Bianca

Bianca
Bianca -> Delapan Belas


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu dan Bianca kini tampak sudah sehat. Ia harus masuk sekolah meskipun tidak belajar namun tetap harus hadir dan menyaksikan acara yang di adakan OSIS.


“Hari ini Daddy antar ya,” ucap Ignazio setelah sarapan sudah selesai.


Sejak kejadian hari itu, Fiona lebih banyak diam.


Luisa melirik ke arah Bianca, sementara Bianca balas menatap kakaknya. Namun Luisa tidak bicara apa-apa.


“Iya Daddy, ayo,” ajak Bianca.


Bianca duduk di samping Ignazio dengan tenang sambil membuka ponselnya. Kali ini ia mendapat pesan dari Luisa. [Hati-hati.]


Alis Bianca berkerut, tidak biasanya Luisa berkata seperti itu. Padahal bisa saja ia mengatakannya saat Bianca hendak pergi, namun mengapa repot-repot mengirim pesan.


Ignazio menyerahkan paper bag kepada Bianca. “Ini baju milik temanmu kan?” tanya Ignazio.


Bianca membuka dan melihat isinya. “Iya Daddy.” Bianca menelan salivanya dengan perasaan tidak enak, mungkin hal ini yang di maksud Luisa.


“Kaus itu sepertinya milik pria, bajunya siapa?” tanya Ignazio mulai menginterogasi. Meskipun dirinya sudah tahu siapa pemilik baju itu.

__ADS_1


“Punya teman Bianca,” jawab Bianca. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa itu milik Reagan.


“Maksud Bianca baju itu milik Reagan?”


Bibir Bianca terbuka, ia sangat terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari Ignazio.


“Da-“ tenggorokan Bianca rasanya seperti tercekik, ia tidak sanggup mengeluarkan suara.


“Kenapa Bianca masih berhubungan dengan Reagan, kalian pacaran lagi?” tanya Ignazio dengan nada lembutnya agar Bianca tidak takut bercerita padanya.


Tangan Bianca meremas satu sama lain, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Ia tidak tahu harus menjawab apa.


Ignazio terdiam sejenak, ia tidak tahu harus berbuat apa untuk masalah ini. Jika mengingat Fiona yang menentang keras hubungan ini, ia pun sejujurnya tidak setuju dengan hubungan Bianca dan Reagan.


“Daddy hanya tidak ingin melihat Bianca berpacaran, apalagi dengan saudara sendiri. Kalau Bianca ingin memiliki kekasih Daddy akan memperkenalkan Bianca kepada pria baik kenalan Daddy.”


“Tapi Bianca hanya cinta sama Reagan saja,” ucap Bianca mencoba bernegosiasi dengan Ignazio.


“Bianca masih remaja, cinta itu akan hadir dan pergi dengan sendirinya. Teman-teman Daddy memiliki anak yang tampan dan berbakat, mereka juga pandai bergaul. Mungkin Bianca akan merasa nyaman berteman dengan mereka, atau malah memiliki hubungan lebih dari teman. Daddy tidak masalah.”

__ADS_1


Bianca menatap ke arah Ignazio. “Tidak boleh sama Reagan ya?” tanya Bianca sekali lagi memastikan.


Ignazio menggelengkan kepalanya dengan senyuman di bibirnya.


Bianca terdiam sejenak, ada banyak hal mengisi kepalanya. Tentang masa depan yang akan ia jalani dengan Reagan. Langkah apa yang harus ia pilih jika orang tuanya masih menentang.


Tak ada percakapan lagi di antara Bianca dan Ignazio sampai di sekolah Bianca keluar dari dalam mobil dengan wajah murungnya. Ia masuk ke dalam sekolah dan berjalan menuju kelasnya.


“Tunangannya Reagan cantik banget, tinggi putih lagi. Cocok banget sama Reagan,” ucap teman sekelas Bianca menunjukkan sebuah foto kepada temannya.


Bianca yang mendengar percakapan tersebut melirik dan melihat layar ponselnya temannya. Ia tidak salah melihat Reagan mengenakan tuksedo bersama Nasya yang cantik dengan gaun indahnya.


Tubuh Bianca lemas seketika. Ia duduk entah di kursi siapa, mengeluarkan ponselnya untuk melihat akun Instagram Reagan. Namun tidak ada foto tersebut, akhirnya ia mencari akun Nasya dan ketemu.


Bianca syok bukan main, matanya terasa memanas. Hatinya sakit bukan main, banyak foto yang di abaikan bahkan saat Reagan memakaikan cincin kepada Nasya.


Bianca rasanya ingin menangis dengan kencang. Adnan yang tengah mengabsen teman-temannya yang mengikuti perlombaan menengok ke arah Bianca yang duduk tidak jauh darinya dengan wajah yang tidak biasa. Adnan menghampiri Bianca. “Bianca,” panggil Adnan.


Bianca menengok ke arah Adnan, tapi tak berbicara apa pun. “Lo sakit Bi?” tanya Adnan khawatir.

__ADS_1


__ADS_2