
Setelah beberapa menit mereka berciuman. Rio akhirnya melepaskan ciumannya dari Sarah karena merasa tidak enak nanti Bibik melihat mereka sedang begituan. Sarah pun mulai merasa sangat nyaman dengan ciuman yang mereka lakukan, dan juga membuat Sarah sangat ingin tahu lebih lanjut tentang seberapa nikmatkah permainan yang bisa rio berikan kepadanya.
Dan kini Rio berdiri dan beranjak dari tempat duduknya tadi. Berencana untuk pergi ke dalam kamarnya buat membersihkan diri. Akan tetapi sebelum Rio mulai berjalan, Sarah tiba-tiba memegang tangan Rio. Lalu bertanya, " Rio kamu mau ke mana? aku takut di sini sendirian", rengek Sarah kepada Rio. Rio pun menjawab rengekan dari Sarah, "oh jadi kamu takut sendirian di sini? akunya sih mau ke kamar sebentar pengen mandi supaya lebih segaran, apa kamu mau ikut sayang", bisik Rio di telinganya Sarah.
Pipi Sarah langsung memerah karena menahan malu atas ucapan Rio barusan. "Aku sih nggak mau ya sebenarnya ikut sama kamu, tetapi apa boleh buat, berhubung aku takut sendirian di sini mendingan aku ikut sama kamu aja deh", jawab Sarah sok merasa terpaksa.
Rio tersenyum mesum mendengar jawaban pacarnya tadi. Lalu berkata, "oh kamu beneran mau ikut sama aku ke kamar nih? nanti kamu nggak boleh nyesel lo", ucap rio kepada Sarah sambil tersenyum puas.
Sarah langsung menjawab ucapan Rio barusan. "ihh emang kenapa? malahan aku senang bisa lihat kamar cowok aku", ucap Sarah polos tanpa memikirkan hal yang kini sedang berkeliaran di pikiran cowoknya.
"Oke deh kalau gitu", kata Rio sambil memegang tangan Sarah menuju ke kamarnya. Sesampainya di dalam kamar Rio dan sarah entah mengapa merasa sedikit canggung Karena saat ini hanya mereka berdua yang berada di dalam kamar itu. Akan tetapi Sarah berusaha untuk bersikap setenang mungkin agar Rio tidak menyadari bahwa dirinya saat ini sedang merasa gugup.
Sedangkan Rio berencana untuk langsung pergi ke kamar mandi guna mengurangi rasa canggung nya saat ini terhadap Sarah dan refleks membuka baju kaus putih polosnya. Dan sontak membuat Sarah langsung berteriak" aaaaaaa...", suaran teriakan Sarah. Karena terkejut akan tingkah Rio yang dengan santai memperlihatkan badannya. Sarah pun langsung menasehati Rio. " kamu kok santai banget buka baju di depan aku? mendingan kamu buka bajunya di dalam Toilet aja", ucap Sarah sambil menunjuk ke arah Toilet. Pikiran mesum rio pun akhirnya keluar karena mendengarkan ucapan Sarah barusan. Lalu Rio mendekat ke arah Sarah dan mencium kening Sarah, lalu sekarang beralih ke bibirnya Sarah. Dan seperti biasa Rio selalu lihai dalam permainannya.
Akan tetapi tiba- tiba Rio di kejutkan dengan perilaku Sarah yang semakin pandai dalam berciuman, dan malahan terkadang Rio yang kesulitan dalam mengikuti tempo permainan dari Sarah. Rio yang saat ini sudah sangat bernafsu langsung mengimbangi ciuman Sarah dengan sangat agresif karena tidak mau kalah lihai dari Sarah.
__ADS_1
Dan langsung membuat badan Sarah terasa di sengat oleh aliran listrik yang sangat kuat. Rio terus mencium bibir indahnya Sarah dan sesekali juga mejilatinya. Sarah yang sekarang juga sudah terbawa oleh hawa nafsu pun terus mengikuti tempo permainan dari Rio. Sarah menikmati permainan Rio sambil menahan kegelian yang disebabkan dari ciuman Rio. Karena sekarang Rio semakin mempercepat permainannya dan menciumi bibirnya Sarah dari atas hingga bawah secara bergantian, dan sesekali juga mencium lehernya Sarah dengan lembut.
Dan tiba-tiba saja Sarah tersadar dari kenikmatan yang diberikan oleh rio. Entah karena angin apa! hasrat nafsunya Sarah mulai pudar seketika dan membuat Sarah secara refleks menghentikan kegilaan Rio. Akan tetapi Rio yang sekarang sudah terlarut dalam api nafsu sangat sulit untuk menghentikannya malahan sekarang Rio mau berbuat hal yang lebih gila lagi.
Dan untung saja pintu tiba-tiba berbunyi. "Tok...tok..", bunyi suara ketukan pintu terdengar. "Den Rio ini Bibik". Rio langsung tersadar dan mengatur nafasnya untuk menjawab pertanyaan dari Bibik. Dan berkata, "oh iya Bik, ada apa ?" tanya Rio kepada pembantunya.
Bik Inem pun menjawab pertanyaan dari Rio. "Itu den, Tuan sudah pulang dari LA, dan menyuruh aden untuk turun sebentar ke Ruang Tamu dan aden juga boleh mengajak nak Sarah karena tadi Bibik sudah bilang tentang nak Sarah kepada Tuan", ucap Bibik menjelaskan.
"Oh iya Bik, sebentar lagi kita keluar kok", jawab Rio. Rio pun langsung memakai bajunya kembali dan juga merapikan bajunya Sarah yang acak-acakan karena ulahnya tadi. Lalu berkata, "sarah maafin aku ya, karena tadi udah agak keterlaluan sama kamu", ucap Rio. Sarah pun menjawab ucapan Rio kepadanya. " Iyaa, ngak apa-apa kok", jawab Sarah pasrah.
"Ya.., mau gimana lagi udah kejadian juga" , ucap bathin Sarah. ^_^""
Lalu berkata, "halo pa? sapa Rio kepada Papanya. "Iya halo nak", jawab Papa Rio.
"Ada apa Papa manggil Rio ke sini?" tanya Rio secara to the point kepada Papanya. "Oh tentang itu papa hanya pengen lihat cewek mana yang bisa luluhin hatinya kamu", ucap Papa Rio sambil melihat ke arah Sarah.
__ADS_1
"Ternyata dia memang cantik", ucap Papa Rio lagi. Sarah pun hanya membalas ucapan dari Papanya Rio dengan senyum manisnya. "Emang Papa ngak boleh kenal sama calon mantunya Papa?" ucap Papa Rio sembari bercanda. "Ah boleh kok pa", jawab Rio sambil tersenyum .
" Atau jangan-jangan Papa tadi ngak sengaja ganggu kamu pacaran?" ucap godaan papanya Rio. Lalu Rio menjawab omongan Papanya, "hahahah maksud Papa apasih Rio ngak ngerti", ucap Rio mengelak.
"Terus mengapa kamu gugup gitu jawab pertanyaan Papa barusan?" goa Papa Rio lagi. "Siapa yang gugup sih Pa", kata Rio sambil mengigit bibirnya yang terasa kering. Sedangkan Papanya Rio hanya tertawa kecil melihat tingkah laku anaknya yang salah tingkah saat di goda sedikit mengenai hubungannya. Di sisi lain Sarah juga merasa sedikit malu pipinya pun langsung memerah saat Papa Rio menggoda mereka berdua.
"Oh iya pa, aku pamit nganter Sarah pulang ya", ucap Rio kepada Papanya. "Iya hati-hati", balas Papa Rio sambil tersenyum. Lalu Sarah juga berpamitan kepada Papanya Rio dengan berkata, " om aku pamit pulang dulu ya", ucap Sarah berpamitan kepada Papanya Rio. Papa Rio pun langsung menjawab pamitannya Sarah barusan. "Iya nak, nanti sering-sering ya main kesini", ucap papa Rio sambil mengusap rambutnya Sarah. " Iya om", jawab Sarah singkat sambil tersenyum.
Rio pun bergegas mengantar Sarah pulang. Taka butuh waktu lama mereka pun sampai sampai di Apartement. Sarah langsung segera keluar dari Mobilnya Rio. Akan tetapi belum berapa jauh Sarah berjalan Rio tiba-tiba memeluk Sarah dari belakang dan menundukkan dagunya di pundaknya Sarah. "Eh Rio, kamu kok manja banget sih hari ini?" tanya Sarah. "Aku tiba-tiba pengen nyender aja di pundak kamu hanya pengen peluk kamu sebentar saja", ucap Rio. Setelah agak lama mereka berpelukan Rio pun melapas pelukannya dan pamit untuk pulang.
Sarah yang sangat lelah langsung menuju ke arah kamarnya. Dan tak sadar tidur hanya memakai celana pendek dan tank top saja. Karena merasa terlalu lelah Sarah pun langsung terlelap.
Belum beberapa lama Sarah tertidur, bel pintu kamar Sarah pun berbunyi dan sontak membuat Sarah terbangun lagi dan tanpa ragu membuka pintu kamarnya.
Dan Sarah merasa sedikit terkejut melihat sosok Kak Bram yang tengah malam begini berkunjung ke apartemen nya.
__ADS_1
JANGAN LUPA DI LiKE YA GUYS....
DAN SEMOGA TERHIBUR!!!^_^