
Restauran Seafood Ginza Tokyo Jepang
Fayza dan Hideo menatap ke arah pria yang memiliki wajah khas Italia dan Mafioso itu dengan tatapan datar.
"Serius kamu buang kesana?" tanya Fayza.
"Benar."
"Lalu kamu taruh dimana?"
"Saya minta tolong pada Luke Bianchi untuk mencarikan rumah yang dekat dengan area horor tersebut. Dan kami kemarin sudah menaruh mereka disana. Ternyata setelah saya datang sendiri, ternyata disana benar-benar menyeramkan! Saya yang tidak takut hantu, bisa merasakan bulu kuduk berdiri semua" kekeh Alessandro sambil menyesap kopinya.
"Ya ampun..." Fayza memegang pelipisnya. "Hideo, bagaimana ini?"
"Bagaimana... gimana?" balas pria Korea Jepang itu bingung.
"Seperti ini yang disukai Sakura?" Fayza menunjuk ke arah Alessandro yang hanya menatap tenang.
"Setidaknya dia jujur Fay, tidak membunuh tapi membuang orang dengan manusiawi" balas Hideo kalem. "Itu quote dari dia lho."
Fayza menggelengkan kepalanya. "Astaghfirullah... Astaghfirullah..."
"Aku malah dulu lebih parah. Buang diatas laut kuning" kekeh Hideo membuat Fayza mendelik galak. "Dulu Fay, duluuuuu..."
Alessandro tertawa. "Saya jadi tahu darimana receh nya Sakura karena kedua orangtuanya pun juga ramai."
"So, Moretti. Sampai sejauh mana kamu mempelajari keyakinan Sakura?" tanya Hideo tanpa basa basi.
"Sudah mulai menghapal bacaan dan prakteknya. Sakura membantu saya selain imam mesjid Milan juga."
"Jangan lupa untuk..."
"Saya tahu Signor Park. Sakura sudah mengingatkan saya dan cukup membuat saya bergidik."
Hideo tertawa sedangkan Fayza tersenyum. "Wajib lho!"
"Saya tahu Signor."
"Bagaimana butikmu? Adikmu?" tanya Fayza. "Apa kamu sudah ke restauran Benigno dan Marjorie, kedua orang tuamu?"
"Belum. Saya memilih bertemu anda berdua karena saya memiliki kepentingan untuk mendapatkan restu dari anda untuk bisa bersama dengan putri anda" jawab Alessandro serius. "Soal adik saya Raffa, dia sudah tinggal di Los Angeles untuk mengurus rumah mode kami di Beverly Hills."
"Dia sudah bisa menerima kalau kamu yang dipilih Sakura?" tanya Fayza yang meskipun masih belum ikhlas putrinya dengan pria satu ini tapi mendengar bagaimana Alessandro menjaga diri dengan tetap setia dengan Sakura, membuatnya sedikit respek.
__ADS_1
"Sudah, dengan sedikit baku hantam."
"Setidaknya tidak saling menodongkan pistol masing-masing" ucap Hideo.
"Hampir" seringai Alessandro. "Tapi setidaknya kami masih waras."
Fayza melirik ke arah Hideo yang memasang wajah datar karena teringat dulu Ashley Sky, sang ayah hampir menembak kepala suaminya saat tahu dirinya dinikahi dan saat bertemu dalam keadaan hamil. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia ).
"Jadi sekarang Raffa berada di Los Angeles?" tanya Hideo.
"Si, Signor. Saya rasa Raffa sudah waktunya menjadi lebih dewasa."
Hideo dan Fayza pun mengangguk. "Kita makan dulu."
***
London Inggris
Find a way to my heart, and I will always be with you
From wherever you are, I'll be waiting
I'll keep a place in my heart, you will see it shining through
Sakura menyanyikan lagu lama milik Phil Collins membuat Eagle yang sedang berkutat di dapur merasa heran dengan pilihan lagu adiknya di depan piano.
"Tumben kamu nyanyi lagu jadul?" komentar Eagle.
Rumah keluarga McCloud sekarang sudah sepi karena Garvita dan Gabriel sudah kembali ke Dubai pasca wisuda putri bungsu Ayrton Schumacher dan Mariana Hadiyanto itu.
"Habis galau aku mas."
"Kenapa?" tanya Eagle sambil meletakkan sarapan mereka berdua pagi ini.
"Si Uno lama di Tokyo."
"Ngapain?"
"Pedekate sama appa dan mommy plus mas Shin."
Eagle tersenyum. "Bagus dong! Moretti memang tidak bisa menemui kamu tapi dia berusaha mendekati pemilik kamu yaitu kedua orang tua kamu! Mas Eagle malah salut dengan pria yang gentleman datang ke kedua orang tua si anak gadis meskipun tahu dia masih dihukum. Masalah diterima atau ditolak, itu urusan belakangan yang penting maju dulu."
"Tapi mas Eagle kan tahu gimana Appa, Opa dan Mas Shin. Belum selesai kasus mbak Mintang, aku bikin perkara."
__ADS_1
Eagle tersenyum. "Yang namanya orang sudah cinta, maka sering tidak berpikir jernih. Tapi kamu dan Alessandro setidaknya bisa menahan diri sebelum terjadi kekacauan yang haqiqi. Dengar, benar Alessandro pedekate dengan Oom Hideo dan Tante Fayza, alangkah baiknya jika kamu juga mendekati Oom Benigno dan Tante Marjorie. Bagaimana pun juga kamu ada andil dengan keributan dua bersaudara itu."
Sakura menatap kakaknya. "Aku belum minta maaf kepada mereka berdua."
"Nah, kamu kan dididik untuk selalu bersikap ksatria macam Srikandi, bahkan semua anak perempuan di keluarga kita harus berani menghadapi segala sesuatu. Jika benar, kamu pertahankan, kalau salah mintalah maaf."
Sakura tampak terpekur dengan ucapan Eagle.
"Mas menasehati kamu karena kamu cicit Vivienne Neville dan Jammie Arata. Mereka dikenal dengan sikap tegasnya, apalagi Opa Raymond Ruiz adalah polisi NYPD yang dikenal lurus hidupnya. Kamu yang lebih muda, kamu yang berpacaran dengan Alessandro jadi jangan hanya Moretti yang berjuang mendapatkan restu, tapi juga kamu." Eagle menatap wajah adiknya lembut.
"Aku tidak berpikir sampai kesana... "
"Mas bisa bilang begini karena mas melihat bagaimana Elane juga berusaha dekat dengan mommy, Daddy, mbak Dira dan bang Pedro sama halnya mas berusaha dekat dengan nenek Hasanah karena jika kalian menikah tidak hanya keluarga kamu saja yang terlibat tapi juga keluarga suami kamu. Beda jika pasangan kamu yatim pintu macam mbak Rin atau bang Pedro meskipun ada kakaknya tapi kan tinggalnya di Kuala Lumpur."
"Mas Eagle sangat beruntung mendapatkan mbak Elane yang santun Budi pekerti nya. Tahu unggah ungguh."
"Makanya mas berusaha agar kami tetap bersama karena bagaimanapun, Elane adalah sosok wanita idaman mas." Eagle tersenyum lembut membayangkan wajah gadis cantik berhijab itu.
"Mas Eagle cinta banget ya sama mbak Elane? Besok acaranya duo kadut, diajak saja!" kekeh Sakura membayangkan Antonio Bianchi dan Alexis Accardi sebagai duo kadut.
"Memang sudah aku ajak tapi Elane menolak. Tidak enak katanya."
"Nanti biar aku, Garvita dan mbak Dira merayu Elane Eonni supaya mau ikut ke New York! Serahkan pada kami!" ucap Sakura jumawa membuat Eagle tertawa.
***
Gaeeesss, cerita anaknya pak Al-al dan Bu Benben sudah up yaaaa... Background nya dunia balap formula satu dan akan keliling dunia lagi di setiap sirkuit yang ada dalam jadwal balapan.
Tenang, ini cerita rusuh kacau karena perseteruan antara keturunan Duncan McGregor dari Mario McGregor dengan keturunan Edward Blair.
Monggo diampiri n like plus subscribe Yaaaaa readersku
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1