Birahi Hati

Birahi Hati
Episode 60


__ADS_3

Rio di dalam kamarnya terus saja menyalahkan dirinya sendiri. Saking merasa frustasinya, kepala Rio pun kini terasa sakit, dan membuatnya tertidur begitu saja di lantai kamarnya.


 


 


Sedangkan di situasi lain, Mama Salma pun kini telah bangun dari pingsannya. Dan bergegas untuk menanyai kondisi Salma. “ Nak kamu baik-baik saja kan”, ucap Mama Salma. Salma yang sekarang sudah bisa menerima keadaanya langsung menjawab ucapan Mamanya. “ Aku baik- baik aja kok ma”, jawab Salma mencoba tegar di depan Mamanya.


 


 


Papa Salma langsung memecahkan pembicaraan antara Salma dengan Mamanya lalu berkata. “ Maa.., lebih baik kita sekarang segera pulang kerena hari sudah larut”, saran Papa Salma. “ Iya Pa, itu lebih baik”, ucap Mama Salma.


 


 


Sebelum pulang ke rumahnya, Papa Salma terlebih dahulu menyelesaikan biaya perawatan putrinya. Sedangkan Mama Salma dan Salma langsung berjalan menuju parkiran dan menunggu Papanya di dalam Mobil.


 


 


Setelah menunggu sekitar 15 menitan, Papa Salma pun kini telah selesai mengurus semuanya. Dan segera bergegas menuju Mobil yang terletak di parkiran Rumah Sakit. Seampainya di dalam Mobil Papa Salma langsung melajukan Mobil ke arah Rumah.


 


 


Setibanya di Rumah, Salma langsung pamit kepada Papa dan Mamanya untuk pergi ke kamar. “ Pa, Ma, aku ke Kamar dulu ya”, ucap Salma dengan nada lemah. Mama Salma pun menjawab ucapan putrinya, “ iya kamu istrirahat dulu”, ucap Mama Salma sambil tersenyum ke arah putrinya.


 


 


Salma pun berjalan menuju kamarnya. Setibanya di dalam Kamar Salma langsung membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah, dan tertidur dengan cepat.


 


 


 


 


Sedangkan di Amerika, Sarah bangun tepat pukul 06.00 am waktu Amerika. Dan ketika Sarah membuka membuka matanya, Sarah pun sedikit menjerit “ auww”, suara jeritan Sarah. Karena merasakan perih disekitar matanya akibat semalaman terus menangis. Lalu Sarah dengan kondisi mata yang masih perih langsung menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.


 


 


 


 


Dan ketika Sarah sedang mandi, tak sengaja dia meliahat ke arah cermin yang memperlihatkan bentuk matanya yang sangat merah dan juga sangat bengkak. Dan seketika kemabali teringat tentang Rio, akan tetapi Sarah langsung menjauhkan ingatan tersebut dari fikirannya. Karena Sarah tak mau larut dalam kenangan yang telah menyakiti hatinya.


 


 

__ADS_1


Dan Sarah langsung keluar dari Kamar Mandi dan bergegas bersiap-siap untuk pergi ke Kampus. Setelah selesai bersiap-siap Sarah punlangsung membuka Pintu Kamarnya. Dan terkejut melihat sosok Raka yang sudah berdiri di depan pintu Kamarnya.


 


 


Sarah pun langsung menanyai Raka. “ Raka..., kamu ngapain berdiri di depan Pintu Kamar aku? “ tanya Sarah. Raka pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan Sarah kepada dirinya. “ Hmmm aku mau turun bareng aja sama kamu”, jawab Raka singakat.


 


 


Raka pun tidak sengaja melihat kedua mata Sarah yang sangat bengkak. Lalu memberanikan diri untuk bertanya kepada Sarah. “ Sarah, btw mata kamu kok bengkak banget”, tanya Raka dengan ekspresi khawatir.


 


 


“ ini gara-gara digigit Semut”, jawab sarah sambil memegang kedua matanya yang bengkak. “ Kamu jangan bohongin aku” , ucap Raka lagi. “ Aku ngak bohongin kamu”, ucap Sarah lagi.


 


 


“ Hey..., kamu mengapa? “ tanya Raka lagi sambil memegang kedua pundak Sarah dan juga menatap matanya Sarah. Sarah pun menghela napas panjang karena Raka tak mau berhenti menanyainya “hufff”, lalu dengan ragu memberitahu Raka.


 


 


“ Aku udah putus sama Rio” ucap Sarah singkat. Raka sangat terkejut mendengar ucapan Sarah barusan. Dan beberapa saat terdiam, lalu bicara lagi kepada Sarah. “ Kamu benaran putus sama Rio? tetapi mengapa? Bukannya kamu dan rio saling mencintai? “ tanya Raka lagi.


 


 


 


 


Raka pun terdiam sejenak, lalu berkata lagi kepada Sarah.” Kamu yang sabar ya, kamu kan masih punya aku”, ucap Raka menyemangati Sarah. “ Iya Raka, makasih”, balas Sarah singakat.


Dan tiba-tiba saja Raka langsung memeluk Sarah. Sarah pun terkejut dengan sikap yang ditunjukkan oleh Raka. Akan tetapi Sarah juga tidak menolak pelukannya Raka, karena memang untuk saat ini Sarah perlu seseorang untuk selalu ada disampingnya. Melihat semua kejadian yang telah terjadi dengannya akhir-akhir ini.


 


 


Raka pun mulai berbicara lagi dalam posisi yang masih memeluk tubuhnya Sarah. ” Sarah kamu jangan sedih lagi, aku janji sama kamu akan selalu ada di samping kamu” , ucap Raka sambil menambah pelukannya terhadap Sarah. Sarah pun menambah pelukan Raka terhadapnya. dan tersenyum sambil menangis.


 


 


 


 


Sedangkan di Indonesia, Salma semenjak mengetahui kehamilannya tadi malam, hanya terus berada di dalam Kamar. Dan tak mau makan dari tadi Pagi hingga Sore ini. Karena terus merasa bersalah kepada Papa dan Mamanya juga dengan Rio.


 

__ADS_1


 


Papa dan Mama Salma pun merasa cemas dengan kondisi putrinya yang sedari Pagi tadi hingga Sore ini tak mau memakan apapun. Papa Salma pun menyuruh Mama Salma untuk membujuk Salma makan dengan berkata. “ Ma, tolong susulin Salm ke dalam Kamarnya, dan bujuk dia agar segera mau makan”, ucap Papa Salma menyuruh istrinya.


 


 


“ Baik Pa, Mama ke Kamr Sarah dulu ya”, ucap Mama Salma pamit kepada suaminya. Setibanya Mama Salma di dalam Kamarnya Salma, Mama Salma pun langsung mencoba untuk berbicara kepada Salma.


 


 


“ Sayang..., kamu kok Mama perhatiin dari Pagi tadi hingga Sore ini belum makan”, tanya Mama Salma dengan nada khawatir. “ Kamu ngak kasian apa sama anak yang ada di dalam perut kamu”, ucap Mama Salma mengingatkan.


 


 


Salma hanya terdiam dan tiba-tiba kembali meneteskan air matanya. Mama Salma yang melihat anaknya menagis pun langsung mengusap air mata di pipinya Salma dan berkata. “ Kamu mengapa nangis Sayang” , ucap Mama Salma lagi.


 


 


Salma pun kini menjawab ucapan Mamanya. “ Aku hanya terus merasa bersalah kepada Mama dan juga Papa”. “ Karena udah bikin kalian kecewa”, ucap Salma ditengah tangisannya. “ Sayang.., dengerin Mama”. “Jujur waktu kemarin malam Dokter bilang kalau kamu sedang hamil, Mama sanga syok mendegarnya”. “ Akan tetapi setelah Mama terbangun dari pingsan, Mama sadar kalau kamu butuh Mama di kondisi kamu saat ini”. “ Dan sekarang kamu ngak perlu merasa ngak enak terhadap Mama dan juga Papa kamu”. “ Karena di dalam lubuk hati kami yang terdalam, kamu akan selalu menjadi anak kami yang paling kami sayangi, disemua kondisi yang sedang alami”, ucap Mama Salma memberikan penjelasan terhadap Salma. Dan langsung memeluk anak semata wayangnya.


 


 


“ Makasih Ma, karena Mama dan Papa sudah mau menerima kondisi aku saat ini” , ucap Salma terus menangis. “ Iya sayang”, balas Mama Salma sambil mempererat pelukannya.


 


 


JANGAN LUPA DILIKE YA...^^


DAN MAKASIH ATAS SEMUA MASUKAN^^ ^


AUTHOR BUKAN PENULIS HEBAT, MAKA DARI ITU MOHON PENGERTIANNYA ATAS SEMUA KESALAH DALAM PENULISAN KALIMAT DI NOVEL INI. ^^


KALIAN TENANG AJA AUTHOR SAAT INI SEDANG BELAJAR DALAM MEMPERBAIKI SEMUA KALIMAT YANG KURANG COCOK DI NOVEL INI.^^


DAN MAKASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH SETIA MENANTIKAN KELANJUTAN CERITA YANG AUTHOR BUAT^_^


DAN SEMOGA SELALU TERHIBUR YA...GUYS..


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2