
“Kamu habis bertemu Reagan ya?”
Kelopak mata Bianca melebar menunjukkan seluruh maniknya mendengar pertanyaan Fiona. “Ti-Tidak,” jawab Bianca sedikit gugup.
“Bohong.” Tuduh Fiona ia tidak percaya dengan ucapan Bianca kali ini.
Bianca menelan salivanya susah payah, sangat terkejut dengan pertanyaan Fiona yang tiba-tiba.
Fiona mendekat dan mencium aroma parfum yang menempel di baju milik Bianca. “Wanginya berbeda dengan milik Areliano, kamu pasti bertemu dengan Reagan ya,” ucap Fiona semakin menyudutkan Bianca.
Tidak ingin di sudutkan Bianca mengeluarkan jurusnya untuk melumpuhkan Fiona. “Mommy asal tuduh saja, ya jelas tidak akan tercium wangi parfum Paman Areliano. Lagi pula ini baju milik teman Bianca bukan milik Paman Areliano.”
“Siapa teman kamu? Jangan Bilang Adnan, jelas parfum milik Adnan wanginya tidak seperti ini.”
Entah harus bersyukur atau tidak lahir dari wanita yang memiliki penciuman yang tajam, namun di posisi ini Bianca merasa di rugikan dengan kelebihan Fiona. “Iya ini memang bukan milik Adnan.”
Fiona menjewer telinga Bianca tanpa ampun. “Kamu pergi dengan lelaki mana lagi? Berani ya kamu pacaran sama cowok di belakang Mommy.”
“Aaaa sakit Mommy,” ucap Bianca. Tangannya berusaha melepaskan jeweran Fiona.
__ADS_1
“Cepat katakan kamu pacaran lagi sama siapa?”
“Iya lepas dulu,” ucap Bianca ia tidak tahan dengan rasa sakit dari jeweran Fiona.
Fiona melepaskan tangannya dari telinga Bianca, ia merasa menyesal melihat telinga anaknya yang memerah akibat tangannya sendiri. “Cepat katakan!”
Bibir Bianca mengerucut. “Mommy tuh apaan sih, Bianca kan sudah besar. Yang penting Bianca tidak pacaran lagi dengan Reagan,” jawab Bianca kesal.
“Masalahnya kamu kalau pacaran berani ciu’man, Mommy enggak terima itu. Kamu tuh perempuan harusnya bisa jaga diri, jangan mau di perbudak sama laki-laki.”
Bianca menatap kesal ke arah Fiona. “Kak Luisa juga ciu’man sama pacarnya, kenapa Cuma Bianca yang tidak boleh. Harusnya Kak Luisa juga tidak boleh, mentang-mentang kak Luisa pintar dan bisa di banggakan Mommy memperlakukan Kak Luisa lebih istimewa.”
“Kamu pacaran sama Reagan dan berani ciu’man di depan umum. Memalukan Bianca! Kamu kayak wanita enggak punya harga diri tahu.”
Fiona menampar pipi Bianca dengan sangat kencang. “Bianca!”
Tangan Fiona bergetar hebat setelah menampar Bianca.
Bianca menatap Fiona dengan tatapan permusuhannya, ia berlari meninggalkan Fiona yang tidak mengatakan sepatah kata pun lagi. Ia masuk ke dalam kamar dan menguncinya.
__ADS_1
Bianca naik ke atas tempat tidur, ia menenggelamkan wajahnya pada bantal agar tangisnya tidak di dengar oleh siapa pun.
Hatinya sakit ia tidak pernah menyangka Fiona akan berani mengatai bahwa Bianca tidak punya harga diri. ‘Bianca benci mommy,' batin Bianca. Air matanya terus mengalir, rasa sakit akibat tamparan Fiona memang sakit, tapi lebih sakit ucapan Fiona. Bianca merasa Fiona tidak menganggap Bianca ada.
Fiona berdiri di depan kamar Bianca tanpa berani mengetuk, ucapannya sudah sangat keterlaluan. “Maafkan mommy sayang,” ucap Fiona pelan seperti sebuah bisikan.
***
Pagi harinya Bianca terbangun dengan badan yang terasa tidak karuan, demamnya juga belum turun. Perutnya tidak di isi dari semalam. Tubuh Bianca terasa lemas, ia menarik selimut dan terdiam menatap langit-langit kamarnya. Air matanya ingin kembali turun, namun Bianca sudah lelah menangis dari semalam.
Bianca mendengar ketukan lagi dari pintu kamarnya. Sudah ke sekian kalinya pintu kamar Bianca di ketuk namun ia tidak ingin membukanya.
“Bianca.”
Dari suaranya Bianca tahu pemiliknya, Ignazio. Namun idak ingin berbicara dengan siapa pun.
“Buka sayang, Daddy perlu bicara,” ucap Iganzio masih berusaha. Meskipun dari semalam Bianca tidak mau membuka pintunya.
Bianca memilih diam, dan mengabaikan suara Iganzio. Namun kali ini terdengar sebuah pesan masuk ke ponselnya. Bianca mengambil ponselnya dan melihat pesan dari Luisa. [Buka Bianca, jangan membuat kamu mendapatkan hukuman lagi.]
__ADS_1
[Bukannya kamu sekarang bebas bertemu dengan Reagan. Jangan membuat Mommy dan Daddy kehilangan kesabaran menghadapi kamu.]
[Lagi pula bayi yang ada di kandungan kamu perlu nutrisi dari tubuhmu. Kamu harus makan agar membuatnya tetap sehat.]