
Sutton London
Aruna dan Nadira saling berpandangan mendengar ucapan Elane yang dirasa masuk akal apalagi mengingat siapa keluarga besar mereka meskipun jika berkumpul, jauuhhh dari kata Sultan. Jika tidak menistakan dan menjulidkan sesama, rasanya kurang afdol.
"Elane, apakah itu alasannya?" tanya Aruna.
"Saya... begini Tante. Saya hanya hidup berdua dengan nenek, sedangkan keluarga appa saya tidak mau berurusan dengan kami usai appa menjadi mualaf dan menikah dengan eomma yang notabene bukan wanita Korea... "
"Lalu, apa kamu meragukan Eagle dan keluarga nya yang tidak bisa menerima kalian?" potong Aruna. "Dengar Elane, keluarga kami memang dikenal Sultan, bisnis dimana-mana tapi kami juga tidak sempurna. Oke, Tante mau bercerita tentang keluarga besar kami yang dipermukaan tampak indah aslinya..."
"Amburadul" kekeh Nadira yang membuat Elane dan Hasanah bingung.
Berantakan kok senang sih?
"Oke kita mulai dengan Nadira ini dulu nyaris tewas saat ada kasus pengeb*man di kampusnya. Disana dia bertemu dengan jodohnya, agen FBI bernama Pedro Pascal. Pedro memiliki seorang kakak perempuan bernama Pippa yang menikah dengan seorang pria Malaysia dan yah... Pippa berhijab. Pedro dan Pippa yatim piatu karena kedua orangtuanya tewas saat berada di daerah konflik."
"Tapi suami mbak Dira kan agen FBI..."
"Kamu sudah bertemu dengan Sakura?" tanya Nadira.
Elane mengangguk.
"Garvita?"
Elane menggelengkan kepalanya.
"Garvita adalah sepupu Eagle dan Sakura. Dia seorang putri Emir Dubai dan tahu siapa tunangannya? Pengawalnya sendiri. Gabriel Luna adalah pengawal Garvita sejak dia remaja dan Oom Ayrton, tidak berkeberatan dengan status karena yang penting adalah hasil screening. Setidaknya kamu bukan pemabuk, pemadat dan istri orang" senyum Nadira.
"Kakak Eagle yang lain Blaze Bianchi, malah suaminya anak yatim pintu dari panti asuhan di Jakarta. Luke Bianchi, istrinya seorang ahli gizi di rumah sakit, Leia Bianchi... ini sih parah. Suaminya mafia Turin tapi kamu tidak perlu khawatir, bisnisnya legal" sambung Aruna.
"Tapi kamu kan melihatnya Eagle nya bukan keluarga yang lain. Hanya saja jika kami semua berkumpul, kamu harus tabah menghadapi kekacauan sepupu Eagle. Kami tidak membicarakan barang branded atau kekayaan tapi lebih ke ngobrol ngalor ngidul kalau orang Jawa bilang. Tidak jelas" senyum Nadira.
"Tapi... apa saya... pantas?"
"Really? Elane, jangan insecure begitu. Kamu pintar membuat pastry, passion kamu sama dengan Eagle dan jika anak itu sudah meminta mommy dan kakaknya turun gunung, berarti sudah serius. Kamu mau tanya apa lagi soal Eagle?"
__ADS_1
"Elane, nenek rasa apa yang diucapkan nyonya Aruna benar. Kamu jangan insecure begitu apalagi beberapa kali Eagle kemari dan mengobrol dengan nenek, anak itu selalu memuji kreatifitas kamu dalam membuat pastry." Hasanah memegang tangan Elane.
"Asal kamu tahu, Elane, Eagle orang yang paling pelit memuji makanan kalau tidak enak sekali dan sesuai dengan selera dan keinginannya. Jika adikku itu sampai memuji seperti itu, berarti kamu memang patut dengannya" ucap Nadira sungguh-sungguh.
Elane menatap dua wanita kesayangan Eagle itu dengan tatapan bingung dan masih ragu. Apakah iya? Tapi yang tahu bagaimana Eagle aslinya kan hanya ibu dan kakak perempuannya seperti dia bilang. Tidak mungkin mereka berbohong.
"Apakah ada kejelekan Eagle?" tanya Elane hati-hati.
"Banyaaakkk!" gelak Nadira. "Aku kira kamu tidak menanyakannya!"
Aruna tersenyum. "Eagle itu perfeksionis, temperamen lumayan tinggi kalau soal urusan dapur RR's Meal, kamu pasti paham lah. Hobinya, kalau sudah bongkar pasang mobil, bisa nggak mandi seharian..."
"Nah kalau malas mandi apalagi hari Minggu dan libur, memang habitnya. Kalau kata Daddy, ketularan Oom Rama" kekeh Nadira.
"Oom Rama adalah adiknya daddynya Eagle. Oh, aku lupa bilang, istri Oom Rama, Tante Astuti, itu tuna rungu."
Elane dan Hasanah melongo. "Tuna rungu?" Astaghfirullah! Mereka keluarga Sultan, tidak masalah memiliki menantu tuna rungu?
"Iya. Selain Tante Astuti, Oom aku yang di Jakarta juga tuna rungu. Sepupuku, anaknya Oom Rama, juga tuna rungu karena gen bawaan dari Tante Astuti. See, kami tidak sempurna, Elane." Nadira tersenyum ke arah Elane dan Hasanah.
***
Eagle sedang memeriksa pembukuan dua restauran yang dipegangnya ketika Sakura datang ke ruang kerjanya.
"Kenapa Sakura?" tanya Eagle tanpa mengalihkan matanya dari data-data yang diperoleh akuntannya.
"Capek! Aku harus membuat lagu ulang karena aransemennya mirip dengan lagu lama dan aku dianggap sebagai plagiat! Eh sorry dorry Morry, aku tidak tahu lagu itu sampai dosenku memperdengarkan padaku. Ya ampun, itu lagu sudah satu abad kali dan orang mana ingat! Lagipula di muka bumi ini, semua benuanya pasti ada lagu dan musik kan? Jika ada mirip-mirip itu pastikan wajar karena tangga nada cuma tujuh macam pelangi, hanya saja mau ambil minor, mayor atau kromatik mol" omel Sakura kesal.
Eagle tersenyum mendengar celoteh adiknya yang sudah bisa menghilangkan rasa sedih usai ditinggal opanya Takeshi Takara.
"Iya wajar tapi kan pasti masing-masing musisi memiliki ciri khas tersendiri, seperti chef atau montir. Mas Eagle dan Oom Jendra buat teh wasgitel saja, ramuannya berbeda, takarannya berbeda. Memasak saja, mas Eagle dengan Tante Nura dan mbak Dira, juga berbeda. Jadi, meskipun mirip tapi beda kan?"
"Itulah yang aku bilang sama dosen pembimbing sial@n itu! Kenapa dia tidak percaya sih!" sungut Sakura sambil memanyunkan bibirnya.
"Sudah, nanti kamu mau makan apa, biar dibuatkan oleh Jenny."
__ADS_1
"Aku mau lasagna, salad dengan macaroni dan kentang rebus plus dua gelas coke pakai es!"
Eagle menatap Sakura sambil mengernyitkan dahinya. "Dasar pacarnya orang Italia, langsung mintanya masakan Italia!"
Sakura hanya nyengir.
Tiba-tiba terjadi keributan dan tampak Clarissa masuk ke dalam ruang kerja Eagle membuat Sakura melongo.
"Eagle! Apa benar kamu dengan gadis berjilbab kemarin?" bentak Clarissa.
"Bisakah kamu datang dengan sopan, Cla? Inilah yang aku tidak suka dari kamu! Selalu main masuk seolah ini juga rumah kamu!" Mata biru Eagle menatap dingin ke arah Clarissa.
Clarissa menoleh dan melihat Sakura disana yang menatapnya terkejut.
Gadis Italia itu pun duduk di hadapan Eagle tanpa gentar melihat wajah tidak bersahabat dari bungsu Rajendra McCloud tersebut.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Eagle menatap sepupu Alessandro itu dengan wajah dan nada dingin.
"Elane Moon! Aku tahu mommymu dan kakakmu ke rumahnya kan?"
Sakura yang tidak mengetahui bahwa Aruna dan Nadira datang ke London pun ikut menatap Eagle.
"Iya. Mommy dan Mbak Dira kesana. Aku dan Elane sedang melaksanakan ta'aruf. Jadi, maaf Cla, aku kan sudah bilang, aku menghormati kamu sebagai teman dan rekan bisnis, tidak lebih!"
"Aku akan meniru Ale!" ucap Clarissa seperti tidak mau menyerah dengan kenyataan.
"Tidak semudah itu Cla! Dengar! Jauh sebelum aku mengenalmu, aku sudah mendapatkan petunjuk siapa jodohku dimasa depan dan dia adalah Elane! Paham?"
Sakura melongo. Pantas saat pertama kali mas Eagle melihat Elane, macam melihat sesuatu yang tidak diduga.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️