Bianca

Bianca
Bianca -> Dua Puluh Lima


__ADS_3

Selesai bertemu dengan dokter Filio berpapasan dengan adik beserta suami adiknya. “Hi calon besan,” ucap Filio dengan senyuman di bibirnya kala melihat wajah serius adiknya.


“Tidak akan pernah,” Ketus Fiona. Sementara Ignazio memberikan tatapan tidak bersahabatnya pada Filio.


“Kita bicara di tempat makan saja, aku belum makan malam,” usul Filio.


“Mau bicara apa? Aku ke sini untuk menjemput Bianca.”


Filio melihat sikap keras Fiona yang sebelumnya tidak pernah ia lihat. Filio menarik tangan Fiona agar ikut dengannya menuju tempat makan yang berada di seberang jalan rumah sakit.


Fiona dan Ignazio memandang Filio dengan tatapan serius. “Mau bicara apa?” tanya Fiona tidak sabar.


Filio membuka buku menu. “Pesan dulu saja, aku tidak bisa bicara serius jika perutku kosong,” ucap Filio beralasan. Ia sengaja mengulur waktu agar Bianca dan Reagan memiliki waktu untuk berduaan.


Sudah setengah jam berlalu, bahkan makanan yang Filio pesan sudah sampai dari lima belas menit yang lalu tapi Filio tidak kunjung bicara juga. Wajah Fiona penuh dengan amarah, bagaimana tidak kakaknya terlihat santai menikmati makanannya dengan perlahan. Padahal Fiona harus segera memisahkan Bianca dari Reagan. “Cepat bicara kak, atau aku pergi sekarang juga?”


Filio terpaksa menyimpan garpu dan sendok yang sedang di pegangnya. Ia menatap serius ke arah Fiona. “Ijin kan Reagan berpacaran dengan Bianca.”


Manik Fiona menunjukkan amarahnya. “Kenapa kakak jadi berpihak pada mereka, kita kan sudah bersepakat untuk memisahkan Reagan dan Bianca.”

__ADS_1


“Mereka itu saling mencintai Fiona,” jawab Filio dengan penuh keyakinan.


“Cinta saja tidak cukup untuk membuat aku yakin bahwa masa depan Bianca akan terjamin bersama Reagan. Bahkan mereka mengendap-endap bertemu tanpa sepengetahuanku,” ujar Fiona mengeluarkan amarahnya.


“Mereka tidak memberitahumu karena kamu akan melarang mereka bertemu,” jawab Filio tidak mau kalah.


“Tetap saja ini salahnya Reagan, harusnya ia sadar apa yang di lakukannya bersama Bianca sebuah kesalahan.”


Filio tidak terima Reagan di salahkan begitu saja oleh Fiona. “Kamu yang salah, terlalu egois. Mereka itu hanya anak-anak yang mencari jati dirinya, lagi pula tidak ada larangan jika mereka menikah.”


“Mencari jati diri apa? Aku hanya ingin Bianca memiliki masa depan yang baik. Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan Bianca menikah dengan Reagan,” tegas Fiona.


“Apa yang salah dari Reagan? ia sudah menjadi dewasa di usianya. Meskipun ia sering mencari masalah, tapi ia bertanggung jawab atas dirinya sendiri.”


Ignazio melirik kesungguhan dari ucapan istrinya yang menggebu-gebu.


“Bianca berhak memilih masa depan yang ia inginkan, kamu sebagai orang tua seharusnya menuntunnya ke arah yang benar. Bukan menentangnya atas keegoisanmu sendiri!”


“Ayo kita bawa Bianca pulang.” Fiona menarik tangan Ignazio agar mengikutinya.

__ADS_1


Filio terdiam memandangi kepergian Fiona, ia jelas tahu bagaimana kerasnya pendirian Fiona.


“Ucapan Filio ada benarnya,” ujar Ignazio.


Fiona menghentikan langkahnya dan menatap wajah suaminya. “Aku tahu bagaimana sikap kakakku, dia tidak segan menghabisi pria yang berani menganggukku. Itu memang hal baik, Reagan bisa menjaga Fiona, namun yang aku takutkan itu ... apa yang Sahira alami terjadi pada Bianca.”


Melihat air mata yang menggenang di pelupuk istrinya dengan cepat Ignazio memeluk tubuh Fiona.


“Aku hanya tidak ingin Bianca tersakiti oleh rasa cinta yang ia punya. Orang tua mana yang bisa menerima anaknya mendapat perlakuan kasar dari suaminya sendiri. Bahkan Filio pernah mencoba membu’nuh istrinya sendiri,” ucap Fiona pelan di ikuti air matanya yang terus mengalir.


Ignazio mengerti perasaan Fiona, bagaimana pun juga ia tidak mungkin menempatkan Bianca pada posisi yang berbahaya. Jika ada jalan yang lebih baik maka Ignazio akan memilih jalan itu. Termasuk memisahkan Bianca dari Reagan.


***


Halo semuanya ☺️ aku slow update dulu ya, sedikit cenat cenut kepalaku hihihi.


Kalau kalian penasaran betapa jahatnya Filio dahulu kalian bisa membaca karyaku “The Rule’s Widower”


Deskripsi

__ADS_1


Filio Havelaar pria yang terkenal hangat dan sangat menghormati wanita. Banyak wanita yang iri terhadap istrinya Razeta. Namun semuanya berubah saat Filio menemukan Razeta selingkuh. Filio menghabisi Razeta dengan tangannya sendiri.


Kehidupan Sahira Aolani tampak sempurna. Memiliki suami setia yang sangat perhatian. Dalam hitungan detik kehidupan Sahira berubah di tangan Filio.


__ADS_2