah" pinta Eagle.
Abdullah dan Maryam saling berpandangan dan mengangguk seolah kompak cukup ghibahnya. Elane sendiri melirik ke arah Eagle yang tetap memasang wajah datar.
***
Eagle dan Elane berjalan kembali menuju RR's Meal karena mobil Elane masih terparkir disana. Gadis itu tidak berbicara sepatah kata pun agar tidak merusak suasana.
"Clarissa memang mengejar aku beberapa bulan terakhir ini tapi aku tidak bisa menerimanya. Pertama, aku tidak mencintainya. Kedua, aku tidak suka wanita agresif."
Elane hanya diam mendengarkan ucapan Eagle.
"Aku lebih suka mengejar bukan dikejar. Elane, maaf jika kamu harus tahu kehidupan pribadi aku" senyum miris Eagle.
"Tidak apa-apa Mr McCloud" jawab Elane.
"Panggil saja Eagle, Elane. Bukankah kita sudah bekerjasama cukup lama... enam bulan?"
"Iya Mr McCloud... eh Eagle" senyum Elane saat Eagle menatap tidak suka.
"Elane... Bisa bicara secara pribadi?"
"Apa itu Eagle?"
"Apa kamu... sudah punya kekasih?"
Elane tersenyum manis. "Belum..."
"Oh" ucap Eagle.
Elane melongo. "Kenapa?"
"Aku hanya bertanya. Elane, apakah kamu tidak keberatan jika kita berhubungan lebih serius? "
"Apa Eagle serius?" tanya Elane.
"Apakah mukaku tampak tidak serius?" jawab Eagle dengan wajah sok cool.
Elane tertawa kecil. "Iya, tampak sangat serius."
Eagle tersenyum. "Kita coba ya?"
__ADS_1
"Eagle, kamu pria baik, santun tapi kenapa belum punya pacar?" balas Elane.
"Karena aku menunggu wanita terbaik untukku dan insyaallah kamu yang dikirimkan oleh Allah untukku."
"Apa kamu yakin? Kamu kan belum mengenal aku dalam ..."
"Justru karena itu dengan seperti ini, kita bisa saling mengenal. Jika kamu keberatan, aku bisa meminta ibuku atau kakak perempuan aku yang menjadi perantara..."
Elane menatap tidak percaya. "Macam ta'aruf?"
Eagle mengangguk. "Aku tahu kamu pasti tidak nyaman jika model pacaran dan aku menghormati kamu. Jadi caranya seperti itu. Yang tahu aku bagaimana adalah mommyku dan kakak perempuan aku, Nadira."
"Jika kita tidak berjodoh..."
"Lebih baik kita bawa doa sepertiga malam." Tanpa Elane ketahui, Eagle sudah melakukan saat Clarissa semakin gencar mengejar nya membuat pria itu mencari jawaban.
"Kamu benar. Kita sebagai manusia tidak boleh berandai-andai tanpa bertanya pada Rabb nya."
"Semoga jawaban yang diberikan adalah yang terbaik bagi kita."
Elane mengangguk. "Aamiin."
***
Kediaman keluarga McCloud, kamar Eagle malam harinya
Di dalam kamarnya Eagle bersimpuh Diatas sajadah dan mengeluarkan semua isi hatinya. Bukan dia tidak tertarik dengan Elane tapi Eagle adalah pria yang sangat berhati-hati dalam bertindak apalagi mendekati lawan jenis.
Saat Eagle kuliah, dirinya mendapatkan mimpi dan entah mengapa dia merasakan mendapatkan jodoh seperti sang mommy.
Dan saat dirinya bertemu dengan Elane, bayangan mimpinya menjadi kenyataan tapi dirinya masih ragu hingga dia memutuskan untuk melakukan sholat sepertiga malam. Dia tahu, Elane yang hadir di benaknya.
Getaran seperti saat bertemu dengan Elane tidak dia rasakan pada Clarissa. Eagle bukanlah pria yang suka cewek agresif, karena baginya cewek itu harus anggun dan bisa membawa diri.
"Ya Allah..."
***
Kamar Sakura...
Sakura duduk di atas sajadahnya untuk melaksanakan sholat malamnya, kebiasaan yang rutin dilakukannya. Disana pun Sakura mengucapkan semua doa-doanya kepada sang pencipta termasuk mendoakan opanya serta para leluhurnya.
Sakura juga tidak lupa mendoakan agar Alessandro bisa mendapatkan guru agama yang baik dan bisa menjadi imam yang baik. Dia ingin agar pria itu mampu membuktikan pada appanya.
Suara getar di ponselnya membuat Sakura menoleh dan mengambil nya. Melihat siapa yang menelponnya, Sakura tersenyum.
"Hai Tulip..." sapa Alessandro melalui panggilan video dan tampak Sakura masih mengenakan mukenanya.
"Halo manusia spidol" balas Sakura.
"Kamu belum tidur?" tanya Alessandro.
"Baru saja menyelesaikan ibadah malamku. Kamu?"
__ADS_1
"Aku tadi sudah tertidur dan entah kenapa aku terbangun lalu teringat padamu. Kamu tampak cantik dengan mukena" senyum Alessandro.
"Bagaimana Milan?" Sakura mengalihkan pembicaraan agar tidak semakin kemana-mana.
"Milan baik-baik saja. Kami akan melakukan fashion week dua bulan lagi saat musim panas."
"Sorry aku tidak bisa datang."
"Tidak apa Tulip... Aku tahu kita sedang diuji."
"Bagaimana progressmu?"
"Masih berjalan dan aku cukup bingung dengan bacaannya. Persis anak TK belajar membaca" kekeh Alessandro.
"Gurumu baik?"
"Ohya, imam masjid di Milan sangat sabar mengajari pria tidak sabaran ini" kekeh Alessandro.
"Alhamdulillah."
"Tulip, apakah benar Eagle menolak Clarissa?"
Sakura hanya bisa menghela nafas panjang. "Iya, mas Eagle menolak Clarissa. Apakah Clarissa mengadu padamu?"
"Dia bilang akan terbang ke Milan besok untuk menenangkan diri. Apa alasan Eagle menolak Clarissa?" Alessandro menatap Sakura lembut tapi membutuhkan jawaban yang tepat.
"Mas Eagle tidak suka cewek agresif dan maaf, Uno, tapi Clarissa macam muka rata. Mas Eagle sangat menghormati wanita dan baginya seorang wanita meskipun jaman sudah maju begini, tidak pantas menjadi pemburu."
Alessandro mengusap wajahnya kasar. "Clarissa sangat tergila-gila dengan Eagle. Tapi kalau Eagle tidak memiliki perasaan, tentu saja tidak bisa dipaksakan."
"Maaf Uno, tapi mas Eagle tidak mau memberi harapan palsu ke Clarissa."
"Apakah Eagle sudah punya kekasih sendiri?" tanya Alesandro.
"Sejujurnya, aku tidak tahu Uno." Sakura memang tidak tahu bagaimana perkembangan antara Eagle dan Elane.
"Mungkin mereka memang tidak berjodoh, Tulip..."
"Aku yakin, Clarissa akan mendapatkan jodoh yang jauh lebih baik dari mas Eagle. Yang sanagt mencintainya setulus hati."
"Aku harap kamu benar, Tulip. Aku sayang dengan Rissa dan selalu mendoakan dirinya mendapatkan pria yang terbaik."
"Aamiin."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1