
Intercontinental Barclays Hotel Manhattan New York
Sakura berkeliling menemui semua sepupunya yang tampak heboh dengan kerusuhan masing-masing dan akhirnya bertemu dengan Kedasih Jayanti yang diajak sang kakak Shinichi.
"Akhirnya ikut juga ke New York. Kalau aku nggak ributin, gak mau berangkat juga kan?" goda Sakura ke asisten kakaknya.
"Mas Shin juga maksa aku sih, katanya gini 'Oh burung bulbul, kalau kamu tidak ikut itu bagaikan aku di laboratorium manyun sendirian tidak ada yang bisa dijahili.' Padahal aku juga tahu kalau mas Shin pasti kumpul dengan sepupunya ya?" jawab Kedasih.
"Kayak kamu nggak tahu kelakuan kakakku yang selalu ingin ke planet Namec saja" kekeh Sakura.
"Sakura, padahal planet Namec kan cuma khayalan nya Akira Toriyama tho?" Kedasih menatap Sakura bingung.
"Aku kasih tahu ya, kalau kakakku si Kungkang itu tetap mengeyel bahwa planet Namec itu ada, iyain aja daripada kamu nanti diajak traveling tata Surya dan main cari planet yang tidak jelas. Yang ada kamu bakalan pusing! Kamu kan sudah pusing menghadapi mas Shin sehari hari kan? Jangan ditambah dengan penelitian tidak jelas lagi!" nasehat Sakura. "Tapi aku salut sama kamu deh Dash, bisa tabah seharian di laboratorium sama mas Shin."
"Mau gimana lagi Sakura. Sudah tugas aku sih tapi aku suka mas Shin itu apa adanya meskipun gayanya sering Membagongkan."
"Kamu nggak papa dipanggil seenaknya sama mas Shin?"
"Kamu tahu, pertama ketemu saat aku masih belum bisa bicara, mas Shin manggil aku Kedasih dari Jayagiri coba...." adu Kedasih yang membuat Sakura tertawa terbahak-bahak. "Aku hitung, mas Shin sepertinya sudah memanggil aku dengan nama semua burung yang ada di dunia..."
Sakura semakin terbahak. "Nggak papa. Aku juga sama kok, manggil Alessandro suka-suka aku."
Kedasih melongo. "Owalaahhh, kamu tuh jebule sama saja sama mas Shin."
"Hey, kita kakak adik, jadi wajar dong?" ujar Sakura sambil mendongakkan dagunya membuat Kedasih tertawa.
"Kalau gaya begini tidak diragukan kalau kalian kakak adik, soalnya sama!" kekeh Kedasih.
***
Elane memperlihatkan hasil karyanya ke Kalila Al Jordan dan Raine Blair. Kedua gadis itu tampak sangat antusias dengan macam-macam pastry yang dipesan oleh Eagle untuk restauran RR's Meal nya.
"Mbak Elane jago ih bikin pastry aneh-aneh. Aku bikin bakpau nggak bantat aja sudah bagus" gelak Kalila.
"Kalian bisa masak?" tanya Elane yang tidak yakin gadis-gadis keluarga Sultan ini mau masuk dapur.
"Bisa lah. Oma dan mommy kami cerewet soal anak gadisnya harus bisa masak. Tapi aku paling suka masak masakan Jepang atau Western, bumbunya nggak serumit masakan Jawa atau masakan Indonesia lainnya yang harus berani bumbu" jawab Raine.
__ADS_1
"Bener tuh Raine. Kan mommy ku campuran Jepang Malaysia dan kalau sudah masak masakan Melayu dan aku harus di dapur bantuin, hanya bisa melongo melihat bumbunya banyak banget! Apalagi masakan Arab, sama aja sih! Intinya harus berani bumbu! Beda dengan masakan Jepang" timpal Kalila yang putri Georgina Kazuo Al Jordan, campuran Jepang, Inggris, Malaysia. ( Baca The Four Emirs ).
"Eh mbak Elane tahu nggak, aku dan Lila sama lho, sama-sama kembar. Aku kembaran dengan Radhi, kalau Lila dengan Ken. Usia kami sebaya dan sekarang aku kuliah di desain interior, kalau Lila kuliah di bisnis sedangkan Ken di fakultas kedokteran" ucap Raine.
"Wah hebat. Kalian apa seperti ini?" tanya Elane sambil melihat bagaimana dengan santainya Zinnia dan Nadira heboh mengelus perut Juliet dan Gemini.
"Seperti apa mbak?" tanya Kalila.
"Tidak ada jaimnya..."
Kedua putri Emir itu terbahak. "Mbak, semakin kamu jaim, semakin kamu rugi soalnya disini semua sama, cicitnya klan Pratomo. Nggak perduli mbak Zee ratu Belgia ataupun mbak Leia istri pengusaha anggur sama dengan mbak Gemini, semua sama mbak" senyum Raine.
"Oh. Apa semua sudah ada pasangan?"
"Aku dan Raine masih jomblo tapi aku katanya sudah dijodohkan sama pangeran Qatar yang sampai detik ini aku malah belum pernah ketemu!" ucap Kalila. "Aku curiga dia bentukannya macam Kapten Migure nya detektif Conan."
Elane melongo. "Masa iya?"
"Habis setiap aku minta dikasih lihat wajahnya, tidak pernah ada datanya termasuk Oom Benji pun tidak bisa menemukan. Kan bisa jadi dia gemuk, pendek, jelek, kumisan..." sungut Kalila.
"Bakalan aku hajar karena bikin aku suudzon!"
Elane dan Raine tertawa kecil mendengar ucapan Kalila.
"Sebenarnya kalau tidak sreg, tolak saja Lila" ucap Elane lembut.
"Maunya mbak, tapi gara-gara Oma Sabine bikin perjanjian dengan Emir Qatar, kacau deh! Masalahnya Emir Qatar itu spesifik minta yang memiliki nama belakang Al Jordan sedangkan Garvita meskipun memegang nama Al Jordan tapi ada Schumacher di belakangnya plus anak itu sudah punya Gabriel. Akhirnya aku lah yang kena...." keluh Kalila.
Tiba-tiba suara ketukan di pintu membuat para wanita itu menoleh. Tampak seorang pria tampan memakai baju pengawal Al Jordan berdiri disana.
"Mau apa lagi pengawal ku satu itu?" gerutu Kalila.
"Maaf ladies, your highness" salam Pria itu. "Saya mencari Nona Kalila."
"Apa Alex?" sahut Kalila sambil berdiri.
"Nyonya Georgina mencari anda, nona Kalila" jawab pria yang dipanggil Alex itu.
__ADS_1
Kalila menghela nafas panjang. "Maaf mbak Elane, aku ke mommy dulu." Gadis itu pun berjalan mendekati pengawalnya dan keduanya pun keluar dari kamar Penthouse itu.
"Pengawal nya Kalila itu?" tanya Elane ke Raine.
"Iya."
"Tampan lho" puji Elane yang kemudian menutup mulutnya.
Raine tertawa. "Awas mbak, mas Eagle bisa cemburu lho..."
"Astaghfirullah, kok aku memuji pria ya Raine."
"Wajar mbak, disini fisiknya cakep-cakep dan cantik-cantik tapi sifatnya, bobrok gesrek!" kekeh Raine.
"Kalila kok sepertinya nggak suka dengan pengawalnya?" tanya Elane lagi karena melihat bahasa tubuh Kalila yang ogah-ogahan.
"Pengawal nya lebih ketat aturannya dibandingkan Gabriel ke Garvita. Kalila itu tipenya suka kebebasan tapi sama Oom Enzo tetap dilarang aneh-aneh..." Raine berbisik. "Padahal Kalila hobi ikut balapan motor bareng sama Ken. Tapi semenjak Ken kuliah di kedokteran, tinggal Kalila yang masih suka balapan."
"Waduh, kok hobinya berbahaya sih..." Elane menatap cemas ke Raine.
"Mbak Elane, kalau soal balapan, itu sudah mendarah daging soalnya daddynya Kalila itu adalah Enzo Al Jordan."
Elane terkejut lagi. "Astaghfirullah, pembalap legendaris itu?"
"Yup dan sekarang Radhi, kembaran aku yang mengikuti jejak Oom Enzo menjadi pembalap F1 di tim yang sama, Scuderia Ferrari" jawab Raine bangga.
Elane hanya menggelengkan kepalanya. Syukur Alhamdulillah aku sudah tidak pingsan dengan banyak kejutan di keluarga besar Eagle.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1