Between Two Brothers

Between Two Brothers
Keluarga McCloud Bertemu Elane


__ADS_3

RR's Meal West End London


Eagle dan Sakura mengantarkan Elane sampai ke mobilnya yang imut tapi luas, Mini Cooper Countryman lama.


"Wah, mini juga?" kekeh Sakura yang juga penggemar mobil buatan perusahaan British Motor Corporation yang dirancang awal oleh Sir Alec Issigonis hingga BMW ( Bayerische Motoren Werke AG ) mengakuisisi tapi tetap memakai nama MINI.


"Mobil kecil yang awesome. Apalagi yang model Countryman bisa bawa barang di belakang banyak" senyum Elane.



"Kamu benar." Sakura tersenyum.


"Mr McCloud, besok saya membuat pastry disini atau saya membawa sampel seperti sekarang?" tanya Elane ke Eagle.


"Kamu bawa tiga sampel seperti tadi lalu kamu praktekan membuat pastry lainnya yang kamu kuasai jadi aku bisa menilai kinerja kamu. Tahu kan bagaimana RR's Meal punya standar yang tinggi" jawab Eagle serius.


"Baik Mr McCloud. Kalau begitu besok saya bawakan pastry dari Korea lalu disini saya buatkan dari negara lain."


"Memang ada berapa negara yang eonni bisa buat pastry nya?" tanya Sakura kepo karena Tante Aruna saja tidak banyak bisa membuat pastry.


Wajah Elane agak memerah. "Aku bisa buat banyak karena aku memang suka pastry."


Eagle teringat dengan Oma buyutnya, Rain Reeves dan Omanya Thara Blair yang pintar membuat pastry. "Saya tunggu besok, Elane."


"Baik, saya permisi dulu. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh..." pamit Elane sambil mengangguk sopan.


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh" balas Eagle dan Sakura.


"Dia cantik ya mas" goda Sakura setelah mobil bewarna hijau itu pergi.


"Iya..."


"Sudah kejar saja..."


"Kejar kemana?"


"Ke toko tempat dia jualan lah! Aku tadi dikasih tahu alamatnya."


Eagle menoleh ke arah Sakura lalu mencubit kedua pipinya gemas. "Kamu kok gemesiinnn sih!"


"Aaaawwwww!" Sakura memukul bahu Eagle membuat pria itu melepaskan cubitan pipinya. "Sakit Bambaaaanngggg!"


Eagle hanya tersenyum lalu masuk ke dalam restaurant meninggalkan Sakura yang masih mengusap pipinya yang merah.

__ADS_1


***


Keesokan harinya, Elane sudah tiba di RR's Meal tepat pukul sebelas siang dengan membawa kotak bento tiga lapis. Eric yang menyambut gadis itu lalu mengajak Elane ke lantai dua dimana Eagle sudah menunggu. Sengaja hari ini cicit Elang McCloud itu tidak datang ke McC Custom demi melihat hasil karya Elane.


Eric membuka pintu yang tidak tertutup rapat setelah mengetuk tapi tidak ada sahutan dari Eagle. Ternyata pria itu sedang melakukan video call ke ayahnya Rajendra.


"Ini ruang kerjanya yang baru Dad. Aku buat seperti ini" ucap Eagle.



Yang pamer ke Rajendra


"Bagus kok E. Eh itu siapa?" tanya Rajendra saat melihat seorang gadis berhijab cantik di belakang Eric.


"Hah? Siapa?" Eagle pun menengok ke belakang dan tampak Elane datang bersama Eric dengan membawa tiga kotak bento. "Oh dia Elane Moon, Dad."


"Eric, bagaimana resto?" tanya Rajendra ke asisten putranya.


"Ramai Mr McCloud senior. Chef, aku tinggal dulu ya" pamit Eric.


"Oke. Tinggal saja Ric. Terima kasih sudah mengantarkan Elane." Eagle memberikan kode ke Elane untuk masuk.


"Kalau Mr McCloud masih sibuk, saya bisa tunggu di luar..." ucap Elane tidak enak melihat Eagle sedang melakukan panggilan video dengan ayahnya.


"E, panggilan video Daddy dipindahkan ke tv layar lebar coba. Biar bisa enak lihatnya" pinta Rajendra yang tertarik dengan gadis cantik berhijab mengingatkan dirinya pada Aruna, istrinya.


Eagle pun memindahkan panggilan video sang ayah ke layar lebar dan kali ini Rajendra tidak sendiri tapi Aruna pun ikut serta ketika mendengar suara perempuan di ponsel suaminya dengan putranya. Elane terkejut ketika melihat ibu Eagle ternyata berhijab sama seperti dirinya dan cantik sekali.


Tidak heran kalau Eagle tampan, kedua orangtuanya saja paripurna begitu. - batin Elane. Astaghfirullah... kok aku jadi ngomong yang tidak-tidak.


"Assalamualaikum anak cantik. Boleh Tante tahu namanya siapa?" tanya Aruna penasaran melihat gadis cantik yang belum dilihatnya.


"Wa'alaikum salam Mr McCloud, Mrs McCloud. Perkenalkan nama saya Elane Moon, dan saya sedang mengikuti tawaran kerjasama pastry dengan RR's Meal" jawab Elane sopan.



Gimana Rajendra kagak heboh lihat siapa yang datang ke RR's Meal, mirip Aruna sih


"Elane, panggil saja Oom dan Tante, tidak usah formal. So, kalau boleh tahu kamu orang mana?" tanya Aruna membuat Eagle ketar-ketir karena Mommynya sangat teliti.


"Saya campuran Korea Selatan dan Malaysia tapi kedua orang tua saya sudah meninggal kecelakaan pesawat tiga tahun lalu. Sekarang saya tinggal di Sutton bersama dengan nenek saya dari pihak Eomma dan kami memiliki toko pastry di High Street yang jadi satu dengan rumah kami" jawab Elane.


"Bisa bahasa Melayu atau Indonesia?" tanya Rajendra.

__ADS_1


"Dapatlah Pakcik, meskipun aksen jadi British" senyum Elane yang membuat Rajendra dan Aruna tertawa sedangkan Eagle tersenyum simpul.


"E, Sudah lama Daddy tidak dengar panggilan pakcik" gelak Rajendra. "Oke Elane, boleh dibuka kamu bawa pastry apa?"


"Kemarin Mr McCloud meminta saya membuat tiga pastry dan saya sudah berikan khas Kelantan. Untuk hari ini, saya sudah membawakan tiga pastry dari Korea." Elane membuka tiga kotak Bento yang sudah disusunnya.


"Kemarin yang dari Kelantan, kamu buat apa Elane?" tanya Aruna.


"Kue serimuka, kue akok dan kue kaswi" jawab Eagle. "Enak semua. Anak-anak sampai habis."


Rajendra dan Aruna saling berpandangan. Kok mirip kita dulu ya? Setelahnya pasangan suami istri itu cekikikan membuat Eagle dan Elane menoleh ke arah tv.


"Ada apa Dad?" tanya Eagle.


"Tidak ada apa-apa" jawab Rajendra.


***


London College of Music


Sakura bermain piano dengan tidak semangat karena terbayang Eagle pasti sedang menikmati acara makan camilan buatan Elane.


"Mas Eagle curang! Aku kan juga pengen!" sungut Sakura apalagi tadi malam saat Garvita dan Gabriel datang dari Manchester, jadi ikutan heboh ingin makan pastry buatan gadis berhijab itu.


Garvita sendiri terang-terangan mengompori Eagle untuk mendekati Elane, begitu juga dengan Gabriel. Entah sejak kapan duo G itu makin kesini makin kacau server nya membuat Eagle semalam manyun.


"Haaaaahhh... kenapa kuliah aku sampai jam empat sore siiihhhh" keluh Sakura membuat teman-temannya menoleh judes.


"Park! Kalau mau ngomel, ke Amphitheater sana mumpung lagi pada latihan Hamlet!" omel salah satu temannya.


"Yeeee memang dikira aku penggemar Shakespeare apa ya? No way, Férguso! Aku benci Shakespeare! Kagak ada happy endingnya, terlalu banyak tragedi! Masa kagak boleh dikasih kesempatan bahagia sih? Tuhan saja kasih kesempatan untuk berbahagia, Shakespeare itu macam Hades !" cerocos Sakura membuat teman-temannya melengos.


"Kita ngomong cuma satu kalimat, balasannya satu act Othello!" sungut temannya.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2