Birahi Hati

Birahi Hati
Episode 64


__ADS_3

“ Kamu tunggu di sini bentar ya, aku mau beli minum”, ucap Raka. “ Oh iya” jawab Sarah singkat. Raka pun kini langsung begegas membeli minuman untuk dirinya dan Sarah.


Tak selang beberapa lama, Raka pun kini sudah kembali menemui Sarah dan membawa dua buah minuman. “ Ni untuk kamu”, kata Raka kepada Sarah. “ Iya makasih”, balas Sarah.


Sarah pun langsung meneguk minuman yang di berikan Raka tadi hingga kini hanya terasa sedikit. Sedangkan Raka juga meneguk minumannya, dan tak lupa pula sesekali melihat ke arah Sarah yang sedang meneguk minumannya dengan cepat. “ Pelan-pelan mbak”, sawut Raka.


Sarah pun merasa malu ketika Raka kembali melihatnya, dan membalas dengan senyuman. “ Sarah, kita pulang sekarang ya”, ucap Raka. “ Loh kok cepat banget”, protes Sarah. “ Kamu ngak sadar ya kalau sekarang udah jam enam sore”, kata Raka.


Sarah pun langsung melihat jam tangannya. “ Oh iya, aku hampir aja lupa sama waktu karena keasikan main”. “ Kamu tenang aja, besok-besok kita main lagi deh”, ucap Raka lagi. “ Oke”, balas Sarah.


Waktu pun berjalan dengan cepat, dan kini Rio telah sampai di Bandar Udara Soekarna Hatta. Tepat pukul dua dini hari. Rio melihat sekeliling bandara, akan tetapi tidak melihat satu orang pun yang menunggu


kedatangannya. Rio juga memaklumi semua situasi yang ada pada saat ini, karena memang kepulangannya sekarang  bukan merupakan kabar baik. Melainkan kabar yang sepatutnya belum pengen di dengar oleh keluarga besarnyanya.


Rio pun melangkahkan kakinya ke depan Bandara, dan menunggu kedatangan Taksi. Sekitar 5 menitan menunggu, akhirnya Rio kini sudah mendapatkan Taksi dan langsung masuk ke dalam taksi tersebut. Di sepanjang perjalanan, Rio hanya terus diam.


Sesampainya di rumah, Rio langsung menekan bel. Setelah beberapa lama menekan bel, akhirnya Pintu pun di bukakakan oleh Bibik. “ Selama datang den”, ucap Bibik. Rio pun hanya tersenyum paksa membalas sambutan Bibik. Lalu langsung bergegas menuju kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, Rio langsung beristirahat.


Sedangkan Bibik kini tengah menuju ke kamar Papa dan Mamanya Rio, guna mengabarkan kepulangan Rio. Lalu mengetuk pintu “ tok...tok....”, suara ketukan Bibik. Papa dan Mama tiri Rio pun terbangun akibat mendengarkan ketukan pintu. Papa Rio langsung menuju pintu kamar.


Dan segera bergegas membukakan pintu. “ Ada apa Bik? “ tanya Papa Rio sambil menguap. “ Itu tuan,  den

__ADS_1


Rio sudah pulang”. “ Oh dia sudah pulang, biarkan dia beristirahat dulu Bik”. Besok saya dan istri saya langsung menemuinya”, jawab Papa Rio.


“ Oh iya tuan, maaf saya sudah menganggu tidurnya tuan”, ucap Bibik. “ Ngak apa-apa kok bik”, balas Papa Rio.


Papa Rio langsung menutup pintu kamarnya kembali. Dan melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu olek ketukan Bibik. Sedangkan Bibik juga kemabali ke kamarnya untuk beristirahat juga.


Di situasi lain di Amerika, Raka dan Sarah pun telah sampai di Asrama tepat pukul sembilan malam. Mereka pun langsung menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat dan membersihkan badannya.


Di dalam kamarnya, Sarah kini sedang bersantai di atas tempat tidurnya. Dan entah mengapa tiba-tiba teringat kembali dengan kejadian yang terjadi antara dirinya dengan Raka tadi siang. Lalu tersenyum-senyum


sendiri.


Sarah saat ini memang sudah memiliki sedikit perasaan terhadap Raka. Akan tetapi Sarah kali ini tidak mau membuat Raka merasa kecewa lagi terhadap dirinya. Untuk itulah kini Sarah mencoba menelusuri perasaannya terlebih dahulu. Agar nantinya dia bisa memberikan sepenuh hatinya terhadap Raka. Dan juga memberikan jawaban pasti atas perasaan Raka terhadap dirinya.


Sedangkan Raka saat ini di dalam kamar juga sangat merasa bahagia. Karena sudah membuat perasaan Sarah sedikit tenang. Dan selalu berharap agar nantinya Sarah bisa menjadi pendamping hidupnya.


Sedangkan Papa dan Mama tiri Rio, sedari tadi sudah selesa sarapan pagi. Mama tiri Rio yang merasa khawatir langsung menuju kamar Rio untuk melihat keadaan Rio. “ Rio..., ucap Mama tiri Rio sambil mengetuk pintu.


Rio pun terbangun mendengar ketukan dari luar pintu kamarnya. Dan langsung bergegas membukakan pintu. “ Ada apa Ma?”, tanya Rio. “ Kamu baik-baik aja kan? “. “ Mama khawatir terhadap kondisi kamu”. “ Kamu pasti


kecapean ya, akibat perjalan kamu”, ucap Mama tiri Rio.


“ Aku baik-baik aja kok ma”. Jawab Rio singkat.

__ADS_1


“ Papa mana Ma? “, tanya Rio. “ Papa kamu lagi di ruang tengah”, jawab Mama tiri Rio. “ Yaudah kamu cepetan mandi, setelah itu langsung sarapan”, ucap Mama tiri Rio perhatian.


Mama tiri Rio langsung pergi menemui Papa Rio di Ruang Tengah. Sedangkan Rio langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Rio pun kini telah kembali segar, dan langsung menuju Ruang Makan untuk sarapan.


Sesampainya di sana, Rio langsung duduk dan menyantap sarapan yang sudah di sediakan oleh bibik. Di tengah asik menyantap sarapannya, Rio di kejutkan dengan suara Papanya. “ Nanti kita akan pergi ke rumahnya Salma”, ucap Papa Rio singkat.


Rio hanya bisa mengangguki ucapan Papanya. Dan perasaannyan kembali merasa tidak tenang ketika mendengar Papanya menyebutkan namanya Salma.


Hari pun kini telah menunjukkan pukul satu siang. Papa dan Mama tiri Rio sudah selesai bersiap-siap. Dan Rio pun juga sudah selesai


Dan setelah melakukan perjalanan sekitar 2 jam an, akhirnya Rio, Papa, dan Mama tirinya telah sampai di rumahnya Salma. Mereka pun sangat terkejut melihat situasi di kediamannya Salma. Mereka melihat banyak orang yang berdatangan, dan semua orang tersebut juga memakai baju warna hitam. Mereka pun bertanya-tanya sendiri di dalam hati.


Sampai akhirnya Papa Rio yang merasa pusing langsung masuk ke dalam rumahnya Salma dan langsung bertanya kepada Papanya Salma. “ Pak Dahlan? Apakah bapak Papanya Salma? “, tanya Papa Rio sedikit kanget. Dahlan pun menoleh ke arah Papanya Rio. “ Eh Anton? Kamu kok bisa berada di sini? ”, tanya dahlan penasaran.


“ Saya mau menemui Papanya Salma, dan dari informasi yang saya dapat disinilah rumah kediamannya”, jawab Anton seadanya. “ Saya Papanya Salma, kamu ada perlu apa? “, tanya dahlan tambah binggung.


“ Saya Papa Rio”, jawab Anton sedikit menunduk karena merasa sangat malu. Dahlan pun terkejut mendengar ucapan yang dilontarkan oleh sahabat lamanya itu. “ Apa? Kamu Papanya Rio? “ tanya dahlan menahan marah ke arah Anton.


Karena bagaimana pun juga, Rio telah membuat kesalahan fatal kepada anak semata wayangnya. Dan kini, anaknya pun keguguran karena sangat frustasi dengan semua hal yang tidak pernah di inginkan. Atas kejadian yang telah terjadi di dalam kehidupannya. Akan tetapi Dahlan masih memiliki pemikiran yang jernih, dia tidak mau meluapkan kemarahannya di depan khalayak ramai. Dan menganggap masalah ini sebagai masalah pribadi dan harus di bicarakan secara kekeluargaan.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


JANGAN LUPA DI LIKE YA...


DAN MAAF BARU BISA UP ^_^


__ADS_2