
London College of Music
Garvita menatap pria yang memiliki tinggi lebih dari Gabriel itu dengan tatapan tajam. Jika tidak ingat dia dimana, mau lah rasanya menghajar pria sok kecakepan itu.
Suara applaus terdengar usai Sakura menyelesaikan acara latihan untuk resitalnya membuat Garvita berbalik memandang sepupunya yang sedang membungkuk berterima kasih ke para penontonnya. Setelahnya gadis itu pun turun dari tempat latihan menuju Garvita dan Gabriel berada.
"Hai duo G. Yuk pulang!" ajak Sakura seolah tidak melihat ada Alessandro disana.
"Yuk!" Garvita menggandeng tangan Sakura berjalan menuju mobilnya sedangkan Gabriel bingung melihat gaya Sakura seolah badan besar Alessandro seperti tak kasat mata.
"Tulip!" panggil Alessandro tapi Sakura berlagak tidak dengar.
"Kamu dengar sesuatu Gar?" tanya Sakura.
"Nggak. Memang ada suara gitu?" balas Garvita polos.
"Macam rungon-rungon ( seperti kedengaran - Jawa ) ya. Iiihhh.. syerem. Jadi ingat pas Tante Freya minta diajak ke hutan Aokigahara buat cari penampakan!" Sakura bergidik.
( Note Hutan Aokigahara adalah tempat orang bunuh diri terkenal di Jepang, terletak barat laut Gunung Fuji ).
"Tante Freya memang kacau deh!" gerutu Garvita.
Gabriel menoleh ke arah Alessandro yang memasang wajah kesal dan gemas menjadi satu ke arah satu titik saja, Sakura Park.
"Tulip!" panggil Alessandro lagi.
"Memang sekarang di Belanda lagi musim bunga tulip? Kok dari tadi aku dengar kata tulip?" gumam Sakura membuat Garvita cekikikan. Dua gadis beda tinggi itu tetap berjalan dengan cueknya ke parkiran membuat Alessandro menggeram kesal.
Pria bertubuh tinggi besar itu pun bergegas menyusul Sakura dan Garvita, langsung memotong jalan dan berdiri di hadapan bungsu Hideo Park itu. Kalau saja Sakura tidak menahan langkah nya, pasti wajahnya sudah menabrak dada bidang itu.
"Kamu itu!" Alessandro menepuk kepala Sakura. "Apa tidak lihat aku disana?"
"Siapa ya? Nggak kenal" jawab Sakura cuek.
"Astagaaa gadis satu ini!" gerutu Alessandro gemas dan langsung menarik Sakura. "Ayo, aku antar pulang!"
"Wait! Aku pulang dengan Garvita!" teriak Sakura sambil berusaha melepaskan diri tapi pegangan Alessandro lebih kuat.
"Signor Moretti, nona Sakura akan pulang bersama kami" hadang Gabriel mencegah Alessandro membawa sepupu kekasihnya.
"Tenang saja Gabriel, aku hanya mengajak Tulipku makan siang. Nanti aku antar pulang dengan selamat tanpa tergores sedikit pun." Alessandro lalu menggandeng Sakura masuk ke dalam mobil Aston Martinnya. Gabriel dan Garvita yang hendak mengambil Sakura, dihadang oleh enam orang berpakaian Hitam-hitam, pengawal Moretti.
"Brengseeekkk!" umpat Garvita. Bukan dirinya tidak bisa menghajar semuanya tapi gegerannya itu yang mana pasti menyeret kakaknya Gasendra dan Damian yang panasan ditambah Hideo akan datang menembak Alessandro.
__ADS_1
"Dasar mafia kamprrreeettt kamu Uno!" teriak Garvita kesal.
***
Di dalam mobil Aston Martin
Sakura meninju wajah Alessandro dengan kesal membuat pria itu sedikit kehilangan konsentrasi menyetirnya dan beruntung jalan agak lengang hingga tidak terjadi kecelakaan.
"Dasar manusia spidol! Sukanya seenaknya! Duh, menyesal aku tidak bawa PPK aku! Sudah bolong kepala kamu, tahu nggak!" bentak Sakura kesal.
"Jangan dong, Tulip. Kamu dan aku belum menikah, bagaimana aku dibolongi kepalaku?" jawab Alessandro kalem sambil mengusap rahangnya yang terkena tinju gadis pujaannya. "Ternyata tanganmu kuat juga. Sakura sayang, tangamu itu terlalu cantik untuk meninju aku. Sudah bagus buat memainkan piano, tapi jangan buat meninju wajahku. Lihat, pasti biru dan memar kan?"
"Nggak kelihatan juga! Kan ketutup brewok!" balas Sakura judes membuat Alessandro melirik sebal.
Sudah tahu kembang Sakura otaknya sama dengan kakaknya juga...
Ini cewek ampun deh!
"Ini aku kamu culik kemana?" tanya Sakura yang kemudian mengenali area kantor dan pusat bisnis London. "Kok kesini?"
Alessandro hanya mengacuhkan celoteh Sakura dan memilih berbelok ke arah West End dan memarkirkan mobil mewahnya di area parkir RR's Meal.
Cari mati nih si Ale-ale!
"Ayo, turun Tulip." Alessandro membuka pintu mobilnya lalu memutar dan membukakan pintu milik Sakura. Secara gentleman, pria itu mengulurkan tangannya membantu gadis itu keluar dari mobil.
Sakura berjalan sambil digandeng Alessandro masuk ke dalam restoran. Gadis itu sudah berusaha melepaskan genggaman pria Italia tersebut tapi tetap saja masih kalah kuat.
Head waiter RR's mengenali Sakura dan Alessandro dan menyambut kedua orang itu.
"Miss Park, Signor Moretti. Selamat siang. Anda hendak makan siang disini?" sapa Eric ramah.
"Yes. Aku sudah memesan untuk dua orang" jawab Alessandro sambil tersenyum.
"Baik, meja anda sudah saya siapkan." Eric pun berjalan terlebih dahulu dan Sakura bersama Alessandro pun mengikuti Eric.
"Silahkan duduk" Sakura pun duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh Eric.
"Thanks Eric. Mas Eagle dimana?" tanya Sakura sedangkan Alessandro duduk di depan gadis itu.
"Mr McCloud sedang kedatangan tamu, Miss Park. Oh anda mau pesan apa?" Eric memberikan menu of the day untuk lunch.
__ADS_1
Alessandro dan Sakura pun memesan makanan yang dicatat Eric lalu head waiter itu pergi meninggalkan keduanya untuk menyampaikan pesanan ke dapur.
"So, manusia spidol, apa maksudnya kamu menyeret aku untuk makan siang dimari?" tanya Sakura judes sambil bersedekap.
"Mio Caro ( sayangku ), bukankah kita belum pernah makan siang bersama?" senyum Alessandro yang membuat Sakura memicingkan mata hijau kecoklatan nya.
"Kenapa aku merasakan ada modus di kalimat menggelikan darimu ya?" gumam Sakura.
"Okelah, aku hendak jujur padamu. Aku ingin mengajak kencan bersamamu tapi kamu selalu membawa mobil unyu mu itu. Dan tadi pagi, pengawal bayangan mu yang aku kirim untukmu, mengatakan kamu berangkat bersama Eagle. Jadi, kenapa tidak hari ini aku ajak kamu makan siang sekalian kencan..."
"Kencan itu kalau ada romantic relationship, we're not! Kita tidak ada acara romantisme apapun itu!" jawab Sakura.
"Kita ada Tulip. Kau, aku, berdua, makan bersama, itu sama dengan kencan romantis."
Sakura menutup matanya sembari mendengus sebal. "Teori siapa itu?"
"Teoriku sayang. Setidaknya aku ingin memulai dengan benar. Aku ingin kita saling mengenal dengan cara elegan, makan siang di tempat yang kamu nyaman... Lalu kita berbicara selayaknya dua orang dewasa yang beradab..."
Sakura melongo. "Beradab? Memangnya selama ini tidak?"
Alessandro memajukan tubuhnya mendekati Sakura. "Well, sejujurnya tidak. Karena kamu lebih sering memanggilku dengan nama aneh-aneh..."
Sakura terbahak. "Aku lahir dengan kakak yang begitu suka memanggil orang suka - suka jadi janganlah heran jika aku terbawa."
"Bisakah kamu memanggil aku dengan nama depanku?"
Sakura memajukan tubuhnya hingga mendekati Alessandro. "Apa Moretti Uno? Aku tidak akan pernah memanggil nama depanmu, manusia spidol!"
"Why?"
"Karena aku tidak ingin saja..." cengir Sakura.
Alessandro hanya tersenyum smirk mendengar alasan absurd gadis chubby itu. "Jika kita sudah menikah, Sakura, aku ingin kau memanggil nama depanku saat kita bercinta..."
Wajah Sakura memerah mendengar ucapan seduktif sen*sual dari pria di hadapannya.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️