Birahi Hati

Birahi Hati
Episode 61


__ADS_3

Sedangkan Rio di Amerika, saat ini baru terbangun dari tidurnya dan juga baru sadar kalau dia tertidur di lantai kamar. Lalu seketika teringat kembali mengenai  Sarah “ wanita yang paling dia cintai”.


 


 


Dan berbicara sendiri di dalam kamarnya. “ Maafin aku Sarah, atas semua rasa sakit yang pernah aku perbuat terhadap kau”. “ Dan aku selalu berharap kamu bisa menemukan laki-laki yang lebih baik dari aku dimasa depan”.


 


 


Di tengah asik menyesali perbuatannya, tiba-tiba Rio di kejutkan dengan bunyi dengeringan Hpnya. Lalu bergegas mengambil HP yang terletak di dalam saku celananya. “ Pasti Papa yang nelfon aku”, ucap bathin Rio. Dan tepat saja, Papa Riolah yang kini berusaha menghubunginya.


 


 


Rio pun langsung mengangkat panggilan Papanya. “ Halo Pa”, ucap Rio menyapa. Akan tetapi Papa Rio tidak membalas sapaan dari anaknya itu. Dan langsung bicara to the point kepada Rio. “ Rio Papa nelfon kamu hanya untuk memberitahu kamu, bahwa nanti jam 2 Siang waktu Amerika kamu harus segera bersiap-siap untuk pergi Kebandara”, ucap Papa Rio menjelaskan.


 


 


“ Dan nanti Om Danu yang akan mengantarkan kamu ke Bandara”, ucap Papa Rio lagi. “ tetapi Pa, apa ini tidak terlalu cepat”, ucap Rio sedikit protes. Karena saat ini di benak Rio masih saja kepikiran tentang Sarah. “ Apa kamu bilang? Terlalu cepat! “. ” Kamu ingat Rio, bahwa sekarang udah ngehamilin anak orang! Dan kamu harus secepatnya bertanggung jawab”. “ Bukannya malah protes kayak begini! Ucap Papa Rio penuh penekanan.


 


 


“ Pokoknya Papa ngak mau tau, kamu harus segera packing semua barang-barang kamu, apa kamu dengar Papa bicara! “ ucap Papa Rio dengan nada yang tegas. Rio pun merasa takut untuk saat ini karena mendengar Papanya sudah mulai marah. Dan langsung menjawab ucapan Papanya. “ Baik Pa”, balas Rio singkat


 


 


Sedangkan Papa Rio tanpa basa-basi langsung memutuskan panggilannya. Rio pun sangat mengerti dengan sikap Papanya yang kini lebih cuek terhadap dirinya. Dan hanya terdiam untuk beberapa saat.


 


 


Di situasi lain, Sarah yang masih berdiri di depan Pintu kamarnya bersama Raka, masih saja menangis sambil terus memper-erat pelukannya terhadap Raka. Raka pun mulai berkata kepada Sarah. “ Sarah, aku tau saat ini kamu pasti merasakan kecewa dan sakit hati terhadap Rio”. “ tetapi aku mohon sama kamu untuk tidak menghukum diri kamu sendiri atas semua yang telah terjadi”. “ karena semua yang telah terjadi sudah memiliki ketentuannya masing-masing”, ucap Raka menenangkan Sarah.


 


 


“ dan aku ngak pengen lagi melihat kamu nangis kayak gini”. “ Karena hati aku terasa sakit ketika melihat kamu terus-terusan menangisi tindakan dari “ mantan cowok kamu” yang berengsek itu”, ucap Raka kepada Sarah.


 


 

__ADS_1


Lalu melepaskan pelukannya terhadap Sarah. Dan menyeka kembali air mata Sarah dengan kedua tangannya. Sarah yang kini sudah merasa agak tenang, langsung menjawab ucapan Raka. “Iya aku janji ngak bakalan nangis kayak gini lagi, dan makasih  kamu udah mau ada buat aku dalam kondisi aku saat ini”, ucap Sarah.


 


 


“ Kamu ngak perlu marasa berterima kasih sama aku tas semua yang telah aku lakukan terhadap kamu”. “ Karena aku tulus untuk selalu ada di saat kamu butuh aku”. “ Dan satu lagi yang perlu kamu ingat, aku ngak pernah merasa kalau kamu manfaatin aku, jadi kamu ngak perlu merasa ngak enak gitu sama aku”, kata Raka.


 


 


Sarah tersenyum mendengar ucapan Raka yang panjang lebar menjelaskan semuanya. Dan tiba-tiba saja “ cup...” Sarah refleks untuk mengecup pipi Raka. lalu tersadar, dan merasa malu atas tindakannnya tadi. Dan berkata, “ Raka maafin aku, aku ngak sengaja terbawa suasana tadi”, ucap Sarah gelagapan. Raka pun awalnya juga sangat terkejut saat Sarah mengecup pipinya secara tiba-tiba. Lalu cepat tersadar dan spontan membalas kecupan Sarah terhadapnya “ cup...”, bunyi kecupan Raka


 


 


Sarah pun merasa terkejut atas balasan Raka. Akan tetapi Raka dengan cepat memecahkan kecanggungan di antara mereka. Raka yang melihat Sarah masih saja terdiam, langsung memegang tangannya Sarah menuju Kampus dan membuat Sarah tersadar, lalu mengikuti Raka dari belakang.


 


 


Sedangkan Salma di Indonesia, saat ini sudah merasa agak tenang kerena di peluk oleh Mamanya. Dan langsung melepaskan pelukannya terhadap Mamanya. Mama Salma pun tersenyum melihat kondisi Salma yang saat ini sudah mulai baikan. Dan langsung mengajak Salma untuk makan malam bersama di Ruang Makan. “ Sayang.., berhubung kamu belum makan dari tadi pagi, bagaimana kalau sekarang kita pergi makan ke Ruang Makan? “ajakan Mama Salma kepada Salma. Salma pun mengangguk tanda mengiyakan ucapan Mamanya.


 


 


 


 


Tanpa basa-basi Papa Salma langsung memulai percakapan. “ Nak kamu sudah agak baikan? “ tanya Papa Salma dengan nada khawatir. Salma pun menjawab ucapan Papanya, ” udah Pa, aku udah baikan”, jawab singkat Salma. “ Syukurlah, Papa sangat khawatir melihat sikap kamu yang tidak mau makan dari Pagi hingga Sore tadi ”, ucap Papa Salma. Salma hanya tersenyum mendengar ucapan Papanya.


 


 


Ke dua orang tua Salma sangat menyanyangi Salma. Walaupun awalanya merekan merasa sangat kecewa sekaligus  juga merasa bersalah atas semua yang dialami oleh anak semata wayangnya. tetapi setelah mengingat Salma merupakan anak kandungnya, mereka pun mulai mencoba untuk menerima kondisi putrinya. Dan barjanji untuk selalu ada buat putrinya di kondisi apapun.


 


 


Salma dan orang tuanya menyantap makan malam dengan perasaan yang sedikit tenang. Setelah selesai makan, Salma langsung pamit kepada Papa dan Mamanya untuk balik ke Kamar. Sesampainya Salma di dalam Kamar, Salma langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menegelus perutnya. Lalu berkata sendiri, “ apa aku kelak bisa menjaga anak ini dengan baik ya? Dan apakah Rio akan menyanyanginya? “ tanya Salma pada pikirannya.


 


 


Salma pun tertidur ditengah pemikirannya tadi.

__ADS_1


 


 


Sedangkan di Amerika, Rio dengan berat hati langsung mempacking semua barang-barangnya. Dan untuk saat ini terus merasa sangat bodoh mengenang semua kelakuannya di kemarin hari.


 


 


Di situasi lain Sarah yang tadi di gandeng oleh Raka, saat ini hanya merasa nyaman dan juga sedikit tenang atas perlakuan Raka terhadap dirinya. Raka pun mengandeng tangan Sarah sampai mereka tiba di dalam Kelas.


 


 


Setibanya mereka di dalam kelas, Raka pun mempersilahkan Sarah untuk duduk terlebih dahulu. Setelah Raka memastikan Sarah sudah duduk dengan baik, barulah Raka menyusul untuk duduk. Sarah hanya tersenyum menerima perlakuan Raka terhadap dirinya.


 


 


Dan  tiba- tiba Raka mengucapkan “ kamu manis” terhadap Sarah. Sarah pun sedikit terdiam mendengar ucapan Raka. Lalu mejawabnya, “ kamu apaan sih, jangan godain aku terus “, ucap Sarah menjawab omongan Raka. Raka pun menjawab ucapan Sarah. “ Siapa yang lagi godain kamu sih? “ aku hanya mengatakan suatu kebenaran” , ucap Raka mengelak sambil tersenyum. “ Ih dasar genit “, ucap Sarah lagi. “ Bagi laki-laki genit itu perlu loh”, jawab Raka singkat. Sarah hanya tersenyum mendengar ucapan Raka.


 


 


Gara-gara Raka, Sarah pun bisa bisa menjalani rutinitasnya dan melupakan semua permasalahannya bersama Rio.


 


 


Tak terasa, aktivitas Kampus telah berakhir. Sarah dan Raka langsung memasukkan buku pelajaran tadi ke dalam Tas. Setelah selesai memasukkan semuanya, Raka pun mengajak Sarah pulang ke Asrama.


 


 


 


 


Bersambung....


Semoga terhibur^_^


Dan jangan lupa di like ya ^_^


maaf ya...authour akhir-akhir ini jarang up ^_^


 

__ADS_1


 


__ADS_2