Birahi Hati

Birahi Hati
Episode 17


__ADS_3

Rio pun terus melajukan mobilnya ke Bandara. Sesampainya di Bandara, sebelum Sarah turun dari Mobil, Rio langsung memeluk Sarah. Sarah yang mengerti bagaimana perasaan Rio saat ini pun, langsung membalas pelukan dari Rio. Rio terus memeluk Sarah dengan sangat erat, seakan dia tak rela melepaskan wanita yang sangat di cintainya itu.


Sarah yang merasa sedikit sesak, karena Rio memeluknya dengan sangat erat, langsung mengeluarkan kalaimat protesnya. "Yang, aku sesak gara-gara kamu meluk aku dengan sangat erat", ucap Sarah protes. Rio pun melepaskan pelukannya. " Kamu kok peluknya sampai erat banget", kata Sarah menambahkan kalimatnya dengan wajah sidikit beteek . " Maafin aku sayang, aku ngak bermaksud bikin kamu sesak napas, aku hanya ingin merasakan pelukan hangat dari kamu untuk terakhir kalinya", ucap Rio.


Rio yang melihat Sarah masih dengan muka beteknya langsung memegang pundak Sarah untuk menghadap ke mukanya. " Yang, aku sebenarnya sangat sedih sekarang, karnaa kamu sebentar lagi akan ninggalin aku untuk beberapa tahun terakhir", ucap Rio. " Kamu di sana baik-baik ya jaga diri, makan yang teratur, tidurnya jangan kemaleman, kamu harus fokus belajarnya, dan yang paling penting kamu jangan pernah ngelupain aku sedikit pun, aku di sini akan sangat setia menunggu kamu sayang" , ucap Rio penjang lebar sambil menatap dalam mata Sarah.


Sarah yang mendengar ucapan perpisahan dari Rio kepadanya pun meresa terharu, dan tidak bisa menahan air matanya untuk keluar. " Yang, kamu jangan ngomong kayak gitu dong " hiks....hiks....", aku kan jadi sedih dengernya, kata Sarah di sela tanggisannya.

__ADS_1


" Iya, aku akan baik-baik aja di sana dan aku janji  ngak bakal macem-macem, dan selalu ingat sama kamu "hiks...hiks...,hikss", ucap Sarah sambil terus menangis. " karena kamu  orang yang paling aku sayang", ucap Sarah lagi sambil terus menangis.  " Eeh kamu kok jadi nangis gini sih yang, aku kan cuman ngeluarin isi hati aku untuk kamu, dan ngak bermaksud buat kamu jadi sedih" , ucap  Rio sambil menghapus air mata di pipinya Sarah. " Iya, aku tau Rio, karena kamu ngeluarin kalimat itu dari hati, jadinya aku tambah terharu dan sedih", ucap Sarah.


Rio tanpa aba-aba langsung mencium bibir Sarah yang lembab karena dari tadi terus menangis. Sarah pun sudah terbiasa dengan ciuman Rio. Dan langsung membalasnya dengan lihai, Rio terus mempermainkan bibirnya Sarah dengan penuh rasa. Dan dengan cepatpula  Rio pindah untuk menjamah leher Sarah yang sangat indah.


Dan terus mencium setiap sisinya, sampai membuat leher Sarah sangat memerah. Rio terus mencium leher Sarah dengan  sangat bernafsu. Sarah pun mengeluarkan erangannya, " yang,,, geli,,aaaaahh...,erangan Sarah terdengar di telinganya Rio. Rio terus bermain di dalam mobilnya bersama dengan Sarah. Rio melanjutkan aksinya, kali ini rio sudah tidak tahan lagi menahan godaan tubuh pacarnya itu, dia langsung meremas kedua bukit Sarah dengan gemas. " h... rio...nanti ada.yang lihaaaa.**.a.h..a.a.aaa....hh, ucap Sarah disela kenikmatannya.


Rio terus membuka kancing baju Sarah, dan kini tampak lah semua bukit kembar sarah. di mainkannya ****** sarah dengan nafsu yang memburu, lalu dijilatinya dengan sangat rakus. "ahaahhhha..a.ri.oo.aa.aah", ucap erangan Sarah lagi. Diremas-remas lagi dada Sarah, hingga kini dada Sarah sudah terasa mengeras, di ciuminya dada Sarah lagi dan lagi-lagi Sarah mengerang " rio...ahh...,nanti aku ketingaaa,lan  peesaa,...ahh.ahaha.ahhaa" , suara erangan yang terus keluar dari mulut Sarah. Rio terus memainkan kedua bukit Sarah yang sangat indah, dan sesekali mencium kembali bibir Sarah. " Rio ahahaa,kamu,,,,,,,,,,,,aaah,ah,ah,ahhhh,nanti aku terlambat...", ucap Sarah sambil terbata-bata. Rio pun tersadar, dan menyudahi aksinya kepada Sarah, lalu mengatur laju pernafasannya. Begitu juga dengan Sarah, yang langsung merapikan bajunya dan mengatur kembali nafasnya.

__ADS_1


" Kamu selalu nakal deh sayang", ucap Sarah. " Iyaa aku terbawa suasana tadi yang, tetapi kamu suka kan? " goda Rio. " Iiihh kamu", ucap Sarah dengan pipi yang sangat memerah. " Ayok kita turun yang, nanti akunya ketinggalan pesawat lagi ! " ucap Sarah. " Iya..iya yang, kita turun sekarang, jawab Rio menenangkan.


Tak beberapa lama menunggu, akhirnya jam penerbangan pesawatnya Sarah pun telah tiba. Sarah langsung berpamitan dengan Rio, dan dibalas dengan pelukan sesaat oleh Rio . Rio pun merasa sangat berat melepaskan kepergian kekasihnya itu.  Tetapi apa boleh buat, ini keinginan terbesar Sarah, untuk itulah Rio harus menjadi pendukung nomor satu buat Sarah.


Karena Sarah tidak mempunyai seorang pun yang memberikan dukungan terhadapnya, selain Rio. Setelah Rio melihat pesawat Sarah telah take off, Rio langsung pulang dengan perasaan yang amat sedih.


JANGAN LUPA DILIKE, DIKOMEN

__ADS_1


DAN SEMOGA TERHIBUR^_^


__ADS_2