
Hyde Park London
Sakura merasa tidak nyaman dengan sikap Raffa, lalu dengan sekuatnya gadis itu menyikut perut adik Alessandro itu hingga terlepas pelukannya.
Raffa tampak meringkuk memegangi perutnya yang langsung terasa mual, hanya menatap nanar ke Sakura yang memandangnya judes. Eagle yang melihat hal itu langsung menutupi tubuh Sakura dari belakang dengan tubuhnya.
"Jangan macam-macam kamu sama Sakura. Aku tidak suka melihat kamu melakukan perbuatan seperti itu! Adikku bukan wanita murahan!" hardik Eagle. "Kita pulang saja!"
"Ayo mas! Aku sudah tidak merasa nyaman!" jawab Sakura. "Sorry, Clarissa, kami pulang dulu. Tolong kamu urus si muka rata!" Sakura menatap ke sepupu Raffa itu dan pergi meninggalkan tempat konser bersama dengan Eagle.
Clarissa pun berjongkok ke Raffa Moretti. "Kamu tuh! Sudah tahu Sakura tidak ada rasa sama kamu, malah dipaksakan! Semakin menjauh lah!"
Raffa hanya menatap sebal ke Clarissa.
***
"Hiiihhhh! Rasanya pengen aku hajar habis-habisan!" teriak Sakura kesal saat mereka sudah berada di dalam mobil, pergi meninggalkan area parkir Hyde Park.
"Kamu mau ke Dojo?" tawar Eagle yang tahu kalau adiknya harus menyalurkan emosinya.
"Mau!" jawab Sakura antusias.
"Okelah kalau begitu!" senyum Eagle yang harus ekstra menjaga adiknya satu ini karena terkadang Sakura masih suka labil meskipun sedikit banyak sudah menetapkan hatinya ke Alessandro.
Daripada si Kungkang datang dengan dramanya, bikin pening!
***
Hari Minggu ini Eagle memilih mengajak Sakura ke RR's Meal daripada di rumah sendirian dan gabut. Apalagi Eagle ada janji dengan seorang wanita yang mencoba menawarkan kerjasama menjadi pemasok pastry di restauran nya. Semenjak chef pastrynya meninggal karena sakit dan para pelanggan komplain bahwa rasanya tidak sama saat diganti oleh chef lainnya, akhirnya Eagle memutuskan untuk membuka penawaran pemasok pastry yang nantinya akan ada kontrak ekslusif dengan RR's Meal.
Sudah ada beberapa pembuat pastry rumahan yang mencoba menawarkan berbagai pastry sesuai permintaan RR's Meal tapi belum ada yang cocok. Dan Minggu pagi ini, Eagle akan bertemu dengan pembuat pastry yang kesekian. Pria bermata biru itu berharap kali ini pastry yang ditawarkan cocok dengan para pelanggan RR's Meal yang sangat kritikus.
"Namanya siapa mas?" tanya Sakura saat mereka sudah ada di mobil Range Rover Eagle.
"Namanya kok nama muslim ya Sakura. Kata Eric, namanya Elane atau Eleni gitu..." jawab Eagle.
"Ooohhh. Tapi artinya berbeda lho mas. Elane itu artinya gadis bercahaya terang, kalau Eleni itu artinya cantik meskipun sama-sama bagus namanya" ucap Sakura sambil melihat ponselnya.
"Entah, soalnya kata Eric, dia berhijab seperti mommy. Aku kan tidak ada di tempat ketika dia datang karena masih di McC Custom."
"Masih muda nggak?" tanya Sakura kepo.
"Kata Eric sih cantik. Tapi Dimata dia kan semua wanita cantik tidak perduli balita atau nenek-nenek asal jenis kelaminnya perempuan" gerutu Eagle yang gemas dengan head waiter nya.
__ADS_1
Sakura tertawa. "Jangan-jangan si Eric g@y, mas."
"Memang!" balas Eagle. "Makanya dia bilang semua wanita cantik!"
"Owalaahhh, pantesan!" kekeh Sakura. "Mas Eagle nggak papa tuh punya pegawai berbeda?"
"Soal orientasi nya, mas Eagle tidak ikut campur selama tidak mengganggu profesionalisme di bidang pekerjaan. Tapi kalau sampai membuat tidak nyaman, kamu tahu sendiri kan mas Eagle?"
Sakura mengangguk. "Karena dalam bidang pekerjaan, permasalahan pribadi jangan dibawa dan sementara disimpan dulu."
"Naaahhh! So, Wira gimana? Masih ngambek?" tanya Eagle.
"Sudah baikan sama Gabriel kata Garvita dan menurut rencana siang ini pada mau ke Old Trafford lagi terus sorenya duo G pulang ke London" jawab Sakura membaca pesan dari sepupunya yang sedang berada di Manchester.
"Lagian si Wira macam dibutakan oleh cinta. Iya benar elu jatuh cinta tapi kudu realistis! Untuk apa mempertahankan wanita yang jelas-jelas juga bermain dengan pria lain terlepas Wira juga sama saja!"
"Hukum tabur tuai?" kerling Sakura.
"Lebih ke ego yang tertonjok kalau di Wira. Dia merasa tidak ada yang berpaling dari pesonanya tapi kalah juga dan itu yang membuatnya emosi."
"Lagian ya mas, rasa-rasanya Oom Ega bukan playboy tapi kok anaknya seperti itu?" gumam Sakura.
"Tidak selalu anak turunan akan lempeng seperti orang tua atau generasi sebelumnya. Faktor pengaruh lingkungan juga mendukung apalagi fisik Wira yang cool, dingin dan misterius begitu membuat banyak cewek berlomba ingin bisa menjadi pemenang siapa yang berhasil mendapatkan Wira."
"Tapi tidak seseram cewek Sakura. Mas pernah nonton di suatu acara kriminal, si cowok ini sorry, fisik dibandingkan mas mu ini kalah jauh tapi dia bisa membuat dua cewek yang dipacarinya bersamaan saling gelut!"
"Endingnya?"
"Salah satu mati ditusuk oleh yang lain."
"What? Kenapa tidak tinggalkan saja cowok celutak gitu atau cowoknya saja yang dibunuh! Macam tidak ada laki-laki lain saja di dunia ini!" gerutu Sakura.
"Itu juga yang ditanyakan oleh jaksa penuntut umum ke pelaku!" senyum Eagle.
"Haaaaahhh... ada-ada saja!" gerutu Sakura.
"Sakura, kalau akhirnya Alessandro ribut dengan Raffa?" Eagle menoleh ke arah adiknya.
"Ya aku hanya bisa istighfar karena yang namanya hati kan tidak bisa dipaksakan. Tapi semoga tidak terjadi seperti yang kamu ceritakan mas..."
"Aamiin. Semoga Raffa bisa lebih dewasa menghadapi kenyataannya bahwa kamu lebih memilih kakaknya meskipun aku tidak bisa membayangkan reaksi appa mu dan mas Kungkang mu jika tahu kamu bersama dengan Alessandro Moretti" kekeh Eagle.
"Pasti mas Shin akan berdrama ria dan appa mengajak duel si Uno."
__ADS_1
***
RR's Meal West End London
Mobil mewah Eagle pun tiba di restauran yang merupakan warisan dari opa buyutnya, Ryu Reeves. Meskipun sudah sekian generasi dan mengalami perubahan desain serta menu, tapi baik dari Aidan ke Rajendra hingga Eagle tetap mempertahankan ciri khas RR's Meal.
Kedua saudara sepupu itu pun turun dari mobil dan masuk dari pintu belakang yang merupakan dapur. Para sous chef dengan head chef on board yang berada di sana, sedang mempersiapkan semua bahan makanan yang akan disajikan nanti malam. Jika hari Minggu, RR's Meal memang buka sore menjelang malam.
"Dimana Elane atau Eleni?" tanya Eagle ke Eric yang mendatangi dirinya dan Sakura.
"Elane, Chef. Nama lengkapnya Elane Moon, campuran Korea Malaysia. Dia seorang chef pastry dan sekarang berada di ruang kerja chef."
Eagle mengangguk mendengar laporan anak buahnya lalu naik ke lantai dua bersama Sakura dimana ruang kerjanya terletak.
Kedua saudara sepupu itu terkejut melihat seorang gadis cantik berhijab pink keunguan sedang menata pastry buatannya di meja tamu.
"Elane Moon?" tanya Eagle.
"Oh iya. Maaf saya agak gugup jadi menata terus. Saya Elane Moon. Anda Mr McCloud?" tanya Elane sambil memberikan salam di dadanya.
"Iya saya Eagle McCloud dan ini adik saya Sakura Park" jawab Eagle yang tidak lepas menatap gadis cantik itu.
"Annyeong haseyo eonni" salam Sakura. "Eonni lebih tua dari aku kan?"
"Eh? Annyeong. Saya 23 tahun ini, kalau yeodongsaeng?" balas Elane dengan suaranya yang lembut.
"Saya 20 mau 21. Benar kan kalau saya panggil eonni" kekeh Sakura. "Mas... mas! Woooiii!" Sakura menepuk bahu Eagle yang tampak bengong menatap Elane.
Pipi Elane memerah melihat mata biru itu menatapnya tanpa berkedip dan langsung menundukkan wajahnya.
Sakura hanya menepuk jidatnya melihat kakaknya jadi freeze begitu.
Introducing Elane Moon
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️