Between Two Brothers

Between Two Brothers
After Fashion Show


__ADS_3

Acara London Fashion Week


Alessandro menggandeng Sakura menuju ke tempat acara makan siang membuat Raffa cemberut karena Alessandro memberikan alasan dia yang mengajak Sakura dan sudah berjanji pada Eagle McCloud untuk menjaga gadis itu.


Sakura sendiri dengan santai dan cueknya menikmati acara mengemilnya dengan ditemani Alessandro di belakangnya yang tersenyum simpul melihat gadis itu mengambil makanan yang dia suka tanpa ada jaimnya.


"Kamu lapar atau doyan?" goda Alessandro.


"Super kelaparan! Kamu tahu aku belum makan gara-gara baju ini biar terlihat bagus! Sekarang kan acara sudah selesai jadi aku bisa brutal makannya" jawab Sakura cuek.


Alessandro tertawa kecil, tawa yang tidak pernah diperlihatkan kepada siapapun tapi mendengar ucapan unfaedah Sakura membuatnya geli. Banyak orang disana yang merasa terkejut bahwa Alessandro Moretti, pria pemilik rumah mode Morr, salah satu kepala keluarga mafia Moretti, bisa tertawa mendengar ucapan gadis yang tampak mungil di depannya.


Bagaimana bisa seorang gadis chubby, tidak terlalu cantik seperti model tapi mampu membuat dua kakak beradik Moretti seolah sama-sama klaim Sakura Park.


***


"Mashed potatoes, Wagyu, shrimp salad... " komentar Alessandro melihat makanan yang diambil Sakura. "Greek salad, black forest, sushi..." Pria itu melihat ada dua piring penuh Diatas meja makan sedangkan dirinya hanya mengambil secangkir kopi dan steak.


"Kamu makannya macam habis pertandingan Kendo" goda Raffa yang duduk di sebelah Sakura membuat gadis itu berada di tengah-tengah dua kakak beradik Moretti.


"Aku belum makan dari pagi, muka rata. Jadi jangan salahkan aku yang khilaf ini!" jawab Sakura sambil memasukkan salad udang ke dalam mulutnya. "Lammmm .mmmm mmmm."

__ADS_1


"Sakura, dikunyah dulu baru ngomong" kekeh Alessandro.


Sakura mengunyah makanan dalam mulutnya membuat pipinya yang chubby semakin chubby dan tampak menggemaskan. Setelah menelannya, gadis itu baru berkata "Lapar tahu nggak!"


Raffa menepuk kepala Sakura pelan. "Kamu tuh dari jaman sekolah tidak pernah berubah. Sukanya berbicara dengan mulut penuh."


Sakura mendelik ke arah Raffa. "Aib itu jangan diumbar!"


"Itu bukan aib tapi kebiasaan!" balas Raffa.


"Tetap saja aib buatku!" Sakura memasukkan makanannya lagi.


"Alessandro..." sebuah suara terdengar manja dan mende*sah terdengar di telinga Sakura.


Sakura melihat asetnya yang tampak silikon itu dipamerkan dengan vulgar nya. Dan tanpa malu-malu, wanita itu hendak memeluk Alessandro dari belakang tapi pria itu menepisnya.


"Jangan pernah sentuh aku, Lindsay!" ucap Alessandro dingin dan memasang wajah dinginnya membuat wanita bernama Lindsay mengurungkan niatnya untuk memeluk salah satu most eligible bachelors.


"Halo Raffa" sapanya Raffa tapi pria itu hanya mengangguk dengan wajah dingin juga.


"Heh kamu!" hardik nya ke arah Sakura yang masih menikmati acara makannya. "Minggir! Itu kursiku!"

__ADS_1


"Kursi mu? Kursimu? Ada gitu namamu disana? Mana?" Sakura celingukan mencari tanda nama 'Lindsay' di meja tempat mereka makan. "Adanya hanya sebuah kartu dengan tulisan kaligrafi indah disana.


Tulip


"Tulip itu siapa Alessandro?" tanya Sakura manis.


"Tulip itu kamu, Tesoro" jawab Alessandro dengan nada rendah dan terdengar nada mesra di dalamnya.


"Nah! Aku tidak menemukan namamu atau pun apa saja lah yang menunjukkan bahwa kursi ini adalah milikmu." Sakura menatap Lindsay dengan wajah serius. "Jadi, kursi ini tetap menjadi tempat aku duduk dan makan!"


Wajah Lindsay tampak memerah menahan amarah tapi dirinya tidak bisa apa-apa karena tatapan tajam Alessandro dan Raffa membuatnya fidak berkutik.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Aku lanjut besok karena mataku sudah tidak kuat


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2