
Salma pun terjatuh dan langsung pingsan di lantai “Ruang Tamu” rumahnya. Bik Inem yang sedari tadi tengah sibuk melakukan pekerjaan rumahnya, tidak mengetahui bahwa kini Salma tengah pingsan di ruang tamu. Setelah 30 menit kemudian, Bik Inem pun sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya. Dan kini berencana untuk pergi ke “Ruang Makan”untuk meletakkan semua makanan yang telah disiapkannya tadi dari dapur. tetapi ketika Bik Inem berjalan menuju ke Ruang Makan, Bik Inem terkejut melihat Salma yang sudah tergeletak di lantai Ruang Tamu. Dan cepat meletakkan makanan yang dia bawa tadi ke Ruang Makan, lalu segera bergegas menghampirin Salma yang sudah tergeletak di Ruang Tamu.
Ruang Tamu Salma memang terletak bersebelahan dengan Ruang Makan, karena itulah Bik Inem dengan mudah dapat melihat salma yang tadi tengah tergeletak di lantai Ruang Tamu.
Lalu Bik Inem mencoba menyadarkan Salma terlebih dahulu dengan berkata, “ Non..., bangun Non, Non mengapa bisa begini? “ ucap Bik Inem sambil mengoyangkan tubuh Salma sedikit. Salma pun tersadar dan berkata lemah kepada Bik Inem. “ Bik aku baik-baik saja”, ucap salma dengan nada yang masih lemah. “Kalau gitu Bibik bawa Non ke rumah sakit ya? “, tanya Bik Inem kepada sarah.
“Enggak usah Bik, aku istirahat di kamar aja”, ucap Salma masih dalam keadaan lemah. Bik Inem pun mengangguk atas keinginan Salma. Dan langsung memapah Salma menuju ke kamarnya. Sesampainya Bik Inem mengantarkan Salma ke dalam kamarnya, Bik Inem pun langsung membaringkan tubuh Salma dengan perlahan-lahan ke atas tempat tidur Salma.
Dan kini Salma sudah berbaring dengan baik ditempat tidurnya. Bik Inem pun segera pamit keluar kepada Salma. “ Non, Bibik pamit keluar dulu ya, Non istirahat yang cukup, supaya nanti bisa bugar kembali”, ucap Bik Inem sambil membelai rambut Salma dan langsung bergegas ke luar. Salma hanya tersenyum mendengar perhatian yang di lontarkan oleh Bik Inem kepadanya.
Dan setelah Bik Inem pergi, barulah Salma beranjak untuk tidur, guna mengistirahatkan tubuhnya yang kini terasa sangat lemah. Setelah tidur kurang lebih 4 jam an, dan kini hari sudah menunjukkan pukul 17.00 pm waktu Indonesia. Akhirnya Salma sekarang sudah bangun dan merasa sudah agak baikan.
Sedangkan di Amerika, sekarang sudah menunjukkan pukul 07.00 am waktu Amerika. Sarah pun sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Begitu juga dengan Rio yang juga sudah bersiap- siap unntuk pergi ke kampus, dan berencana menelfon Sarah terlebih dahulu. Rio pun kini mencoba untuk menghubungi Sarah. “tututttt,tututtt..,”suara deringan hp sarah. Sarah yang kini tengah berada di dalam kamarnya, langsung mengambil hpnya di atas tempat tidur dan melihat notice si penelpon di layar hpnya. Dan ternyata Rio yang kini tengah mencoba untuk menghubunginya.
__ADS_1
Sarah langsung menganggkat telfon dari Rio. “Halo sayang”,ucap sarah. “ Kamu ada apa nelfon aku”,tanya sarah kepada Rio. Rio pun menjawab pertanyaan yang di lontarkan sarah kepadanya. “Iya halo juga sayang, ngak ada apa-apa sih yang, aku cuma mau memastikan aja kalau kamu udah selesai bersiap-siapnya”, ucap Rio menyampaikan maksudnya menelfon Sarah. “Oh gitu, aku udah selesai kok siap-siap”, jawab Sarah. “ dan sekarang lagi mau kebawah untuk pergi sarapan”, ucap Sarah lagi. “ oke kalau gitu yang, kita nanti ketemuan di bawah ya”, ucap Rio. “by...., sayang”, tambah Rio lagi. Sarah pun menjawab ucapan Rio kepadanya. “ iya yang, by....”, jawab Sarah sambil mematikan telfon mereka.
Sarah langsung bergegas untuk segera pergi ke Ruang Makan. Begitu juga dengan Rio yang juga segera bergegas ke Ruang Makan. Berhubung kamar Rio terletak di lantai dua pada asrama, otomatis Rio sampai lebih duluan ke Ruang Makan. Dan memutuskan untuk terlebih dahulu menunggu Sarah, agar dapat makan bersama nantinya.
Sekitar 15 menitan Rio menunggu kedatangan Sarah. Akhirnya kini Sarah pun telah terlihat berjalan menuju ke Ruangan Makan. Rio refleks melambaikan tangan ke arah Sarah, Sarah pun membalas lambaian tangan Rio dengan senyuman.
Lalu Sarah langsung menghampiri Rio yang sedari tadi telah menunggunya di Ruang Makan. Dan berkata, “ kamu udah dari tadi nunggu aku ya yang? “,tanya sarah melihat ke arah Rio. Rio pun langsung menjawab ucapan Sarah. “ ngak juga sih yang, aku juga baru datang”, jawab Rio sambil menatap sarah.
Setelah Rio dan Sarah sudah selesai sarapan, mereka langsung menuju ke halte bus. Ketika mereka sampai di sana, Sarah merasa sangat terkejut ketika Raka menepuk pundaknya dari arah belakang. Lalu sarah berkata kepada Raka. “ih jahil banget sih! Aku kan jadi kaget”,ucap sarah dengan nada ketus. Raka pun membalas ucapan Sarah kepadanya. “hheehhe, sorry aku kan Cuma becanda”, ucap Raka kepada Sarah.
Sarah sebenarnya mau mengata-ngatai Raka lagi, akan tetapi bus yang mereka tunggu telah datang, dan membuat Sarah langsung menaiki bus tersebut sekaligus mengikuti Rio dari belakang. Raka juga mengikuti Sarah dari belakang.
Di atas bus, Raka yang berencana mau menjahili Sarah lagi langsung mengeluarkan aksinya. Dengan cara mencolek telinganya Sarah sedikit. Sarah yang merasa telinganya dicolek pun langsung menghadap ke arah belakang, dan melihat Raka yang sok tidak berdosa atas perbuatannya tadi. “Dih sok ngak berdosa lo, udak colek-colek telinganya pacar orang”, ucap Sarah dengan mimik kesal. Raka yang mendengar Sarah menuduhnya langsung sok membela dirinya. “Kamu ngomongin apa sih? Aku ngak ngapa-ngapain”, ucap Raka mencoba mengelabui Sarah.
__ADS_1
Sarah yang sangat mengetahui kalau Rakalah yang tadi mencoleknya langsung merasa jengkel untuk saat ini. Dan mengadu kepada Rio, “yang...., aku betek banget sama si Raka yang terus-terusan jahilin aku”, ucap sarah agak manja kepada Rio.
Rio pun menjawab ucapan Sarah barusan. “Aduh kasian banget pacar aku,ucap Rio sambil mencolek hidung sarah dengan mesra. Sarah menjawab kembali ucapan Rio tadi. “Ih kamu mah Cuma ngomong gitu doang, jahilin balik dong si Raka”, ucap Sarah tambah merasa betek.
Raka yang melihat Sarah tambah betek langsung menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, untuk kembali menjahili Sarah. Lalu berkata, “ dih mulai kumat tu sifat ngambeknya”, ledek Raka lagi. Sarah yang tidak terima atas ledekan Raka kepadanya, langsung bicara. “Udah ya Raka becandanya, aku udah ngak mood”, ucap Sarah dengan wajah datar. Raka yang melihat Sarah saat ini seperti benar-benar marah, sekarang langsung diam dan tak berani menjahili Sarah lagi.
Sedangkan Rio mencoba untuk berbicara dengan Sarah. “ yang, kamu mengapa? Kok jadi betek kayak gini”, ucap Rio mencoba untuk memahami Sarah. Sarah pun menjawab ucapan Rio dengan secukupnya. “ Kamu kan udah dengar aku bilang apa sama Raka tadi”, ucap sarah datar. Rio yang saat ini mengerti bahwa Sarah lagi bad mood hanya mencoba untuk diam.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA DILIKE^_^
AYO DONG DUKUNG AUTOR DENGAN VOTE YANG LEBIH BANYAK ^_<
__ADS_1