Between Two Brothers

Between Two Brothers
Taruhan Fayza


__ADS_3

Kediaman Keluarga McCloud di Manhattan New York


Wajah Elane memerah saat Eagle mengusap kepalanya yang tertutup hijab. Dan ini adalah sentuhan pertama Eagle setelah mereka berpacaran meskipun dulu pria itu pernah menggendongnya saat pingsan bertemu dengan Sean dan Zinnia.


"Ayo masuk. Apa kamu mau jalan-jalan macam Carrie Bradshaw?" goda Eagle.


Elane hanya tersenyum. "Elane masuk saja kok mas..."


Eagle nyaris tersandung tangga.


***


Waktu terus berlalu dan tidak terasa setahun sudah hukuman Alesandro dari Hideo Kojima Park pun berakhir. Alessandro pun sudah berani menemui Sakura yang sudah kembali ke Tokyo untuk membantu toko emas milik keluarga Kojima.


Pria berdarah Italia itu pun mendatangi toko emas Ginza karena tahu gadisnya berada disana bersama dengan Hideo.


"Alessandro? Apa kabar?" sapa Jin, asisten setia Hideo.


"Paman Jin. Alhamdulillah baik. Apakah Sakura dan Signor Park ada?" tanya Alessandro setelah memeluk pria paruh baya yang masih tampak energik itu.


"Ada. Shinichi juga ada" senyum Jin yang membuat Alessandro cemberut.


"Terkadang aku benci dengan calon kakak ipar aku ..." gumam Alessandro.


"Jangan benci pada Shinichi, dia anak lucu lho..." gelak Jin. "Satu-satunya orang yang bisa membuat aku tertawa."


Alessandro tersenyum karena dia tahu dari cerita Sakura kalau asisten appanya adalah pria yang jarang tersenyum bahkan jauh lebih kaku dari bossnya.


"Ale, apa kamu sudah yakin dengan Sakura? Bagaimana dengan adikmu, Raffa?"


"Raffa sudah punya pacar di Los Angeles hanya saja dia belum mau go public karena kekasihnya orang biasa. Seorang guru SD dan tidak suka publisitas."


"Baguslah. Kasihan kalau dijadikan bahan gosip dan julid para wartawan dan paparazzi."


"Tapi cepat atau lambat pasti Raffa akan publikasikan kekasihnya" senyum Alessandro.


"Semoga kekasihnya bisa tabah dengan kehidupan glamor kalian." Jin mengetuk pintu ruang kerja Hideo dan membukanya.


Tampak Hideo sedang berdiskusi dengan Sakura dan Shinichi disana. Gadis itu tersenyum saat melihat kekasihnya datang.


"Assalamualaikum" salam Alessandro.


"Wa'alaikum salam. Masuk Ale" ucap Hideo.


Sakura langsung menghampiri kekasih nya dan Alessandro tanpa ragu mencium kening Sakura membuat Shinichi mendelik.


"Oom Hideo" senyum Alessandro yang mendatangi Hideo untuk Salim. "Park."

__ADS_1


"Morotin." Shinichi dan Alessandro saling menatap judes satu sama lain.


"Bagaimana Alessandro? Sudah official?" tanya Hideo mengacuhkan perang dingin antara putra sulungnya dan calon menantunya.


"Alhamdulillah sudah Oom."


"Bagus. Duduk Ale." Alessandro pun duduk di kursi depan meja kerja Hideo. Jin pun ikut menimbrung dengan keluarganya. Ya, Jin memang memutuskan untuk tidak menikah demi melindungi keluarga Hideo yang sudah dianggapnya bagian dari dirinya.


"Terimakasih Oom Hideo."


Sakura memilih duduk di kursi sebelah kursi ayahnya.


"So, Shin, sudah siap untuk duel dengan Alessandro?" goda Hideo ke putra sulungnya.


"Anytime I'm ready Appa" jawab Shinichi sambil melirik judes ke calon adik iparnya.


Alessandro hanya tersenyum melihat ekspresi Shinichi.


"Oke. Kita golf besok hari Minggu! Deal?" putus Hideo.


"Deal!" ucap Shinichi dan Alessandro bersamaan.


"Ya ampun kalian itu..." gumam Sakura sambil memegang pelipisnya.


***


Elane menatap Eagle dengan wajah serius membuat suasana tidak nyaman terasa disana. Keduanya sedang berada di ruang VIP RR's Meal untuk berbicara topik yang penting.


"Jadi kamu memilih menunda pernikahan tahun depan?" tanya Eagle meyakinkan padahal semua sudah pada tahu kalau akhir tahun ini usai pernikahan Gemintang dan Raj di bulan Agustus besok, merekalah yang akan segera menikah.


"Iya mas. Aku tidak mau nenek merasa tertekan karena yang namanya kemoterapi tidak boleh stress. Dan aku tidak mau itu mas."


Sepulang dari New York, Elane mendapati nenek Hasanah masuk ke rumah sakit tanpa memberi tahukan pada dirinya. Ternyata hasil diagnosa, nenek Hasanah menderita kanker payu*dara stadium dua dan harus melakukan kemoterapi rutin selama enam bulan. Tentu saja Elane tidak mau meninggalkan neneknya sendirian menjalani kemoterapi.


Eagle tersenyum maklum. "Aku tahu kamu juga tidak akan tenang jika kita harus memikirkan persiapan pernikahan tapi juga kemoterapi nenek. Nanti aku sampaikan pada mommy dan Daddy. Mereka pasti maklum karena kondisi ini kan demi kesehatan nenek dan kamu ingin nenek sehat pada saat kita menikah kan?"


"Iya mas. Meskipun stadium dua sebenarnya tidak perlu kemoterapi rutin tapi kan nenek sudah berusia lanjut dan dokter tidak mau sel kankernya akan terus menyebar. Setidaknya masih memberikan life value untuk nenek."


Eagle mengangguk. "Nanti biar aku bilang pada saudaraku, siapa yang mau nikah, akhir tahun kosong tuh..."


Elane tertawa kecil. "Aku yakin pasti Sakura dan Alessandro yang akan mengambil masa itu karena Sakura sudah tidak sabar..."


"Iya. Apalagi Alessandro kan sudah selesai masa hukumannya dari Oom Hideo" timpal Eagle.


***


Tokyo Jepang

__ADS_1


"Eagle dan Elane menunda pernikahan?" tanya Fayza saat melakukan panggilan video ke para sepupunya untuk mempersiapkan bulan depan ke Brussels acara pernikahan Gemintang dan Raj.


"Iya, soalnya nenek Elane didiagnosa terkena kanker payu*dara dan Elane ingin menemani setiap Bu Hasanah menjalani kemoterapi jadi Eagle memutuskan untuk menunda tahun depan dengan asumsi Bu Hasanah sudah selesai kemoterapi enam bulan ini" jawab Aruna.


"Fay, mumpung Desember kosong, kenapa tidak Sakura atau Shinichi saja yang ambil waktunya untuk menikah. Shinichi sudah serius dengan Kedasih kan?" usul Freya.


"Ichi memang sudah serius dengan Kedasih tapi tampaknya untuk menikah masih jauh. Bukan apa-apa, apa kalian tidak hapal kelakuan Ichi?" keluh Fayza yang selalu pusing dengan kelakuan ajaib putra sulungnya.


"Ah iya..." gumam para wanita cantik di layar monitor.


"Coba kamu tantang Alessandro. Berani tidak dia menikah akhir tahun ini. Kalau berani, salut aku!" ucap Emi serius.


"Besok kan ada duel golf antara Ichi dan Ale. Akan aku naikan taruhannya" senyum Fayza licik.


"Good job Fay! Jangan bikin malu nama Opa Javier Arata!" cengir Freya.


***


Golf Park Tokyo Jepang


Alessandro sudah siap bersama dengan keluarga Park dan kali ini, dirinya membawa peralatan golf sendiri yang sengaja dibawanya dari Milan. Alessandro lebih nyaman menggunakan stik golf custom miliknya daripada pakai stik golf orang lain.


"Sudah siap?" tanya Hideo yang juga mengajak Jin sebagai penengah jika terjadi baku hantam antara Shinichi dan Alessandro.


"Sudah. Kart nya juga sudah siap" jawab Jin.


"Tunggu dulu. Aku punya taruhan yang lebih baik" ucap Fayza.


"Apa itu Fay?" tanya Hideo.


"Jika Ale bisa memenangkan dua dari tiga duel, apakah kamu berani melamar Sakura dan menikah akhir tahun ini?" tantang Fayza membuat semua orang melongo.


"Lho? Bukannya akhir tahun harusnya jatah mas Eagle?" tanya Sakura.


"Well, Eagle dan Elane harus menunda hingga tahun depan karena satu dan lain hal. Bagaimana Ale? Berani?" Mata biru Fayza menatap Alessandro serius.


Alessandro lalu mengulurkan tangannya ke Fayza. "Deal Tante Fayza."


Fayza menyambut uluran tangan Alessandro. "Good!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift cards

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2