Between Two Brothers

Between Two Brothers
Tiga Kue Elane Moon


__ADS_3

RR's Meal West End London


"MAS EAGLE!" bentak Sakura gemas melihat kakaknya macam zombie yang mematung.


"Eh? Apa Sakura?" tanya Eagle tergagap.


"Aku kan belum nempelin kertas mantra ke dijat lu! Kok sudah mematung!" omel Sakura gemas dan keduanya mendengar suara tawa Elane yang seperti lonceng terdengar sangat renyah.


"Kenapa eonni?" tanya Sakura ke arah Elane.


"Ya ampun, Mr McCloud kan bukan Mr Vampire, Sakura..." kekeh Elane sambil mengusap air matanya karena terlalu banyak tertawa.


"Kalau aku Vampire berarti aku vampir yang tampan" sahut Eagle pede.


"Kok eonni tahu film jadul itu?" tanya Sakura.


"Tahu lah soalnya nenek aku suka nonton itu."


Eagle berdehem. "Oke sekarang kita bicara serius. Silahkan duduk Miss Moon..."


"Oh panggil Elane saja" senyum gadis berhijab itu membuat jantung Eagle berdetak tidak normal.


Duh semoga aku tidak pingsan akibat terkena serangan jantung!


"Baik, Elane." Eagle dan Sakura pun duduk yang diikuti Elane. "Bisa ceritakan tentang kamu?"


"Saya lahir di London dari appa Korea dan eomma Malaysia. Kami tinggal di area Suttonn. Appa mualaf saat menikah dengan eomma dan mereka memiliki sebuah toko pastry di daerah Sutton yang dijual di rumah kami area High Street. Appa dan Eomma adalah lulusan sekolah culinary yang berfokus di pastry. Keduanya menggabungkan kue khas Korea dan Malaysia."


"Apa eonni juga ambil culinary?" tanya Sakura.


"Iya karena harus meneruskan usaha kedua orang tuaku."


"Memang orang tuamu kenapa?" tanya Eagle.


Wajah Elane tampak mendung. "Meninggal saat pulang ke Seoul. Pernah dengar kecelakaan pesawat dari London ke Seoul tiga tahun lalu?"


"Iya" jawab Eagle dan Sakura bersamaan.


"Mereka ada disana. Aku tidak ikut karena harus membuka toko karena ada pesanan."


"Innalilahi..." jawab Eagle dan Sakura lagi-lagi bersamaan membuat Elane melongo.


"Maaf, kalian muslim?" tanya gadis itu.


"Iya. Casing memang bule tapi kami muslim kok" cengir Sakura.

__ADS_1


"Assalamualaikum" salam Eagle.


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh..." jawab Elane sembari mengatupkan kedua tangannya.


Wajah Eagle memerah mendengar jawaban salamnya dengan lengkap. "Jadi... ehem... kita kembali ke topik. Ini pastry apa saja?"


"Ini saya buat kuih dari Malaysia, tepatnya Kelantan asal nenek dan eomma saya dan resep nya warisan dari keluarga nenek saya. Ini ada kue serimuka terbuat dari ketan dan santan yang dikukus dengan daun pandan hingga bewarna hijau jadi berbeda warna. Lalu ada kue kaswi yang terbuat dari tepung beras dan tapioka, gula putih, air alkali dan gula merah dan yang terakhir ada kue akok perpaduan dari telur, santan, air, gula, tepung terigu dan garam. Sengaja saya mix manis dan asin untuk promosi toko pastry saya." Mata hitam Elane menatap ke kedua orang yang tampak sedang melihat-lihat kue buatannya.



Kue Akok



Kue Kaswi



Kue Serimuka


Eagle mengambil sepotong kue serimuka sedangkan Sakura mengambil kue akok. Jujur keduanya malah belum pernah memakan kue macam ini sebelumnya.


Kedua saudara sepupu itu tampak senang merasakan kue yang baru mereka makan.


Elane tertawa kecil. "Syukurlah kalau nona Sakura..."


"Eonni! Panggil Sakura saja. Aku blasteran Korea Jepang juga tapi bulenya mommyku lebih kental di aku. Kalau kakakku nah baru kelihatan Korea Jepangnya" potong Sakura sambil mengambil kuenya lagi.


"Elane, aku bawa kue-kue ini ke anak buahku dulu. Jika mereka punya ekspresi sama dengan Sakura, berarti kamu sudah lolos tahap pertama. Bagaimana?" Eagle menatap Elane serius.


"Silahkan McCloud" senyum Elane. Eagle lalu memanggil head chef dan head waiter nya untuk membawa kue-kue itu ke bawah lalu Eagle mohon diri untuk melihat reaksi anak buahnya.


"Jangan dihabisin!" rengek Sakura.


"Kamu sudah makan banyak!" balas Eagle cuek sambil turun tangga.


"Iiiisshhhh!" gerutu Sakura manyun.


Elane tersenyum ke arah Sakura. "Kalau mau, kamu bisa main ke Sutton untuk mencicipi banyak pastry disana."


"Apa eonni membuat sendiri?" tanya Sakura kepo.


"Sebagian besar iya, seperti tiga kue tadi aku buat sendiri tapi untuk dijual, aku dibantu dua tetangga kami yang sama - sama suka membuat kue. Jadi kami seperti simbiosis mutualisme, aku mendapatkan orang yang membantu membuat kue dan mereka mendapatkan gaji untuk menambah pendapatan."


Sakura menatap Elane kagum. "Eonni hebat!"

__ADS_1


"Ah aku nggak hebat Sakura, hanya bersyukur karena kedua orangtuaku memberikan ilmu pengetahuan yang tidak ternilai di bidang pastry jadi aku bisa meneruskan usaha yang mereka rintis. Apalagi nenekku memilih ikut aku setelah Eomma meninggal dan dia merasa kehilangan tapi bersamaku, pelan-pelan rasa kehilangan itu mulai teralihkan dengan aku mengajak membuat pastry, hal yang disukainya. Kamu tahu, nenekku sampai punya klub penggemar sendiri yang merupakan opa-opa ganjen yang selalu membeli di toko kami" kekeh Elane.


Sakura tertawa. "Kalau sudah soal ganjen, tidak ingat umur Eonni. Eh, eonni ternyata asyik juga diajak ngobrol."


"Soalnya aku jarang bertemu dengan yang sebaya karena disana kebanyakan Diatas tiga puluhan. Dan kamu kayaknya asyik jadi teman ngobrol."


"Aku suka seenaknya lho eonni. Kayaknya ketularan kakakku yang slengean."


"Memang keluarga Sakura tidak disini?"


"Nope, mereka di Tokyo. Kakakku malah jadi peneliti roket di Tokyo University."


"Hebaattt. Kamu sendiri?"


"Aku kuliah musik di London College of Music."


"Waaahhh, pasti pintar main piano" puji Elane.


"Ah biasa saja. Eonni bisa main piano?" tanya Sakura.


"Tidak bisa" gelak Elane. "Aku lebih suka bermain tepung."


Tak lama Eagle pun masuk. "Elane, bisakah besok kamu kemari dengan membuatkan pastry Korea?"


"Kenapa Mr. McCloud?"


"Semua kue mu ludes dan anak buah ku semua sama ekspresi nya dengan Sakura. Aku ingin tahu apakah dengan kue dari negara yang berbeda, akan sama reaksinya. Sanggup kah?" tanya Eagle.


"Insyaallah sanggup, Mr McCloud. Jam berapa saya harus kemari besok?"


"Jam sebelas siang bisa?"


"Insyaallah" senyum Elane yang membuat jantung Eagle berdetak tidak beraturan.


Fix! Habis ini aku ke dokter! Pasti kebanyakan gula di dalam aliran darahku ke otak! - batin Eagle.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2