
“Lo sakit Bi?”
Bianca tidak bisa menahan air matanya, namun dengan cepat ia menghapusnya.
Adnan tidak pernah melihat Bianca menangis di sekolah, ia melirik ponsel Bianca yang tergeletak di atas meja menampilkan foto Reagan dan wanita yang heboh di gosipkan bahwa itu acara pertunangan. “Mau ke UKS?” tawar Adnan.
Bianca mengangguk tanpa berbicara. Adnan segera membawa Bianca ke UKS.
Bel berbunyi nyaring, Adnan tidak bisa berlama-lama menemani Bianca. “Bianca maaf tapi aku harus kembali ke kelas, nanti aku ke sini lagi ya,” ucap Adnan.
Bianca mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Luisa. [Kak]
Tidak lama Luisa membalas, karena ia khawatir Bianca berseteru dengan Ignazio. [Ada apa Bianca?]
[Tolong jemput Bianca di sekolah kak.] Balas Bianca.
[Oke]
Setelah membalas pesan dari adiknya Luisa segera berangkat dengan mobil miliknya pemberian dari Ignazio. Ia membawa mobil dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di sekolah Bianca.
__ADS_1
Sampai di sekolah Luisa segera mencari informasi tentang keberadaan Bianca. Menurut ketua kelasnya Bianca ada di UKS. Luisa segera menuju UKS.
Luisa masuk dan mengisi daftar pengunjung. Saat menghampiri Bianca ia melihat wajah adiknya yang tampak menahan tangis. “Ada apa?” tanya Luisa.
Bukannya menjawab Bianca malah meneteskan air matanya. Luisa jadi kebingungan sendiri dengan sikap Bianca. “Kamu sakit mau pulang?” tanya Luisa lagi.
Bianca tidak ingin menjawab, ia sedang berusaha menahan tangisannya meskipun air matanya tetap mengalir tapi ia tidak ingin menangis deras di tempat umum.
“Sudah jangan menangis kakak akan urus dulu untuk surat ijin kamu,” ucap Luisa ia keluar dari tempat istirahat Bianca dan mengurus surat ijin agar Bianca dapat pulang.
Setelah mengantongi ijin Luisa membawa Bianca keluar dari sekolah menuju mobilnya.
Luisa membawa Bianca duduk di ruang santai, ia duduk berhadapan dengan Bianca. “Bianca ada apa?” Tanya Luisa.
Setelah menahan cukup lama, Bianca menangis dengan sangat kencang mengeluarkan tangisan yang ia tahan sejak tadi.
Luisa semakin kebingungan dengan tangisan Bianca. “Jangan buat kakak bingung begini, cepat cerita ada apa?”
Bianca mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan postingan milik Nasya.
__ADS_1
Luisa merebut ponsel Bianca dan melihat lebih jelas postingan tersebut. Luisa terkejut, saking tidak percayanya ia melihat kolom komentar yang ternyata di isi oleh ucapan selamat atas pertunangan Nasya dan Reagan.
Luisa merasa tidak percaya dengan hal ini, karena keluarga tidak di undang sama sekali. Ia pikir itu sebuah kebohongan semata.
Luisa mencoba menghubungi Areliano, karena ia pikir Areliano cukup dekat dengan Reagan. Luisa membiarkan Bianca yang menangis sesenggukan ia menjauh dan menelepon nomor Areliano. “Halo,” sapa Luisa.
[Ada apa?]
“Kakak di undang ke acara pertunangannya Reagan dan wanita lain?” tanya Luisa tidak ingin berbasa-basi.
[Tunangan, kapan Reagan tunangan?]
Dari ucapannya sudah dapat Luisa pastikan bahwa Areliano tidak tahu akan hal itu. “Semalam.”
[Bukannya Reagan berpacaran dengan Bianca kenapa bertunangan dengan wanita lain?]
Bukannya mendengar informasi, Luisa malah mendapat pertanyaan yang ia sendiri pun tidak tahu jawabannya. “Justru karena itu, sekarang Bianca menangis. Aku ingin tahu lebih jauh apakah acara pertunangan itu tertutup atau hanya keluargaku yang tidak di undang.”
[Aku akan berbicara langsung dengan Reagan sekarang juga.]
__ADS_1
“Sepetinya kita harus bertemu, aku juga ingin berbicara langsung dengan Reagan,” ucap Luisa.