
Fiona dan Ignazio berjalan tergesa menuju ruangan Reagan. Informasi dari Luisa memudahkan Fiona dan Ignazio menemukan ruang rawat Reagan.
Mereka masuk ke dalam dan mendapati Reagan yang tampak terkejut melihat kehadiran Fiona dan Ignazio.
Mata Fiona mengintai sesi ruangan, namun tidak menemukan keberadaan Bianca. “Di mana Bianca?”
“Bianca sedang mencari makan,” jawab Reagan.
Fiona mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Bianca. Panggilan pertama tidak di angkat oleh Bianca.
Bianca berjalan di pinggiran jalan, ia merasakan ponselnya bergetar. Saat di lihat ternyata panggilan dari Fiona. Bianca memilih menolak panggilan tersebut dan mematikan ponselnya. Lalu kembali berjalan tanpa arah dan tujuan.
Tak pantang menyerah Fiona mencoba yang kedua kalinya, namun kali ini Bianca panggilannya di tolak. Sedikit kesal Fiona kembali menghubungi Bianca namun kali ini ponsel Bianca tidak aktif. “Nomor Bianca tidak aktif, padahal di panggilan kedua dia menolaknya. Sepertinya Bianca sengaja menonaktifkan ponselnya.”
Melihat wajah cemas Fiona, ada rasa khawatir yang cukup besar menyeruak di dada Reagan. Ia meraih ponsel miliknya yang ada di lemari kecil di samping tempat tidurnya. Reagan mencoba menghubungi nomor Bianca, ucapan Fiona benar nomor Bianca tidak aktif.
Ignazio memperhatikan Reagan yang melepaskan selang infusnya secara paksa dan berusaha berdiri. “Kamu mau ke mana?” Tanya Ignazio.
__ADS_1
Fiona ikut menengok ke arah Reagan dan cukup terkejut dengan tindakan Reagan.
“Mencari Bianca,” jawab Reagan. Ia merasakan pusing dan lemas pada tubuhnya. Namun ia melawan rasa itu demi mencari keberadaan Bianca.
“Tidak perlu,” jawab Ignazio.
Reagan bersikukuh, ia tidak mengindahkan larangan Ignazio dan keluar dari ruang rawatnya.
Baru beberapa langkah, kepala Reagan terasa berdenyut nyeri, namun ia mengabaikan rasa sakitnya dan terus berjalan. Ia memilih jalan keluar lewat jalur belakang rumah sakit yang cukup sepi.
Reagan bisa duduk beristirahat, sementara matanya terus memperhatikan jalanan mencari keberadaan Bianca.
Bianca berjalan tanpa tujuan, ia ingin pergi ke tempat yang sepi untuk menyendiri. Ia teringat tempatnya bertemu dengan Reagan, ia rasa tempat tersebut cocok untuk Bianca menyendiri. Untuk sampai di sana Bianca memilih menaiki sebuah taksi.
Hanya butuh dua puluh menit taksi yang Bianca tumpangi akhirnya sampai di area taman. Bianca membayar ongkos taksi dan berjalan masuk ke area taman.
Area taman malam itu tampak gelap, hanya ada penerangan lampu di beberapa sudut. Orang yang ada di dalam taman pun bisa di hitung oleh jari. Bianca melangkahkan kakinya ke tempat ia biasa duduk dengan Reagan.
__ADS_1
Sesampainya di sana Bianca duduk di kursi tempat biasa. Kepalanya terangkat ke atas, agar air matanya tidak turun. Bianca berusaha keras untuk tidak menangis. Meskipun kini ia merasa tak ada harapan yang bisa membuat hidupnya bahagia. Namun Bianca sudah lelah hari ini terlalu banyak menangis. Kini ia merasa lelah menghadapi sikap Fiona yang mengesalkan.
Sepanjang perjalanan Reagan tidak menemukan keberadaan Bianca, akhirnya ia memilih berhenti sejenak di minimarket untuk membeli roti, minuman, serta beberapa camilan. Ia kembali masuk ke dalam taksi dan melanjutkan perjalanannya mencari keberadaan Bianca.
Reagan merasakan ponselnya yang bergetar, ia melihat panggilan dari Filio. “Ada apa Ayah?”
[Kembali ke rumah sakit sekarang juga!]
“Sebentar aku hanya ingin mencari Bianca saja, pasti terjadi sesuatu sehingga ia tidak kembali ke ruangan,” jawab Reagan. Pasalnya ia tahu Bianca orang yang cukup gesit dalam segala hal, dan tidak mungkin begitu saja pergi tanpa berpamitan apalagi Bianca bersikukuh untuk tidak pulang. Bahkan saat keluar dari ruangan pun Reagan melihat ponselnya Bianca masih menyala, ia merasa ada sesuatu yang membuat Bianca pergi.
[Cepat kembali, kondisimu tidak baik-baik saja. Kamu harus mendapatkan perawatan!]
Reagan memilih mematikan sambungan teleponnya, dan mengabaikan ucap Filio. Yang terpenting baginya saat ini ialah menemukan keberadaan Bianca dan melihatnya baik-baik saja.
Insting Reagan mengatakan jika Bianca ada di taman tempat mereka bertemu, Reagan keluar dan berjalan masuk ke area taman. Dari kejauhan Reagan melihat seseorang yang duduk di tempat Bianca duduk. Namun keadaan taman yang temaram membuat Reagan tidak dapat melihatnya dengan jelas. Namun rambut panjang yang tergerai sama seperti milik rambut Bianca membuat Reagan merasa tenang. Kaki Reagan melangkah dan terkejut saat melihat seseorang berdiri di belakang tubuh Bianca dengan sebuah pisau melayang dari belakang hendak mengenai Bianca.
"Bi-"
__ADS_1