
Kediaman Keluarga Park Tokyo Jepang
Hari ini tampak keluarga Park dan Bianchi sedang membicarakan dengan keluarga besar melalui panggilan zoom tentang rencana pernikahan Sakura dan Alessandro yang akan diadakan dua hari usai Natal.
"Jadi Sakura dan Alessandro maunya di mesjid saja?" tanya Hoshi. "Macam pak Levi saja."
Levi dan Yanti hanya tersenyum mengingat dulu mereka juga menikah di mesjid Tokyo.
"Apa modelnya juga bakalan macam pak Levi open donasi saja?" lanjut Hoshi.
"Kami sih mempersilahkan datang ke Tokyo tapi mengingat ini musim dingin, dan cuaca tidak menentu, jika kalian tidak bisa datang, tidak apa-apa. Yang penting kan doanya" senyum Fayza. "Lagipula Sakura dan Ale maunya juga private."
"Kita datang lah, sekalian liburan ke Jepang" ucap Bima sambil menatap Arimbi.
"Yang di Dubai? New York? Aussie? Jakarta? Italia?" tanya Luca.
"Bisa diatur. Tapi kalau tidak bisa datang kan seperti biasa, kalian pasti atur dengan live streaming kan?" senyum Fathir yang tinggal di Australia.
"Dubai insyaallah datang kok, Hideo. Jadi bisa penuh deh mesjid Tokyo" ucap Ayrton.
"Italia pulang kampung Daddy" senyum Leia.
***
Alessandro dan Sakura sama-sama menyelesaikan surat ijin menikah mereka di kantor catatan sipil Tokyo, apalagi keduanya tetap dengan kewarganegaraan masing-masing. Sakura menolak melepaskan kewarganegaraan Jepang dan Amerika Serikat nya karena memiliki aset di dua negara itu.
Berbeda dengan Shinichi yang sudah melepaskan kewarganegaraan Amerika Serikat nya dan memilih menjadi warga negara Jepang, Sakura masih memiliki dual citizenship karena Fayza masih memegang paspor Amerika Serikat sedangkan Hideo sudah melepaskan warga negara Koreanya dan memilih menjadi warga negara Jepang.
Alessandro pun tidak mempermasalahkan mereka berdua berbeda kewarganegaraan tapi tetap bersama nantinya.
"Sudah semua Tulip?" tanya Alessandro.
"Sudah. Tinggal menunggu dua Minggu. Pas kan?" senyum Sakura yang memakai mantel tebal karena musim salju di Tokyo sangatlah menusuk.
"Pas sekali. Ngomong-ngomong, apakah keluarga kamu akan datang?" tanya Alessandro sambil merangkul Sakura keluar dari kantor catatan sipil menuju mobil pria itu.
"Datang tapi sepertinya tidak semuanya. Kamu tahu sendiri kan cuaca disini sedang tidak bisa diprediksi jadi kalau mereka tidak bisa datang, tidak apa-apa."
"Lagipula, tradisi di keluarga kamu kan selalu ada live streaming kan?" Alessandro membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Sakura masuk. Gadis itu pun masuk ke dalam mobil Alfa Romeo nya.
Alessandro pun segera menyusul tunangannya masuk ke dalam kursi pengemudi. "Ya ampun dinginnya." Pria Italia itu pun lalu menstater mobilnya dan pergi meninggalkan gedung pemerintah itu.
"Sebenarnya sih kata appa, bisa diurus semua sama Oom Jin tapi aku bilang yang mau menikah kan kita jadi kenapa tidak kita nikmati saja proses nya."
"Makanya aku lama disini untuk membereskan semuanya. Menikmati proses seperti ini kan membuat kita tahu betapa mau menikah saja pakai acara muter-muter dari kedutaan satu ke kantor catatan sipil, balik lagi ke mesjid..." senyum Alessandro. "Lagipula aku disini juga sekalian bekerja memeriksa Rumah mode Morr dan bisnis granit dengan klien kita Jepang."
"Apakah bisnisnya berjalan lancar?" tanya Sakura sambil menggosokkan kedua tangannya. Alessandro melihat itu lalu meraih tangan Sakura dan menggenggamnya.
__ADS_1
"Alhamdulillah. Kita makan ramen panas yuk?" ajaknya.
"Yuk! Aku ingin makanan panas-panas."
***
The Wedding Day Mesjid Tokyo Shibuya
Pagi ini Sakura dan Alessandro sudah siap dengan acara ijab qobul dan para tamu undangan kebanyakan memakai pakaian tebal karena Tokyo tahun ini super dingin meskipun mesjid sudah dipasang pemanas
Hideo menjadi wali nikah putrinya dan Luca serta Bima menjadi saksi dari pihak Sakura sedangkan Benigno dan Dante Mancini menjadi saksi pihak Alessandro. Bacaan ijab pun berjalan lancar tapi mas kawin Alessandro yang membuat semua orang melongo.
***
"Resort di Tuscany? Tuscany Italy? Wow!" seru Luke Bianchi. "View nya wow!"
"Itu baru resort, belum saham di Morr, Lamborghini keluaran terbaru dan rumah di Milan..." hitung Valentino. "Eh Kungkang, besok kamu jangan mau kalah dengan adik iparmu buat mas kawin Kedasih."
Shinichi hanya tersenyum. "Mas kawin itu semampunya, semadyanya. Yang tidak memberatkan aku, dan membuat Dash-dash tidak enak memintanya."
"Memang kamu sudah rencana kasih apa ke Kedasih?" tanya Arkananta.
"Gak seru kalau aku ucapkan disini lah! Ditunggu tanggal mainnya."
Para sepupunya yang datang hanya bisa menatap sebal ke Shinichi Park yang asyik bermain rubik.
***
"Resort?"
"Resort Tulip."
"Buat aku?"
"Buat kamu."
"Buat apa?"
"Buat kamu kelola lah! Sebenarnya itu resort milik keluarga Thomas tapi setelah mereka aku buang ke Fureai Sekibutsu, resort itu kosong. Tidak ada dari keluarga Moretti mau mengurusnya dan menurut aku, kamu mampu mengurusnya menjadi sesuatu yang menghasilkan lebih dari sekarang."
"Selama ini siapa yang mengurus?"
"Manajemen Moretti Ltd. Kan kami memiliki beberapa divisi dan departemen yang mengurus masing-masing bidang."
"Tapi masih beroperasi kan?" tanya Sakura.
"Masih lah Tulip!" Alessandro memeluk tubuh istrinya. "Itu punya kamu sekarang."
__ADS_1
"Keluarga kamu apa tidak protes asetnya aku pegang ?"
"Berani lawan aku, Aokigahara masih kosong kan?" seringai Alessandro yang membuat Sakura terbahak.
"Senang kamu ya punya tempat buang orang" kekeh Sakura.
"Well, setidaknya aku masih manusiawi lah dibandingkan Luke Bianchi yang membuang orang ke kolam piranha nya" gumam Alessandro dengan wajah serius.
"Bisa dibilang nanti Jepang akan penuh dengan orang Italia yang kamu buang lho."
"Hantu Jepang pun nanti belajar bahasa Italiano."
Sakura tertawa mendengar ucapan receh suaminya. "Dasar manusia spidol! Kenapa makin lama kamu makin ketularan kacaunya keluarga aku sih?"
"Aku begini hanya denganmu saja Tulip, tidak dengan orang lain. Well, denganmu dan keluarga kita saja. Karena beban pekerjaan aku banyak, sayang, jadi ketularan receh itu penting demi menghilangkan stress di aku juga..." Alessandro mencium kening Sakura.
"Appa dan mommy akan sepi deh aku tinggal pergi ke Milan..."
"Anggap saja kita diantara Opamu dan Appamu. Kita di Eropa, opamu di State dan appamu di Asia Timur. So, kalau mau ketemu, tinggal di Milan saja lah!" senyum Alessandro.
"Dasar!"
***
"Jadi Eagle menunda hingga Mei?" tanya Fayza ke Emi dan Freya.
"Iya ditunda Mei tahun depan sebab proses kemoterapi nenek Elane dijadwalkan selesai Maret. Dan menurut Aruna, cukup lah persiapan keduanya menikah di bulan Meinya. Lagipula, Keluarga kita kan lebih suka pernikahan yang private dan tidak banyak tamu undangan" jawab Emi.
"Eagle sudah cocok ya dengan Elane?"
"Sudah tuh. Memang Eagle cocok dengan Elane man mirip mbak Aruna" jawab Freya. "Oh, mumpung di Jepang... Bimaaaaa, kita ke Aokigahara yuk!"
Bima yang mendengar ucapan Freya menoleh. "Kemana?" sahutnya.
"Aokigahara! Sehari saja!"
Bima menatap Freya horor. "OOGGAAAAHHHH!!!!"
Semua orang di mesjid itu tertawa terbahak-bahak.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️