
Mama Salma yang mengerti ucapan yang dilontarkan oleh Dokter barusan, hanya bisa duduk di bangku Tamu dalam Ruangan Dokter. Sedangkan Dokter langsung memeriksa keadaanya Salma. Setelah memeriksa keadaan Salma, dokter pun langsung tersenyum ke arah Salma dan mengucapkan selamat. “ selamat ya , kamu akan segera menjadi seorang Ibu”, ucap Dokter kepada Salma dan langsung keluar menemui Mamanya Salma.
Sesampainya Dokter di luar, Mama salma langsung berdiri dan menanyakan bagaimana keadaan putinya. “ Dok bagaimana keadaan putri saya”, tanya Mamanya Salma khawatir. Dokter pun langsung menjelaskan keadaannya Salma kepada Mamanya. “ Selamat ya Buk, Ibuk akan segera mempunyai cucu”, ucap Dokter sambil tersenyum.
Mama Salma pun agak terkejut mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Dokter barusan. “ apa Dok! Dokter ngak lagi becanda kan? “ tanya Mama Salma memastikan lagi ucapan Dokter barusan. Dokter pun menjawab ucapan Mamanya Salma. “Iya Buk benar, Ibuk akan segera menjadi Nenek, ucap Dokter menerangkan lagi kepada Mamanya Salma.
Mama Salma pun lebih terkejut bercampur perasaan tidak percaya mendengarkan penjelasan Dokter tadi. Dan kini tubuhnya terasa lemah, lalu membuat tubuhnya seketika mau terjatuh ke bawah lantai. tetapi untung saja Papanya Salma sudah tiba di Ruangan Dokter. Lalu menyambut tubuh istrinya yang mau terjatuh kelantai.
Dan langsung bertanya kepada Dokter, “ Dok mengapa tiba-tiba istri saya pingsan seperti ini”, tanya Papa Salma kepada Dokter dengan nada yang sangat khawatir melihat kondisi istrinya saat ini. Dokter pun langsung menjawab pertanyaan Papanya Salma. “ Saya juga tidak tau Pak, mengapa istri Bapak tiba-tiba pingsan mendengar kabar tentang kehamilan putri Bapak! Jawab Dokter menjelaskan kepada Papanya Salma.
Papa Salma yang mendengar ucapan Dokter barusan, juga tidak kalah terkejutnya mendengar kabar kehamilan Salma. Dan seketika tubuhnya juga merasa lemah atas sebuah kebenaran yang seharusnya belum ingin dia dengarkan. Lalu berkata di dalam hatinya, “ aku harus kuat demi mereka berdua”, ucap Papanya Salma sambil menatap Salma dan istrinya yang masih pingsan dipelukannya.
Sedangkan Salma dari tadi hanya terdiam mendengarkan ucapan Dokter. Di sisi lain dia juga merasa sangat bersalah kepada kedua orang tuanya. Dan di sisi lain lagi dia juga merasa sangat sedih, dan menyesal atas semua perbuatan yang telah di lakukannya kemarin. Sehingga membuat dirinya sendiri sampai hamil begini. Dan kini dia hanya bisa menaggisi semuanya, lalu menyalahkan dirinya sendiri. “ Bodoh, gue bodoh banget, bisa-bisanya gue terlena dengan kenikmatan sesaat itu”, ucap bathin Salma sambil mengacak-ngacak tempat tidur di ruangan Dokter.
Dokter yang melihat semua kejadian yang terjadi barusan, hanya bisa diam dan mengerti dengan semua situasi pada saat ini.
__ADS_1
Di sisi lain, Papa Salma yang sedari tadi sudah berfikir keras tentang semua kondisi yang terjadi dengan putrinya. Dan berencana langsung melakukan tindakan tegas terhadap Salma. Akan tetapi terlebih dahulu merebahkan tubuh istrinya di atas Sofa di Ruangan Dokter.
Setelah meletakkan tubuh istrinya dengan baik di atas Sofa, Papa Salma pun langsung menghampiri Salma yang sejak tadi terus saja menangis di atas tempat tidur yang berada di Ruangan Perawatan Dokter.
Dan tanpa basa-basi langsung bicara kepada Salma. “ Salma”, ucap Papanya Salma sambil mengusap air mata di pipinya anak semata wayangnya itu. lalu melanjutkan ucapannya lagi. “ Jujur, Papa saat ini merasa sangat kecewa sama kamu”. “Tetapi Papa juga ngak bisa menyalahkan kamu atas semua yang sudah terjadi, karena semua itu juga mungkin kesalahan Papa yang tidak bisa untuk mengawasi kamu setiap waktu”. “ Dan sekarang Papa mau kamu jujur menceritakan semua kejadian yang telah kamu alami, sampai-sampai membuat kamu bisa hamil saat ini”, ucap Papa Salma kepada anaknya.
Salma pun menjawab ucapan Papanya dengan kondisi yang masih menangis.” Pa, maafin aku yang udah bikin Papa dan Mama merasa kecewe terhadap sikap aku”. “ Kejadian ini terjadi memang karena ulah aku sendiri Pa, yang udah menggoda teman cowok aku untuk berbuat sesuatu yang seharusnya belum pantas untuk kita lakukan”, ucap Salma menjelaskan semuanya sambil menangis.
Salma pun langsung menjawab ucapan Papanya. “ Pa, bukannya aku ngak mau untuk memberitahukan hal ini kepada Rio, tetapi aku saat ini masih tidak sanggup untuk bicara langsung sama dia Pa”, ucap Salma.
“Kalau gitu biarkan Papa saja yang berbicara pada si Rio itu”, ucap papa salma. Salma dengan perasaan yang agak ragu, langsung menghubungi Rio dan memberikan Hpnya kepada Papanya.
__ADS_1
Sedangkan Rio yang saat ini masih berada di dalam Kelas, dan saat ini sudah siap berberes berencana langsung pulang ke Asrama. Akan tetapi langkahnya terhenti saat mendengar suara deringan Hpnya. Dan berharap Sarahlah yang sedang berusah menghubunginya. Akan tetapi harapan Rio sirna ketika melihat nama penelfon di layar Hpnya, yang tak lain adalah Salma.
Rio dengan perasaan kecewa langsung mengangkat telfon dari Salma. “ Halo Sal”, ucap Rio. “ Ada apa kamu nelfon aku”, tanya Rio dengan nada lemas. “ Halo, apakah benar kamu yang namanya Rio? “, tanya Papa Salma tegas. “ Eh, ini siapa ya? Kok kayak suara cowok? “ ucap bathin Rio. “ Iya dengan saya sendiri, ini siapa ya? “ tanya Rio seadanya.
“ Saya Papanya Salma” jawab Papa Salma. “ Oh iya Om, ada apa ya Om? “ tanya Rio sopan. “ Saya mau kamu untuk bertanggung jawab terhadap anak saya, yang saat ini sedang hamil”, ucap Papa Salma dengan nada yang lebih tegas. Rio sangat terkejut mendengar semua yang dikatakan oleh Papa Salma barusan. Rio pun mau- ngak- mau harus berfikir secara bijak mengenai hal yang terjadi terhadap Salma saat ini. Lalu menjawab ucapan Papanya Salma. “ Baik Om, saya pasti bertanggung jawab atas semua perbuatan yang telah saya lakukan kepada Salma”. “Akan tetapi untuk saat ini saya belum bisa menemui Om sekeluarga”. “Karena sekarang saya sedang melanjutkan study di AS”.
“Saya berharap Om bisa memberi saya waktu untuk mengurus semua masalah saya di sini”. “ Saya janji sama Om akan bertanggung jawab atas semuanya”. “ Dan saya juga mau minta maaf atas semua yang telah terjadi”, ucap Rio menjelaskan semuanya kepada Papanya Salma sekaligus meminta maaf kepada Papa Salma.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA DI LIKE..
DAN SEMOGA TERHIBUR^_^
__ADS_1