Between Two Brothers

Between Two Brothers
Jadi Aku Salah Gitu?


__ADS_3

RR's Meal West End London


"Appaa? Kamu sudah mendapatkan gambaran jodoh kamu?" tanya Clarissa tidak percaya.


"Terserah kamu percaya atau tidak, tapi jika kamu merasa perhatian aku kamu salah tafsirkan, aku minta maaf. Aku menghormati kamu sebagai teman dan maaf aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan, Cla" jawab Eagle.


Pria bermata biru itu tidak menampik jika beberapa kali Clarissa mengajaknya makan siang atau sekedar menemani jalan-jalan. Dan selama itu pun, Eagle mengambil jarak dengan tidak memberikan sikap yang bisa membuat Clarissa salah persepsi.


Aku ambil jarak saja, Cla sudah salah paham. Apalagi kalau aku tidak ambil jarak.


"Kamu... " Clarissa mengusap air matanya yang tiba-tiba keluar. Dan setelahnya gadis itu berjalan keluar dengan dagu terangkat meninggalkan Eagle dan Sakura yang masih terdiam.


Hampir sepuluh menit keheningan tercipta di ruang kerja Eagle. Sakura pun berdiri lalu berjalan ke kursi Eagle. "Dia wanita Italia. Pasti kuat mas" ucap Sakura di hadapan kakak sepupunya.


"Mas Eagle tidak memberikan harapan lho Sakura. Selama ini Clarissa yang mengajak mas pergi. Mas cuma sekali ajak pergi makan siang setelah kami pergi dari mencari bahan kain. Kami cuma makan siang di tempat Abdullah dan Maryam."


"Mas, kalau wanita atau pria sudah jatuh cinta, akan menabrak semuanya. Bahkan nekad it's a must!" ucap Sakura.


"Lho? Sakura disini?"


Sakura dan Eagle menoleh kearah pintu dan tampak disana Aruna, Nadira dan Biana berdiri di pintu ruang kerja boss RR's Meal.


***


"Tante Aruna menginap dimana? Opa Arjuna?" tanya Sakura di meja makan ruang VIP RR's Meal khusus keluarga Pratomo.


"Iyalah. Opa dan Oma kan kangen cicitnya. Dan kamu tahu, tadi Oma Sekar bilang, Bia bakalan bar-bar macam aku coba!" ucap Aruna sedikit sombong membuat Nadira melengos.


"Mom, janganlah didoktrin Bia jadi bar-bar macam Omanya. Aku dan mas Pedro kalem-kalem semua."


"Nadira, apa kamu lupa ... Oma buyutmu, Rain Reeves apa kabar? Oma Rain memang kalem tapi deadly!" balas Aruna.


"Mom, aku tahu mom menghajar cewek yang ngejar-ngejar Daddy hingga dibanting tapi janganlah Bia diajari..." pinta Nadira. "Mas Pedro bisa shock!"


"Well, mommy sih nggak ngajarin tapi kalau gennya Oma kamu lebih kuat, kamu bisa bilang apa?" cengir Aruna.


Eagle dan Sakura hanya bisa diam mendengarkan keributan antara Aruna dan Nadira.

__ADS_1


"Bagaimana tadi bertemu dengan Elane?" tanya Eagle mengalihkan keributan ibu dan kakaknya.


"Aslinya Elane lebih cantik dari yang di foto ya dik" senyum Nadira. "Mbak sih suka sama anak itu. Opa Arjuna dan Oma Sekar juga sudah oke..."


"Cuma Elane nya yang masih ragu sama kamu" sambung Aruna.


"Lha kenapa ragu sama aku?" tanya Eagle bingung.


"Sebab, Elane merasa kasta kalian berbeda jauh" jawab Nadira.


Eagle melongo. "What? Aku tidak mikir soal dia keluarga menengah atau..."


"E, wajar kalau Elane merasa insecure mengingat kamu kan pengusaha sukses. Bisnis kamu kan terkenal seantero Inggris Raya bahkan nama RR's Meal sudah menjadi trademark tersendiri." Aruna menatap Eagle.


"Tapi ..."


"Dik, berikan Elane waktu untuk meyakinkan dirinya dulu. Sebab jika dia sudah yakin, insyaallah jalan kalian semakin lancar." Nadira menepuk bahu adiknya.


Eagle mengangguk.


"So, bagaimana kamu dengan Clarissa Moretti?" tanya Aruna yang membuat Eagle dan Sakura melongo.


"Apakah kamu memberikan clue atau harapan?" tanya Nadira.


"Nope. Clarissa yang selalu mengajak aku pergi dan tidak selalu aku turuti karena jika waktunya tidak memungkinkan, aku juga menolak nya. Dan tidak ada kontak fisik apapun asal kalian tahu."


"Tapi dengan kamu menerima ajakannya, akan berbeda persepsi. Dia mengira kamu ada perasaan padanya padahal kamu hanya menganggap teman. Kamu itu masa nggak paham bahasa tubuh psikologis wanita sih?" omel Nadira.


"Mbak Dira apa tidak pernah mengajak bang Pedro pergi duluan gitu saat belum pacaran?"


"Mbak? Ngajak mas Pedro? Boro-boro! Yang ada Daddy sudah bawa pisau chefnya! Kamu tahu, awal ketemu saja Daddy sudah ingin jotos mas Pedro ( Baca The Bianchis - Nadira McCloud chapter )!" sungut Nadira.


"Sudah-sudah, terus Clarissa patah hati saat tahu kenyataannya?" Aruna menatap putra bungsunya.


"Tadi datang Tante dan mas Eagle sudah menolak kesekian kalinya. Tapi nanti aku akan bilang ke Alessandro untuk mengurus Clarissa" ucap Sakura.


"Tolong ya Sakura..." pinta Eagle.

__ADS_1


Sakura mengangguk.


***


Ruang Kerja Clarissa Moretti


"Rissa, jangan menangis terus... Eagle mungkin memang bukan jodoh kamu" ucap Alessandro saat melakukan panggilan video setelah mendapatkan pesan dari Sakura.


"Tapi Ale, aku sangat mencintai Eagle! Dia satu-satunya pria yang sangat menghormati aku! Kamu tahu, dia tidak pernah berusaha menyentuh aku..."


"Rissa, Eagle memang pria langka dan itulah cara dia memperlakukan kamu dengan memberikan kode bahwa dia hanya menganggap kamu teman. Berbeda jika dia memiliki perasaan lebih seperti aku ke Sakura, entah bagaimana caranya aku ingin selalu bersentuhan dengannya" senyum Alessandro.


"Semua gara-gara Elane!" desis Clarissa.


"Rissa, jika kamu hendak berbuat aneh-aneh pada Elane, kamu akan semakin dijauhi Eagle! Bukan tidak mungkin Eagle dan Sakura akan membencimu seumur hidup dan itu berdampak dengan hubungan aku. Sayang, kamu cantik, kamu cerdas, kamu sukses, tapi Eagle bukan untukmu. Aku yakin, Tuhan sedang menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu. Memang tidak ada pria yang seperti Eagle lagi, tapi pria ini akan jauh mencintaimu sepenuh hati." Alessandro menatap sayang ke sepupunya. "Percaya padaku."


Clarissa mengusap air matanya. "Apa aku harus seperti mu hingga bisa tenang seperti itu saat ayah Sakura menghukummu?"


Alessandro tertawa kecil. "Rissa sayang, masalah hati, masalah iman, itu akan hadir tanpa kita duga. Jika kamu masih belum tenang, kenapa tidak kamu datang ke gereja, mencari ketenangan disana. Kamu berdoa disana dan aku yakin kamu akan jauh lebih baik."


Clarissa tersenyum. "Thanks Ale. Oh, bagaimana dengan Raffa? Apakah dia sudah bisa menerima kenyataan kalau kamu yang dipilih Sakura?"


"Raffa sedang belajar menerimanya dan dia akan mengambil alih rumah mode kita di Los Angeles karena Justin akan mengundurkan diri bukan?"


Clarissa mengangguk. "Kamu benar. Berdoa dan bekerja itu adalah obat penghibur hati."


"Sudah, jangan sedih. Jadilah Clarissa yang kuat. Kamu kan wanita Italia yang dikenal kuat mentalnya" bujuk Alessandro. "Lihat mukamu jadi jelek..."


"Ale! Kamu menyebalkan!" cebik Clarissa sebal.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2