
Malam Hari di Kediaman Keluarga Park...
Alessandro tampak menikmati acara makan malam bersama dengan keluarga Sakura. Hideo yang biasanya dingin, tampak tersenyum tipis mendengar cerita lucu dari Shinichi dan Kedasih tentang salah satu rekan mereka di laboratorium.
Pria Italia itu melihat bagaimana hangatnya keluarga Park satu dengan lainnya membuat dirinya menjadi teringat keluarga nya yang sekarang harus terpencar karena Raffa di Los Angeles, dirinya di Milan dan kedua orangtuanya di Tokyo.
"So, Ale, kapan kamu akan membawa Benigno dan Marjorie kemari?" tanya Fayza.
"Insyaallah secepatnya, Tante Fayza."
"Jangan lupa buat pelangkah ku" celetuk Shinichi.
"Pelangkah? Tapi Ichi, biasanya anak laki nggak ada pelangkah. Kalau kakak perempuan itu memang ada pelangkahnya" sahut Fayza.
"Pokoknya tetap ada lah mommy" eyel Shinichi.
"Jangan aneh-aneh lho Shin." Hideo menatap putra ajaibnya yang sering Membagongkan itu.
"Nggak aneh-aneh. Tenang saja."
***
Usai makan malam, Alessandro meminta untuk berbicara bertiga ke Hideo dan Fayza. Ayah Sakura itu pun mengajak calon menantunya masuk ke dalam ruang kerja nya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan Ale?" tanya Hideo setelah ketiganya duduk di sofa ruang kerja mantan pemimpin Mafia Silver Shinning itu.
"Oom Hideo, Tante Fayza, insyallah saya akan membawa mommy dan Daddy Minggu ini untuk segera melamar Sakura. Tapi tadi saya dan Tulip sudah sepakat jika kami ingin menikah secara sederhana di Tokyo" jawab Alessandro.
"Tapi Ale, kamu adalah pemimpin keluarga Moretti, Sakura putri kami satu-satunya... Kenapa tidak..." suara Fayza terhenti ketika Hideo memegang tangan istrinya lembut.
"Kenapa kamu ingin menikah secara sederhana?" tanya Hideo.
"Oom Hideo, saya sudah melihat bagaimana keluarga anda mengadakan pesta dari yang mewah hingga sederhana meskipun sederhana tetap glamor... Sakura tadi bilang hanya ingin dikelilingi keluarganya saja bahkan tadi meminta hanya Keluarga inti di mesjid Tokyo..."
"Hah? Hideo, kenapa Sakura malah ingin sesimpel itu?" Fayza menoleh ke Hideo. "Dimana-mana perempuan itu pasti punya dream wedding... eh tapi dulu kita juga nggak ya?"
Hideo mengusap kepala Fayza lembut. "Ale, apakah kamu keberatan dengan keinginan Sakura?"
"Saya juga lebih suka menikah sederhana, yang penting adalah ijab qobul nya dan setelah itu. Bagi saya, menikah sekali seumur hidup dan hanya dengan Sakura."
Hideo menatap Fayza. "Yang penting ijab qobul nya dan sesuai dengan hukum negara."
Fayza agak sedikit manyun karena bagaimanapun dirinya ingin memberikan pesta pernikahan yang mewah tapi putrinya malah mengikuti jejaknya meminta menikah di mesjid seperti dirinya dulu saat menikah lagi dengan Hideo.
"Sayang, kamu tahu sendiri kan Sakura bukan tipe anak yang suka hidup glamor macam saudara-saudaranya. Dan jika dia dan Ale ingin menikah secara sederhana, kenapa tidak. Yang penting kan bukan pesta mewah tapi kehidupan pernikahan mereka" senyum Hideo menenangkan istrinya karena tahu Fayza ingin memberikan yang terbaik untuk putri satu-satunya mereka.
Fayza menghela nafas panjang. "Kalau memang kalian maunya begitu, kami mau bilang apa."
***
__ADS_1
"Nggak mau pesta?" tanya Shinichi.
Sakura menggelengkan kepalanya. "Suka simpel. Kita semua ke mesjid, aku dan Ale ijab qobul disana. Selesai!"
"Macam appa dan mommy?"
"Macam appa dan mommy" jawab Sakura yakin.
"Kenapa ingin begitu, Sakura?" tanya Kedasih.
"Aku tidak suka pesta mewah. Bosan..."
Shinichi dan Kedasih saling berpandangan. "Ya ampun..."
"What?! Kita sudah lihat bagaimana, mbak Zee, mbak Leia, bang Luke, Deya dan Raveena, mbak Dira, mbak Bee... Mereka menikah mewah lho..."
"Jangan lupakan duo G dan Gemintang serta Raj. Valentino dan Katya malah dua kali bikin acara habis di Jakarta, ke Madrid..." ucap Shinichi.
"Yang penting kan ijabnya" senyum Kedasih. "Aku setuju dengan Sakura. Simple married itu bukan berarti nggak asyik lho."
Shinichi menoleh ke Kedasih. "Gimana kalau kita meritnya dengan nuansa roket dimana - mana. Ada Apollo 13, ada roketnya Tintin, roketnya the Jetsons, roketnya Scooby Doo..."
Kedasih menatap Sakura. "Kok semakin ngaco ya?"
Sakura tertawa terbahak-bahak. "That's my brother."
***
"Minggu ini? Sabtu ini? Melamar Sakura?" tanya Benigno.
"Iya Dad. Bagaimana?"
Benigno dan Marjorie saling berpandangan. "Tidak masalah! Apalagi kami sudah lama ingin mendengar kapan kalian menikah tapi kamu dan Hideo masih ada urusan yang harus dibereskan, bukan?" senyum Benigno.
"Alhamdulillah sudah selesai dan semua keluarga Sakura sudah memberikan restu..."
"Termasuk Shinichi? Mommy dengar Shinichi dan kamu tidak akur..." kekeh Marjorie.
"Sudah akur kok. Kita sudah bisa mengobrol secara Mano to Mano ( man to man ). Tidak banyak yang tahu, Shinichi aslinya dewasa tapi ketutup dengan sikap absurd nya."
"Dia masih menjadi ilmuwan?" tanya Benigno.
"Masih Dad."
"Karena otaknya sangat cerdas, terkadang pemikirannya sering di luar bayangan kita ya" kekeh Benigno.
"Oke, Ale. Kita akan datang melamar Sakura, gadis pujaan kamu besok Sabtu" putus Marjorie.
***
__ADS_1
Kamar Alessandro di Kediaman Keluarga Moretti Tokyo
"Syukurlah kalian akan segera menikah" ucap Raffa saat Alessandro menghubungi nya untuk mengabarkan rencananya melamar Sakura.
"Sorry little brother ... Sakura memang jodoh aku" senyum Alessandro lewat panggilan video.
"Aku sudah menerimanya Big bro. Lagipula aku sudah punya Katrina dan aku sangat sayang padanya."
"Alhamdulillah... tapi dia masih belum mau muncul di publik ya?" kekeh Alessandro.
"No, Katrina benar-benar wanita sederhana dan aku sangat mencintai nya. Bayangkan Ale, meskipun dia tahu aku siapa tapi dia tetap melihat aku sebagai Raffa Moretti bukan Raffa Moretti pemilik rumah mode Morr. Kami lebih suka menikmati kehidupan yang sederhana. Kamu tahu, saat dia ulang tahun yang ke 24, hanya minta jalan-jalan ke Times Square, lalu ke Broadway dan makan di street food. Hari gini Ale, disaat banyak wanita yang materialistis, tidak Katrina."
Alessandro tersenyum melihat wajah Raffa tampak berbinar saat menceritakan tentang kekasihnya. Alessandro sudah pernah diperkenalkan dengan Katrina Richardson dan tanggapannya sangat positif. Wanita sederhana yang sangat mencintai pekerjaannya sebagai seorang guru.
"Semoga kamu dan Katrina juga akan segera menikah, Raffa."
"Amin. Ohya apakah Shinichi Park merepotkan kamu?"
"Well, dia minta pelangkah yang mungkin adat keluarga nya karena adiknya menikah lebih dulu..."
Raffa tampak bingung. "Pelangkah? Macam imbalan atau syarat karena dia dilangkahi adiknya?"
"Exactly."
"Kira-kira apa Ale? Mengingat dia sangat absurd pola pikirnya."
Alessandro mengedikkan bahunya. "I don't know."
"Semoga masih wajar dan waras mintanya" kekeh Raffa.
"Semoga..." senyum Alessandro.
***
Kediaman Keluarga Park Tokyo Jepang
"Mas Shin, memangnya minta pelangkah apa?" tanya Sakura usai Shinichi pulang mengantar Kedasih ke rumah Profesor Takeda.
"Ada deh!"
"Jangan aneh-aneh!" tegur Sakura gemas.
Shinichi hanya tersenyum smirk.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️