
Sarah pun dengan spontan menutup pintu kamarnya kembali, karna tidak mau berbicara apapun kepada rio. Tapi rio dengan cepat menahan pintu kamar sarah dengan satu tangannya. Sarah juga tak mau kalah dari
rio, dia juga berusaha sekuat tenaga untuk menutup kembali pintu kamarnya. Setelah cukup lama mereka mempertahankan posisi untuk membuka pintu dan juga menutup pintu, akhirnya rio menghentikan tarikan tangannya dari pintu sarah, karna melihat keadaan tangan sarah yang sekarang sudah memerah dan sedikit berdarah saat menahan tarikan pintu yang dia tarik.
Sarah yang tak menyadari tangannya memerah dan sedikit berdarah pun, langsung menutup pintu kamarnya ketika melihat rio telah melapaskan tarikan dari pintu kamarnya. Kini di dalam kamar, sarah merasa sedikit
lega, karna sudah berhasil untuk menutup kembali pintu kamarnya. Dan baru menyadari kondisi tangannya yang memerah dan sedikit berdarah akibat kejadian tadi. Sarah pun menjerit, “ auwww...” suara jeritan sarah yang terdengar agak keras, karena memang sarah kini merasa tangannya agak perih dan terasa sedikit sakit. Rio yang mendengar jeritan sarah pun di buat khawatir dan berbicara dari luar pintu kamarnya sarah. Sarah, kamu ngak kenapa - napa kan? Tanya rio. Maafin aku, karna udah bikin tangan kamu jadi memerah dan juga berdarah, ucap rio menambahkan kalimatnya.
Di dalam kamar, sarah yang mendengar suara rio dari luar pintu kamar, yang sepertinya khawatir dengan keadaannya, memilih untuk diam dan tidak menjawab semua ucapan rio terhadapnya. Rio yang merasa bersalah pun, memilih untuk balik ke kemarnya. Setibanya rio di dalam kamar, rio mengomel sendiri kepada dirinya, karna sudah memaksakan kehendaknya terhadap sarah, dan membuat sarah tersakiti lagi. Gue bodoh banget, bisa-bisanya gue nyakitin sarah untuk yang ke dua kalinya, walaupun maksud gue sebenarnya ngak berniat buat nyakitin dia. Tapi apa ! gue lagi- lagi nyakitin cewek yang sangat gue cintai, ucap rio menyalahkan dirinya sendiri di dalam kamar.
Sedangkan di dalam kamar, sarah kini tengah menahan rasa perih dari tangannya yang memerah dan juga
berdarah. Sarah pun bergegas untuk mengambil kotak P3K dan memakaikan “RIVANOL”( cairan untuk pengering luka ) ke tangannya yang sedang berdarah, lalu membalutnya dengan andiplas. Setelah selesai mengeringkan lukanya, sarah yang masih mengantuk pun langsung beranjak tidur kembali. Karna, tadi tidurnya terganggu oleh ketukan pintu yang di ketuk oleh rio.
Di situasi lain, rio juga sudah tertidur di dalam kamarnya. Karna memang setelah dia sampai di Amerika tadi siang, rio belum bisa tidur dengan puas , karna itulah rio kini langsung tertidur. Begitu juga dengan raka
__ADS_1
yang setelah menelfon sarah tadi. Langsung memutuskan untuk segera tidur, karna hatinya sudah merasa tenang mengetahui keadaan sarah yang baik-baik saja.
Ke esokkan harinya, sarah bangun lebih awal dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Setelah selesai bersiap-siap, sarah pun menghubungi raka dan menyuruh raka untuk segera bersiap-siap ,agar dia dan raka bisa pergi
sarapan lebih awal. Karena , sarah takut bertemu kembali dengan rio.
“Tut...tuttt”,bunyi suara telfon raka. Raka di dalam kamarnya, sedari tadi juga sudah siap untuk pergi sarapan. Dan tiba-tiba raka mendengar deringan telfonnya, lalu bergegas mengangkat telfon tersebut. Karna raka
sudah mengetahui bahwa sarahlah yang sedang menelfonnya. Halo sarah? Ucap raka bicara lebih dulu. Iya halo juga raka, balas sarah. Lalu langsung bertanya raka kamu udah siap-siap untuk pergi sarapan belum ? tanya sarah. Udah kok, aku udah siap-siap dari tadi, ucap raka menjawab pertanyaan sarah. Oh ,bagus kalau
Sarah pun bergegas untuk menuruni tangga menuju ke kamar raka di lantai satu. Sesampainya sarah di sana, raka pun sudah berdiri di depan pintu kamarnya dan menanti kedatangan sarah untuk pergi makan bareng di ruang makan. Mereka pun, langsung pergi ke ruang makan dan mengambil makanan dan minuman yang mereka inginkan. Setelah mereka menghabiskan semua makanan yang diambil tadi, sarah pun langsung bergegas untuk mengajak raka pergi ke kampus bareng. Raka tanpa pertimbangan, langsung mengiyakan ajakan sarah.
Mereka pun kini berlajalan menuju halte bis, dan menunggu kedatangan bis yang pagi ini mengarah ke kampus tempat mereka kuliah. Sesampainya di kampus, sarah langsung mengajak raka untuk bergegas pergi ke kelas. Sesampainya di kelas,mereka pun duduk berdampingan seperti biasanya. Raka yang mengetahui perilaku sarah yang agak berbeda hari ini langsung bertanya kepada sarah. Sarah , kamu kok kayak pengen lari dari sesuatu sih ? tanya raka. Sarah pun menjawab pertanyaan raka. ngak kok, mungkin perasaan kamu aja, jawab sarah mengelak. Aku serius sarah, apa kamu ngak percaya untuk ceritain semua masalah yang sedang kamu alamin sekarang sama aku? Tanya raka dengan nada kecewa, karna sarah tidak mau berbagi masalah dengan dirinya.
Aku ngak bermaksud kayak gitu kok raka,jawab sarah menenangkan raka. Terus kamu kenapa hari ini ? Ngak seperti biasa selalu pengen santai, tapi tadi kamu aku lihat sangat tergesa-gesa melakukan semuanya, tanya raka dengan nada agak sedikit ngotot. Oke , aku bakal ceritain semuanya sama kamu, ucap sarah menenangkan raka lagi. Jadi gini, aku kemarin ketemu sama rio! Ucap sarah memulai curhatnya. Serius? Terus dia ngak ngelakuin apa-apa kan sama kamu? Ucap raka dengan wajah khawatir. Untungnya sih enggak, tapi dia terus-terusan ngejar-ngejar aku, kata sarah lagi. Emang kamu ketemu dia dimana ? tanya raka penasaran. Aku ketemu dia di asrama raka, ucap sarah. Apa ? jadi dia satu asrama sama kita? Tanya raka lagi. Iya ,aku awalnya juga sangat terkejut melihat rio di ruang makan kemarin, jawab sarah lagi. Jadi yang duduk di sebelah kamu kemarin itu rio? Tanya raka menebak-nebak. Iya , itu rio, jawab sarah singkat.
__ADS_1
Aku pikir kamu ngak mau duduk kemarin, gara-gara kamu ngak enak sama aku, tapi ternyata karna itu, ucap raka menyimpulkan sendiri. Sarah pun menganggukkan kepalanya, tanda mengiyakan ucapan raka.Pembicaraan mereka pun terhenti di sana, karna dosen sudah memasuki ruangan kelas.
Beberapa menit yang lalu. Di asrama, rio yang bangun agak kesiangan langsung bergegas untuk bersiap-siap pergi ke kampus barunya. Dan melewatkan sarapan pagi. Sesampainya rio di kampus barunya, rio pun masuk ke ruangan dosen yang mengajar jurusan yang diambilnya sekarang, yaitu jurusan kedokteran. Dan rio sedikit terkejut melihat dosen di jurusan barunya itu, yang tak lain adalah si bram. Yang dulunya , selalu mengejar-ngejar sarah. Begitu juga dengan bram, yang terkejut melihat keberadaan rio di sana.
Rio ? ucap bram terlebih dulu. Bram ? balas rio. Kamu kok bisa di sini? Bukannya kamu kuliah di UI ? Tanya bram heran. Dulu gue emang kuliah di sana, tapi sekarang gue pindah ke sini, jawab rio seadanya. Oh , kalau gitu ayo sekarang kita pergi ke kelas, ucap ajakan bram sambil berjalan terlebih dahulu. Rio pun mengikuti bram dari arah belakang.
Setibanya bram di dalam kelas. Bram pun langsung menyuruh rio masuk dan memperkenalkan dirinya. Sarah begitu terkejut melihat rio yang sedang berada di depan kelas sambil terus terpana ke arah rio. Raka yang melihat ekspresi sarah saat melihat rio, lngsung merasa jengkel , lalu bicara dekat telinga sarah . Sarah, kamu
kayak terpesona benget lihat riogitu , entar si rio kepedean loh ! ucap raka sambil menyadarkan sarah dengan menepuk lembut bahu sarah. Eh iya, maafin aku, ucap sarah sambil bersikap seperti biasa.
BERSAMBUNG..
SEMOGA TETAP TERHIBUR
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA DILIKE^_^