
Halaman belakang rumah keluarga Takara
Sakura memeluk erat tubuh besar Alessandro yang juga memeluk tubuh langsingnya. Keduanya tahu bahwa jalan mereka memang tidak mudah apalagi dengan perbedaan yang cukup jauh.
"Tulip, ini sudah mau lima belas menit, dan aku harus memenuhi janji pada Signor Park sebelum aku dihajar lagi oleh appa dan abangmu" bisik Alessandro.
"Mas Shin hajar kamu?" Sakura mendongakkan wajahnya ke wajah pria Italia itu.
"Sayangnya iya. Tanpa basa-basi, Shinichi memukul aku sekuat tenaga mungkin karena sudah dipendam lama kesalnya padaku" kekeh Alessandro santai.
"Iiiisshhhh mas Shin tuh!" Sakura mengulurkan tangannya untuk mengusap pipi kiri Alessandro yang mulai tampak memar.
"Hei, pria kan begitu" ucap Alessandro sambil mengecup telapak tangan Sakura. "Aku pulang ke Milan dulu. Nanti aku telepon ya?"
Sakura tersenyum. "Iya."
"Opamu sudah berada di tempat yang indah. Jangan sedih, Tulip."
Sakura mengangguk. "Hati-hati pulangnya" jawab gadis itu lembut.
Alessandro menatap dalam ke mata hijau kecoklatan yang sering tidak jelas dominan yang mana. "Ti amo Tulip..."
"Aishiteru, manusia spidol" balas Sakura yang membuat Alessandro tertawa kecil.
"Kapan kamu memanggil aku seperti dulu itu? Nama depanku..."
"Tergantung mood lah!" balas Sakura cuek.
"Kamu tuh!" kekeh Alessandro sambil mencium ujung hidung Sakura.
"Sudah! Jangan lama-lama pelukan nya!!" Shinichi menatap sebal ke arah adik dan pria yang dibencinya.
"Astagaaa Park! Kan masih ada dua menit!" sungut Alessandro ke pria berwajah imut itu.
"Bodo amat!" balas Shinichi judes.
Alessandro hanya melengos lalu dengan cueknya mencium bibir Sakura yang awalnya hanya ciuman biasa berubah menjadi ciuman panas ala French Kiss. Shinichi yang melihat itu langsung meradang dan hendak menghajar Alessandro tapi pria itu langsung melepaskan ciumannya membuat Sakura sedikit goyah berdirinya.
"Aku pulang" bisik Alessandro serak.
"I...iya." Sakura berusaha berdiri dengan tegak tapi kakinya sedikit lemas.
"Maaf jika membuat mu lemas... aku pun" bisik Alessandro.
"Pulang sana!" usir Shinichi galak sambil merangkul adiknya.
__ADS_1
"Iya... iya. Aku pulang! Bye Tulip, bye Park..." Alessandro mencium punggung tangan kanan Sakura lalu pergi meninggalkan dua kakak beradik itu.
***
Alessandro pun berpamitan dengan semua anggota keluarga Pratomo. Hideo dan Fayza hanya menatap dingin ke pria yang mengklaim ingin menjadi menantu mereka sedangkan lainnya terutama generasi keempat dan kelima yang tahu sejarahnya Ashley dan Kristal, Freya dan Haris, Fayza dan Hideo, hanya tersenyum simpul.
Karma itu benar-benar menurun.
***
London Inggris
Tiga hari kemudian Sakura, Eagle, Garvita dan Gabriel kembali ke London sedangkan Dewa kembali ke Cambridge. Sepupu mereka lainnya, Jayde dan Apsarini sudah kembali ke Manchester bersama dengan orang tua mereka.
Dan rutinitas mereka pun kembali apalagi Garvita dan Sakura mulai mempersiapkan diri untuk skripsinya. Apalagi skripsi Sakura berbeda dengan kuliah biasa. Dirinya harus bisa menciptakan lagu dengan classic style dan modern style.
Gadis itu semakin bisa menerima keputusan Hideo karena dia tahu, appanya memberikan kesempatan baginya dan Alessandro untuk saling menjajaki satu sama lain ditambah waktunya untuk pria itu membuktikan kesungguhannya ke keluarga Park.
Meskipun tidak boleh bertemu secara fisik, tapi Sakura dan Alessandro intens untuk berkomunikasi setiap hari. Dan pria itu banyak belajar tentang kepercayaan Sakura yang membuat gadis itu senang dengan keseriusan Alessandro.
***
RR's Meal West End London
Gadis berhijab itu memang datang tiga kali untuk membawakan pastry saat Eagle terbang ke Tokyo jadi tidak bertemu. Elane mengetahui dari Eric kalau Eagle bersama Sakura melayat karena opa mereka meninggal dunia.
Dan pagi ini, gadis berhijab biru itu pun datang setelah semalam dia memberikan pesan kepada Eagle akan datang untuk mempromosikan hasil karyanya. Eagle pun membalas akan menemui Elane jam sebelas siang.
Eric yang melihat gadis itu datang pun segera mengantarkan Elane ke lantai dua.
"Maaf Miss Moon, memang Chef bilang anda akan datang pukul sebelas tapi tadi sebelum anda datang, ada tamu yang datang terlebih dahulu jadi chef harus menemuinya" ucap Eric dengan nada minta maaf.
"Tidak apa-apa, Eric. Santai saja" senyum Elane.
"Anda bisa duduk dulu Miss Moon."
Elane duduk di sebuah sofa yang berada di luar pintu kerja Eagle dan melihat pria itu sedang bertengkar dengan seorang gadis berambut coklat yang cantik.
Apakah itu pacarnya Eagle? Tapi kenapa Tante Aruna tidak tahu dan masih meminta aku menjadi menantunya? - batin Elane. Astaghfirullah Elane, jangan suudzon...
Pintu itu pun terbuka dan tampak gadis itu keluar dengan mata berkaca-kaca. Mata coklatnya bertemu dengan mata hitam Elane.
"Jadi kamu memilih dia, Eagle?" bentak gadis itu sambil menuding ke arah Elane yang menatap bingung.
"Jangan bawa-bawa Elane, Clarissa! Aku sudah bilang berkali-kali, aku tidak memiliki perasaan padamu!" balas Eagle dingin.
__ADS_1
"Apa karena aku tidak seperti dia, hah E?" Clarissa berbalik menatap Eagle.
"Aku bilang, jangan bawa-bawa Elane! Clarissa dengar, aku sampai harus bagaimana lagi menjelaskan bahwa aku tidak memiliki perasaan padamu! Kamu hanya aku anggap sebagai teman, rekan bisnis tapi tidak bisa lebih dari itu!"
Clarissa berbalik ke arah Elane. "Apakah kamu kekasih Eagle yang selama ini disembunyikan?"
"Eh, bukan. Saya rekan bisnis Mr McCloud" jawab Elane apa adanya dan Clarissa melihat kotak pastry transparan di atas sofa sebelah gadis itu.
"Tapi tampaknya model seperti kamu yang disukai Eagle kan? Apa aku harus tertutup dan pindah seperti halnya Ale yang sekarang sedang belajar demi menjadi imam Sakura?" Clarissa menatap tajam Eagle tapi Elane bisa melihat rasa terluka disana.
"Cla, Alessandro sudah memilih dan aku tidak memaksa kamu untuk pindah karena itu panggilan hati. Dengar, aku dari awal tidak pernah memberikan harapan apapun padamu dan aku minta kita tetap profesional dan berteman seperti biasa." Eagle menatap tenang ke arah sepupu Alessandro itu.
"Kamu brengseeekkk, Eagle!" Clarissa pun pergi meninggalkan Eagle dan Elane yang masih terbengong-bengong.
Eagle memejamkan matanya, merasa lelah dengan sikap Clarissa yang 11-12 dengan Raffa Moretti mengejar Sakura.
Apa semua keluarga Moretti seperti itu?
"Mr McCloud, jika anda ingin menenangkan diri..."
"Tidak apa Elane. Ayo kita masuk. Aku ingin tahu kamu bawa apa" senyum Eagle yang Elane tahu dipaksakan.
Keduanya pun masuk ke ruang kerja Eagle dan setiap gadis berhijab itu datang, Eagle tidak pernah menutup ruang kerjanya karena tidak mau ada fitnah dengan Elane.
Eagle sangat menghormati Elane karena itulah dia tidak mau ada omongan apapun. Biasanya ada Eric yang ikut mendampingi tapi karena hari ini ada banyak pekerjaan, jadi Eagle handle sendiri.
"Apa itu Elane?" tanya Eagle setelah keduanya duduk dengan dipisahkan oleh meja kerja pria itu.
"Aku membawa pastry ini yang sebenarnya berbahan dasar sponge cake tapi aku hias sedemikian rupa. Apa menurut Mr McCloud, para pelanggan suka?" Elane membuka kotak pastry nya dan memperlihatkan hasil karyanya.
Eagle hanya menatap Elane. "Kalau modelnya begini, aku yakin para pelanggan kami auto tidak tega memakannya."
Elane tersenyum manis.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1