
London College of Music
Sakura menatap para teman-teman mahasiswa jurusan singing and dance dengan wajah tidak bersemangat. Alessandro mengirimkan pesan kalau dia sudah tiba di Milan dan Steven Hamilton sedang bernegosiasi agar dia tidak dipenjara. Gadis itu duduk Diatas rumput taman di depannya ada sebuah mini Amphitheater yang terdapat di sana.
"Lagian elu juga geblek! Malah kabur!" omel Sakura gemas sendiri.
"Kamu kenapa ngomel-ngomel, Sakura?"
Sakura mengacuhkan suara yang sangat dikenalnya.
"Kakakku pergi, kamu tahu? Jadi aku tidak ada saingan bisa bersamamu" jawab Raffa Moretti.
"Memang si Uno kemana?" tanya Sakura cuek.
"Milan. Kamu tahu, dia dalam masalah hukum sebenarnya jadi dia kabur ke London" Raffa menoleh ke arah Sakura. "Dia hampir membunuh Thomas, sepupu kami."
"Alasannya?"
"Thomas menjual salah satu desain tas kami ke kompetitor dan tentu saja kakakku satu itu langsung menghajar tanpa ampun!" Raffa menatap Sakura. "Apa kamu sanggup mendengar nya?"
"Dengar muka rata, appa ku mantan mafia, ean aku menhajar mu tanpa ampun beberapa kali? Try me!"
"Well, tangan patah, tulang rusuk retak, muka... well tidak berbentuk dan jika pengawalnya tidak menarik Ale, Thomas sudah menghadap sang pencipta."
Sakura tersenyum smirk. "Dia patut mendapatkannya muka rata. Lagian itu kan desain kalian bukan?"
"Kemungkinan kakakku akan di penjara, Sakura."
"Well, jika itu peraturan nya, why not. Seorang pria harus mempertanggungjawabkan perbuatannya."
Raffa menatap Sakura bingung. "Sakura, kemana kata-kata sarkasme dan judesmu? Apa kamu sakit?" Pria itu menyentuh kening Sakura. "Agak hangat... Kamu sakit?"
"No, hanya tidak enak hati saja..." jawab Sakura pelan.
"Apa kuliahmu membebani kamu?" Raffa semakin mendekati Sakura. "Kamu butuh liburan. Apa kita jalan-jalan? Kamu mau kemana? Skotlandia? Wales?"
"Nope. Aku tidak bisa kemana-mana sebab masih ada tugas lainnya."
"Kamu beneran baik-baik saja? Aku antar ke rumah sakit?" Raffa menatap Sakura. "Serius, sayang. Kamu tampak tidak baik-baik saja..."
Aku tidak baik-baik saja karena ditinggal oleh pria yang membuat aku galau!
"I'm fine Muka rata!" bentak Sakura.
Raffa terkejut melihat perubahan sikap Sakura. "You know, aku kangen ucapan sarkasme mu. Please Sakura, kalau kamu sakit, ayo kita ke dokter."
__ADS_1
Tiba-tiba Sakura meninju bahu Raffa. "I'm fine Morotin! Please deh! Kamu itu apa minta aku pukul pakai pedang Kendo? Atau kita mau bertanding lagi? Ayo sini aku jabani!"
Raffa tersenyum senang dan langsung merangkul bahu Sakura. "Aku senang jika kamu marah-marah seperti ini!"
Sakura hanya diam saja. Rasanya berbeda, tidak ada debaran atau apapun.
***
Milan Italia
Pikiran Alessandro melayang ke sosok yang mulai dirindukannya. Dia tahu Raffa menemui Sakura dan dia tahu Raffa merangkul gadis itu tapi Sakura tidak merespon.
Mata coklat Alessandro menatap ke luar jendela ruang hakim tempat Steven Hamilton dan jaksa penuntut umum sedang beradu argumen tentang harus ditahan atau tidaknya Alessandro.
"Saya jamin, Signor Moretti tidak akan pergi keluar Milan sampai sidang dilaksanakan!" ucap Steven Hamilton tegas.
"Tapi Signor Hamilton, buktinya dia pergi setelah Signor Thomas Moretti masuk rumah sakit!" balas jaksa penuntut umum.
"Karena Signor Alessandro Moretti harus ke London menyelesaikan kekacuan yang dibuat Signor Thomas Moretti! Apakah anda tahu desain itu dijual ke kompetitor di London? Bahkan Burberry hampir kena kalau saja director of Art nya tidak teliti dan hapal ciri khas desain Morr. Seriously, Signor Alessandro Moretti hendak menyelamatkan perusahaan milik keluarganya tapi anggota keluarganya yang mengacaukan!!" balas Steven Hamilton yang merupakan sepupu Alea Hamilton, putri Ezra Hamilton dan Keia Al Jordan.
"Tuan Hakim?" Jaksa penuntut umum menatap Hakim yang akan mengurus kasus ini.
"Signor Alessandro Moretti harus menjalani tahanan kota, dilarang keluar negeri dan harus menyerahkan pasport nya sampai sidang selesai!" putus Hakim itu membuat Alessandro menoleh.
"Alessandro, bagaimana?" tanya Steven.
"Ini pasport Signor Moretti." Steven pun menyerahkan ke Hakim.
"Anda simpan, Mr Hamilton tapi jangan disalahgunakan!"
"No Signor. Saya mempertaruhkan firma saya jika saya melanggar aturan!" senyum Steven.
***
"What the hell are you doing, Alessandro! Hampir saja Thomas mampus!" bentak Steven Hamilton gemas.
"Dia yang mulai, Mr Hamilton."
"Seriously! Bagaimana Thomas berani menjualnya? Itu desain kamu kan?" Mereka semua berada di dalam mobil SUV milik Alessandro.
"Yup."
"Apa dia kekurangan uang, Ale?" tanya Steven.
"Jika kamu pecandu narkoba, kamu akan selalu kekurangan uang. Apalagi aku sudah membatasi finansial Thomas. Dan yah, aku tidak menyesal menghajar Thomas hingga nyaris mati karena dia benalu!" jawab Alessandro datar.
__ADS_1
"Aku akan membuat kamu tidak perlu dihukum dan dipenjara karena kamu hanya mempertahankan karya kamu."
"Thanks Mr Hamilton" jawab Alessandro sambil tersenyum tipis.
"Ale, apakah kamu memikirkan seseorang?" tanya Steven pelan.
Alessandro menoleh ke arah pengacara senior itu. "Kenapa kamu berpikir seperti itu?"
"Alessandro, aku seorang pria yang pernah jatuh cinta dan disaat kamu tidak bertemu, rasanya semua dunia kacau balau termasuk otakmu! Sekarang, katakan padaku, siapa gadis itu?" Mata abu-abu Steven menatap Alessandro tajam.
"Why?"
"Supaya kamu konsentrasi, bodoh! Kamu harus menghadapi sidang karena yang menuntut tidak hanya Thomas tapi juga kedua orangtuanya yang memiliki saham di Morr Fashion Ltd! Sekarang, bilang padaku, siapa gadis itu!"
Alessandro menghela nafas panjang. "Oom Steven pasti tidak mengenalnya..."
Steven melongo. "Oom Steven?! Tunggu, hanya keponakan aku dari Alea yang memanggil aku seperti itu! Siapa Alessandro?"
"Sakura Park."
Mata abu-abu Steven terbelalak. "Sakura Park? Putri Hideo Kojima Park dan Fayza Sky?" Seketika ingatan Steven melayang ke kejadian dirinya harus membela Emi Takara Bianchi yang tidak sengaja membunuh orang dengan hak sepatu Jimmy Choo nya. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia ).
"Oom tahu?"
Steven mengeplak kepala Alessandro gemas. "Tentu saja tahu, bodoh! Bahkan mengenal dengan baik!"
Alessandro mengusap kepalanya yang barusan dikeplak Steven.
"Ale, aku tidak menyangka kamu suka dengan gadis itu ... Tapi satu hal yang harus kamu ketahui, Hideo tidak mau putrinya berhubungan dengan mafia karena dia tahu kehidupan kalian para mafia seperti apa!"
"Karena dia mantan ketua Silver Shinning Korea dulu?!" jawab Alessandro.
"Yup, dan gara-gara itu dia nyaris tewas berapa kali bahkan Shinichi putra sulungnya juga hampir mati. Hideo tidak mau anak-anaknya mengalami hal yang sama. Dan jika kamu benar-benar jatuh cinta dengan Sakura ... Jalan mu berat, boy!" jawab Steven Hamilton.
Alessandro menatap lurus ke Steven Hamilton. "Jika Sakura menjadi milikku, aku akan melindunginya dengan nyawaku sebagai taruhannya!"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Maaf semalam ketiduran 😅😅😅
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️