
Kamar Sakura di kediaman keluarga McCloud
Alessandro akhirnya menelpon Sakura setelah memakai kaosnya dan wajah gadisnya itu masih saja cemberut.
"Tulip, janganlah cemberut. Bikin aku gemas saja..." rayu Alessandro membuat mata hijau kecoklatan Sakura menatap judes.
"Kamu buang kemana?"
"Siapa?"
"Paman dan bibi kamu?"
"Antara Nagoro atau Osawano di perfektur Toyama. Aku masih menunggu kabar Luke."
"Memang ada apa disana?" Sakura membrowsing iMac nya guna mencari dua lokasi yang hendak dipakai Alessandro mengasingkan paman, bibi dan sepupunya.
"Astaghfirullah! Unooo! Ini serem banget Cumiiii!" umpat Sakura kesal.
"Bagus kan?" seringai Alessandro.
"Bagus dari Monas! Ini beneran bikin uji nyali! Aleee, bisa mati pelan-pelan mereka itu!" hardik Sakura.
"Apa Tulip?"
"Bisa mati pelan-pelan..."
"Bukan. Tadi kamu panggil aku apa?"
"Panggil apa?"
Alessandro menatap Sakura lembut. "Nama depanku..."
Sakura melongo. "Masa sih?"
Alessandro tertawa kecil. "Untung kamu jauh, kalau dekat... bibirmu habis aku lu*mat."
Wajah Sakura memerah. "Uno, ini dua tempatnya tidak ada yang bagus! Seram semuanya!" ucap Sakura mengalihkan debaran jantungnya.
"Kalau kamu milih yang mana?"
"Nggak milih semuanya! Ogah! Ini mah kesukaannya Tante Freya!"
"Justru dari Tantemu, aku bisa mendapatkan lokasinya" senyum Alessandro.
Sakura membaca apa saja yang ada disana.
Boneka-boneka di desa Nagori
Di sebuah pulau kecil di susunan kepulauan Jepang, ada sebuah pulau dimana di pulau tersebut ada sebuah desa bernama Nagoro.
__ADS_1
Sebelum tahun 2000-an, desa tersebut masih ramai dihuni oleh para penduduknya. Namun seiring dengan tahun-tahun tersebut berlalu, penduduknya hilang satu per satu. Ada yang memang pergi mengadu nasib ke kota besar, dan memang ada yang hidupnya sudah berakhir. Dan sekarang, desa tersebut sudah bagaikan desa hantu.
Sakura menggelengkan kepalanya. "Jelas saja bakalan jadi desa hantu! Katanya roh jahat akan datang ke medium yang berbentuk manusia dan boneka adalah medium yang cocok."
"Terkadang aku tidak paham pola pikir seperti itu tapi itu belum seberapa. Coba kamu lihat yang satu lagi. Pasti kamu merasa seram." Alessandro tersenyum ke Sakura. "Sayang, kalau kamu mimpi buruk, telepon aku saja ya nanti."
"Kamu doain aku dapat mimpi buruk?!" pendelik Sakura sebal. Jujur dirinya bukan gadis penakut tapi kalau melihat foto-foto seram ya bikin merinding disko juga.
"Tidak sayang. Hanya saja aku merasa sebal tidak ada disana untuk memeluk mu kalau kamu bermimpi buruk dan membuat kamu tenang..." ucap Alessandro dengan nada rendah yang membuat tubuh Sakura bergelenyar.
"Unooo... ini kenapa lokasi kedua lebih horor!" rengek Sakura.
"Eh?" Alesandro menghela nafas panjang. Gadisnya memang suka membuatnya gemas.
"Lihat ini!"
Desa Fureai Sekibutsu no Sato, Kawasan Osawano perfektur Toyama
Desa Fureai Sekibutsu no Sato di Jepang mungkin menjadi desa paling seram saat ini. Tapi, suasana seram itu justru menjadi daya tarik utama bagi para turis. Sebab, saat di sana, kamu akan merasa seperti diawasi 800 pasang mata patung tua.
"800 patung? Dengar Uno, aku memang anak Tokyo dan aku pernah mendengar lokasi horor dimana-mana termasuk Weekly Mansion Akasaka dan gedung Sunshine 60 Tokyo sudah terkenal tapi aku bukan tanteku yang demen acara uji nyali!" Sakura menutup Safari nya dan setelahnya berjalan menuju meja pantry untuk mengambil air putih.
"Jadi, kalau kamu, mereka kamu buang kemana?" tanya Alessandro yang tahu wajah Sakura agak tidak nyaman setelah melihat gambar - gambar menyeramkan.
"Fureai Sekibutsu no Sato. Menurut aku disana paling menyeramkan."
Alessandro tertawa. "Pikiran kita sama Tulip, begitu juga Luke."
"Hei, yang menguasai Tokyo siapa Sakura?"
Sakura menepuk jidatnya. "Benar-benar deh kamu!"
"Tapi kamu tetap sayang aku kan Tulip?" rayu Alessandro.
"Nope. Aku sebal padamu!"
"Kenapa?"
"Karena kamu menyebalkan!"
"Astagaaa Tulip. Lama-lama aku terbang ke London dan langsung memelukmu!"
"Appa tahu, hukuman kamu bertambah..."
"Makanya jangan membuat aku gemas Tulip."
"Memang dari sisi mana aku membuat kamu gemas?"
Alessandro mengacak-acak rambutnya tanda frustasi, gemas dan rindu menjadi satu. "Selamat tidur Tulip..." Pria itu lalu mematikan teleponnya. Bisa bahaya kalau aku terus-terusan merasa gemas dengan Sakura. Pria itu merasa bagian paling sensitif tubuhnya mulai terasa berdenyut.
__ADS_1
Brengseeekkk! Harus solo karier lagi!
***
Sakura melongo melihat layar FaceTime nya gelap karena Alessandro sudah mematikan panggilannya. "Lho memang kenapa dimatikan? Perasaan yang merinding aku, kok dia yang bingung?" Sakura mengedikkan bahunya lalu mematikan iMac nya dan bersiap-siap untuk tidur.
Suara getar ponselnya membuat Sakura mengambil dari nakas dan sembari tiduran, gadis itu membuka pesan dari grup chat keluarga nya. Gadis itu terkejut saat membaca pesan disana.
"Raveena keluar dari FBI ?"
***
Pagi harinya, Eagle bersama dengan Sakura, Garvita, dan Gabriel sarapan bersama. Menurut rencana pagi ini Garvita hendak ke kampus untuk mengembalikan buku-buku di perpustakaan kampusnya. Meskipun jaman sudah semakin canggih, tapi Garvita lebih suka mencari bahan dari buku-buku kertas karena terkadang di google tidak selengkap di buku.
"Kamu kapan sidang skripsi nya?" tanya Eagle ke Garvita.
"Insyaallah akhir bulan ini mas. Jadwalnya sudah keluar."
"Berarti usai sidang, kalian kembali ke Dubai dong?" celetuk Sakura.
"Iya, soalnya aku sudah janji dengan mas Sendra mau membantu AJ Corp. Lagian Gemma masih belum diijinkan mas Bayu ke Dubai selama mas Sendra belum melamar nya."
"Bayu tuh sebenarnya sudah cocok dengan Gemma tapi sayangnya, hati Gemma lebih cocok ke Gasendra" kekeh Eagle.
"Mas Bayu sama Gemma kan profesional bidang pekerjaan dan tidak ada asmara diantara keduanya" ucap Garvita.
"Terus kira-kira kapan abangmu melamar Gemma?" tanya Sakura.
"Belum tahu. Kan mereka baru saja pacaran, jadi biarkan saja lah. Mas Sendra juga bukan tipe pria yang grasak-grusuk dan selalu perhitungan macam mas Eagle lah... Bagaimana dengan Elane mas?" Garvita menatap Eagle.
"Doanya mas Eagle sudah mantap dengan Elane."
Ketiga orang di meja makan tersenyum mendengar ucapan bungsu Rajendra McCloud dan Aruna Aksara. "Aamiin mas. Semoga Elane memang jodoh yang terbaik untuk mas Eagle" doa Garvita.
"Kami semua suka Elane, Eagle. Dan aku senang kamu mendapatkan pasangan yang langsung disukai semua anggota keluarga kamu" ucap Gabriel.
"Alhamdulillah. Aku memang berharap mendapatkan jodoh yang sama-sama memiliki passion di bidang culinary dan seiman. Doakan kami memang ditakdirkan bersama."
"Selalu mas Eagle. Aku ikut senang mas Eagle sudah membuka hati setelah putus dari Marisol..." senyum Sakura.
"Marisol itu masa lalu dan Mas Eagle memang tidak cocok karena kita berbeda passion."
"Ohya, apa kalian sudah dengar? Raveena keluar dari FBI" ucap Sakura.
"HAAAAAHHH?"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️