
" Raka lepasin gue ih", kata Sarah disela ciumannya. Raka terus menciumi Sarah tanpa memperdulikan Sarah membalas nya atau tidak. Raka semakin menjadi-jadi, Sarah yang kini kembali merasa seperti di lecehkan tanpa sadar mengeluarkan air matanya.
Raka yang merasakan bibir Sarah agak lembab dan basah pun langsung tersadar dan menarik nafasnya dalam-dalam. Berusaha menghilangkan dorongan nafsunya. Sedangkan Sarah terus menangis "hhhhihiiikss...". " Mengapa semua cowok sama aja, pengennya jadiin cewek sebagai pelampiasan nafsu doang".
"hhhiikks...hhikss", ucap Sarah sambil terus menangis. Raka pun menyesali semua perbuatannya. " Ngapain juga gue tadi jadi nafsu dengan bibir cewek cerewet ini, dan gue tadi main nyosor aja lagi, kayak anjing yang kelaparan". " Padahal kan sebelumnya gue ngak pernah melakukan ini ke siapapun", ucap penyesalan Raka kepada dirinya sendiri.
Sarah pun terus menangis. Raka yang merasa kasian berniat untuk mengusap air mata di pipi Sarah dengan tangannya. Akan tetapi, tangan Sarah terlebih dahulu menghalanginya. Sarah kini mencoba untuk tegar dan mengusap air mata di pipinya sendiri. " Pokoknya, aku harus bisa mengwujudkan mimpi Mama dan Papa aku, dan aku juga yakin bisa melewati semua cobaan ini ", ucap bathin Sarah.
Setelah Sarah selesai mengusap air mata di pipinya, Sarah langsung bicara pada Raka. " Terimakasih, karena tadi lo udah mau nolongin gue ". " Dan maaf gue bukan cewek murahan yang bisa lo apa -apain untuk ngucapin terimakasih sama lo ". " Dan lo tenang aja, gue bakal bales budi kok sama lo, tapi kalau waktunya udah tepat ".
" Udah itu aja yang mau gue samperin, gue balik ke kamar dulu ", ucap Sarah kepada Raka. Raka pun hanya terdiam dengan semua kata-kata yang dilontarkan Sarah kepadanya. Dan hanya bisa membalas dengan anggukan.
Setelah mengeluarkan semua rasa janggal di dalam hatinya, Sarah pun kini langsung membuka pintu kamar raka. Dan menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya. Sesampai di dalam kamar, Sarah hanya termenung duduk di depan kaca riasnya. Dan melihat seluruh tubuhnya, dan Sarah jadi teringat lagi dengan kejadian yang terjadi pada dirinya tadi.
Lalu berkata sendiri di dalam kamar, "mengapa para cowok tadi tega ngelakuin hal itu sama gue"! Padahal gue ngak pernah godain mereka, pakaian yang gue kenakan pun tak ada yang tak pantas". " Lalu mengapa! mengapa harus aku! ", ucap Sarah sambil menangis. " Hhikkkss..shiiiskk", (suara tanggisannya Sarah).
" Apa semua cowok itu sama? aku sangat tau persis, semua cowok pasti memiliki perilaku yang berbeda ". " Tetapi setelah kejadian hari ini, aku mulai ragu untuk membedakan cowok yang sebenarnya tulus dalam mencintai, dengan cowok yang hanya bertujuan untuk melampiaskan nafsu sahwatnya ", ucap Sarah dalam fikirannya.
__ADS_1
Sarah pun yang merasa agak lelah bercampur pusing, langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Sedangkan Rio di Indonesia, yang kini tengah berada di dalam kelas hanya terdiam melihat perilaku cewek yang sekarang lagi duduk di sampingnya. Cewek tersebut pun memperkenalkan dirinya. " Hay Rio, nama gue Salma", ucapnya kepada Rio. " Hhmmm", balas Rio jutek.
" Kalau kamu butuh fatner, aku siap kok jadi fatner kamu mulai sekarang sampai dengan kedepannya ", ucap Salma dengan nada lembut sekaligus menggoda.
Rio hanya membalas dengan senyuman. Lalu tiba-tiba, cewek tersebut mendekat ke arah Rio dan berbisik di telinga Rio dengan suara menggoda yang dia buat sendiri. Bulu kuduk Rio pun merinding dengan tingkah laku cewek tersebut kepadanya.
" Cupp...", " Ini sebagai tanda perkenalan kita ganteng ", ucap Salma setelah mengecup pipi Rio tanpa izin. Rio pun sebenarnya agak terkejut. Akan tetapi Rio tak mau lah memperlihatkannya di depan Salma. Secara Rio merupakan cowok yang tampan dan selalu dikelilingi oleh gadis-gadis cantik. Dan kini Rio hanya mencoba tenang atas tingkah Salma tadi kepadanya.
Kelas pertama pun telah usai, Rio terus memainkan hp nya. Tetapi salma sedari tadi terus memperhatikan Rio. Bathin Salma pun berkata. " Sumpah, dia ganteng banget, gue harus dapetin dia bagaimanapun caranya.
Rio pun bergegas mengambil motornya. Tetapi tiba-tiba dikejutkan dengan suara benturan. dan cepat Rio menoleh ke sumber suara tadi. dan teryata sesorang lah yang sedang terjatuh di hadapannya. " Loh itu kan cewek yang godain gue tadi, ngapain sih pakai pingsan segala, nyusahin aja ", ucap kesal bathin Rio.
Rio sebenarnya tidak terlalu ptihatin melihat keadaan orang lain, kecuali melihat keadaan orang yang dia sayangi. Akan tetapi dia juga tidak setega itu membiarkan seorang wanita terkulai lemas di depannya. Rio pun bergegas turun dari motornya, dan menaikkan Salma pelan-pelah ke atas motornya.
Dan langsung melajukan motornya ke arah Rumahnya. Dan setelah sampai, Rio bergegas untuk membawa Salma ke kamarnya, lalu membaringkan tubuh Salma di atas kasurnya. Dan keluar sebentar mengambil air minum, dan juga air hangat untuk mengompres kepala Salma. Setelah selesai mengambil semuanya, Rio pun akhirnya masuk kembali ke dalam kamarnya, dan agak terkejut melihat Salma yang sudah terbangun.
__ADS_1
" Lo udah bangun? " tanya Rio secukupnya. " Hhmmm ", ucap Salma pura-pura masih pusing. " Aku sedikit merasa dingin ", ucap Salma mencari akal. Rio pun berencana mengambilkan selimut untuk Salma. Akan tetapi, kaki Rio terpeleset dan akhirnya menindih tubuh Salma.
Dalam hatinya, salam merasa puas dengan aktingnya, karena bisa langsung masuk ke dalam kamar Rio. Rio pun agak terdiam sebentar. Setelah kesadarannya kembali, Rio pun langsung berusaha untuk segera bangun. Akan tetapi, Salma mencengah Rio. Lalu berbicara dengan nada meminta belas kasian kepada Rio. " Rioo jangan bangun dulu, aku mohon sama kamu". " Pelukan kamu sangat menghangatkan tubuh aku ", ucap Salma dengan nada ibanya.
Rio pun dengan terpaksa berada dalam posisi menindih tubuhnya Salma. Tapi lama-kelaman Salma mulai berani meraba dada bidang Rio. " Maafkan aku Rio, tetapi ini lebih menghangatkan". " Aku akan memegangnya untuk beberapa saat", ucap Salma lagi. Rio pun kini merasa agak risih, dan juga mulai merasa terangsang dengan tingkahnya Salma. Yang terus-terusan meraba da**nya dengan belaian yang membuat sensasi tersendiri bagi tubuh Rio. Namun Rio mencoba untuk tenang.
Akan tetapi Salma terus saja memegang dada Rio, dan juga sengaja sesekali menyenggolkan da**nya ke tangan Rio. Rio yang merasa dada Salma sengaja menyentuh lengannya pun semakin membuat Rio tambah merasa terangsang.
Dan saat ini Rio tidak dapat menahan hasratnya untuk lebih lama lagi. Salma yang mengetahui Rio sudah bernafsu, langsung dengan gemas meremas adiknya Rio dengan sangat bernafsu. Rio pun refleks mendorong tubuhnya Salma. Akan tetapi apa boleh buat adik Rio sudah tak dapat lagi menahan godaan yang sedari tadi diluncurkan oleh Salma kepadanya.
" Aaah...", suara erangan Rio terdengar sangat menikmati. Salma tanpa berfikir panjang langsung memasukkan adik Rio ke dalam mulutnya. Di kocok-ko**knya hingga Rio terus mendesah kenikmatan. " Aaahha,,.ahhhh. saaaallama..." , Rio tanpa sadar kini telah terus mendorong kepala Salma. dan terus memaju mundurkannya.
Rio yang sudah sangat bernafsu, langsung mengangkat kepala Salma dan menc**mi Salma dengan ganas. Di jil***nya bibir Salma dan dimainkannya juga li*ah Salma. Salma pun mengimbangi permainan yang Rio berikan kepadanya.
Kini Rio mulai meremas kedua pu"*ng bukit Salma. Dan mencium serta menjil***nya lagi. Salma pun terus mengocok-n**cok adik nya Rio.
Rio pun kini sudah mulai menyelibkan tangannya dialat v***l nya Salma. Dan diaduk-aduknya dengan gemas, dan terus berkenlanjutan.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA DILIKE, DAN SEMOGA TERHIBUR....