
"Kak Bram?" Ucap Sarah sedikit gugup. "Ada apa ya kak malam-malam gini nemuin aku?" tanya Sarah dengan nada risau dan sedikit takut. Secara hari sudah menunjukan pukul 02.00 pm.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Sarah, Bram tiba-tiba saja langsung memeluk Sarah. Sontak membuat Sarah merasa sangat terkejut dengan sikap Kak Bram terhadap dirinya.
Lalu Sarah mencoba untuk mulai berbicara supaya Kak Bram mau segera melepaskan pelukannya. "Kak lepasin aku", kata Sarah". "Kak Bram kok main peluk-peluk aku aja sih! " ucap Sarah yang merasa risih. Bram tanpa mendengarkan perkataan dari Sarah terus memper-erat pelukannya lagi. Sedangkan Sarah terus mencoba melepaskan pelukan Kak Bram dari diriya akan tetapi pelukan Bram terasa sangat erat dan terlebih lagi Sarah sangat terkejut dengan ucapan yang di lontarkan Bram kepadanya.
Dengan berkata, ” Sarah aku mohon sama kamu untuk beberapa saat ini saja kamu membiarkan aku memeluk kamu, Karena aku sudah tidak bisa lebih lama lagi menahan perasaan aku kepada kamu", ucap Bram mengakui perasaannya. " Dan kalau kamu masih tidak mau tenang kamu jangan menyesal jika aku berani berbuat yang lebih lagi kepada kamu", ucap Bram mengancam Sarah.
Sarah langsung kaget mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Kak Bram barusan kepadanya. Dalam hati Sarah berbicara, "Apa tadi Kak bram menyatakan perasaannya kepada aku?". "Ahh Sudahlah, yang terpenting untuk saat ini aku menuruti apa yang Kak Bram inginkan saja, Agar dia tidak melakukan sesuatu yang lebih gila lagi terhadap aku", ucap batin Sarah.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Bram pun memegang omongannya tadi dan melepaskan pelukannya terhadap Sarah. Lalu berkata, "Sarah terima kasih ya kamu sudah mau aku peluk" , ucap Bram kepada Sarah. Dalam hati Sarah mengomel, "siapa juga yang mau dipeluk dia sendiri yang maksa dan ngancem aku, aku yang merasa takut, ya terpaksa membiarkan dia memeluk aku", ucap Sarah mengomel sendiri dalam hati. Bram pun kembali berkata, "dan maaf mengganggumu malam-malam begini", kata Bram kepada Sarah.
Sarah hanya membalas dengan senyuman terpaksa. Dan Bram pun langsung pergi meninggalkan Sarah. Setelah melihat Bram sudah berjalan agak jauh dari pintu kamarnya, Sarah pun langsung mengunci pintu kamarnya. Dan bertekad tidak akan membukakan pintu sembarangan lagi untuk kedepannya apalagi di tengah malam seperti tadi. Sarah yang merasa masih sangat mengantuk langsung masuk kedalam kamar dan kembali melanjutkan tidurnya.
Ke esokan paginya Sarah langsung bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Tak selang beberapa menit Sarah pun mendengar suara klakson dan beranggapan bahwa Rio Lah yang sedang menunggunya, dan Sarah juga beranggapan kenapa klakson terus berbunyi? ya karena Rio sudah tidak sabar bertemu dengan dirinya.
Sarah langsung bergegas ke Lobi apartement. Akan tetapi sesampainya di Lobi, sarah terlihat sangat kecewa ketika mengetahui bahwa Kak Bram yang sedari tadi membunyikan klaksonnya. Karena memang sedari tadi Sarah sudah beranggapan bahwa Rio Lah yang sedang menjemputnya.
Sarah pun sudah mencoba memberontak atas perbuatan bram kepadanya saat ini. Akan tetapi Bram sudah lebih dulu menutup mulutnya Sarah dengan mulutnya dan dengan ganas memainkan bibir Sarah dengan sedikit kasar.
__ADS_1
Sarah langsung terkejut atas tindakan Kak Bram yang semakin berani kepadanya. beberapa saat Sarah hanya terdiam atas tindakan Bram ke kepadanya, lalu beberapa saat baru tersadar dan mencoba melepaskan ******* bibir Kak Bram dari bibirnya. Akan tetapi Bram sudah lebih dulu menguasai tubuhnya. Seiring berjalannya permainan Bram pada mulutnya Sarah, Sarah tanpa sadar sudah mengikuti alur permainan Bram.
Dan langsung membalas ciuman Bram. Bram yang mengetahui bahwa Sarah sudah mulai bernafsu langsung menggigit lembut bibir Sarah dan terus mencium bibir Sarah dengan irama cepat. Sarah pun mengeluarkan sedikit erangan, "kak bram...ud..aaa.hh..ahhh", suara erangannya Sarah.
Di situasi lain Rio dengan sangat gagahnya langsung keluar dari kamarnya, dan segera pergi ke Ruang Makan untuk sarapan pagi bersama Papanya. Lalu menyapa Papanya. "Pagi pa" ucap Rio. "Pagi juga sayang", jawab papa Rio.
"Kamu kok kelihatan lebih ganteng ya hari ini? " tanya Papa Rio kepada Rio. "Ahh papa bisa aja, kan anak papa memang selalu ganteng ", jawab Rio kepedean. Papa Rio hanya tertawa kecil melihat anak semata wayangnya lebih bergairah untuk hidup setelah bertemu dengan Sarah. karena semenjak Mamanya kandungnya meninggal Rio ibarat "hidup tak rela Matipun tak mau".
Setelah selesai sarapan Rio langsung berpamitan sama Papanya untuk segera pergi ke sekolah. " Pa, Rio pamit ke sekolah dulu ya", ucap Rio kepada Papanya.
__ADS_1
" Iya, hati-hati bawa mobilnya", ucap Papa Rio. "Iya pa", jawab Rio.
Rio langsung bergegas ke arah parkiran rumahnyaa dengan sangat bersemangat melajukan mobilnya ke arah Apartement Sarah. Di sepanjang perjalanan Rio hanya teringat wajah pacar pertamanya itu.