
Rio pun memperkenalkan diri di depan kelas barunya. Seperti biasa, semua wanita selalu pangling dan
terpesona melihat rio dari segala sisi. Karna memang tubuh rio sangat bangus, mempunyai kulit yang bersih dan juga memiliki ketampanan di atas rata-rata. Karna itulah, rio di mana pun berada pasti menjadi pusat perhatian, “khususnya wanita”.
Berbeda dari tatapan semua wanita di dalam kelas saat ini, yang melihat rio dengan tatapan terpesona. Sarah malahan merasa males melihat rio, dan merasa ngak nyaman mengetahui bahwa rio satu jurusan dan otomatis satu kelas dengannya. Sarah pun setelah di sadarkan tadi oleh raka, langsung mencoba untuk bersikap dewasa dan mulai bersikap seperti tidak pernah terjadi apa-apa dengan mereka.
Setelah rio selesai memperkenalkan diri, bram langsung menyuruh rio untuk duduk. Rio pun mencari tempat duduk untuk dirinya, dan langsung duduk di sana. Di sisi lain, sarah pun di buat canggung oleh sikap rio
yang terus-terusan berusaha untuk mendekatinya. Bagaimana sarah ngak merasa seperti itu, dari sebanyak itu bangku kosong di kelas saat ini, rio kenapa harus memilih untuk duduk dibangku yang sangat dekat dengan sarah, dan tepatnya lagi di sebelah sarah.
Raka yang mengetahui sarah mulai gugup pun mencoba menenangkan sarah. Dengan memegang tangannya sarah. Sarah pun melihat ke arah raka, lalu raka berbisik di dekat telinga sarah. Jangan gugup, aku akan
melindungi kamu jika terjadi apa-apa nanti, ucap raka menenangkan sarah. Sarah hanya megangguk mendengar ucapan raka barusan. Sedangkan rio yang melihat kemesraan yang di tunjukkan oleh sarah dengan cowok di sampingnya, hanya merasa kesal. Akan tetapi rio menahannya, karna takut kalau dirinya mengeluarkan amarah saat ini, sarah pasti lebih merasa jijik pada dirinya.
Sarah pun tampa menoleh ke arah rio, seperti biasa memperhatikan dosen mengajar di depan kelas. Dan mencoba untuk menenangkan hatinya , juga bersikapnya. Rio pun tersenyum melihat sarah yang kini tengah
asik memperhatikan dosen yang sedang mengajar di depan kelas saat ini. Ya, dulu rio juga sering melihat sarah memperhatikan guru semasa mereka SMA, tapi itu kan sudah lumayan lama, dan kini
sarah makin terlihat cantik dari samping. Rio pun terus tersenyum sambil terus melihat ke arah sarah.
__ADS_1
Sarah yang awalnya tidak menyadari rio terus memandang ke arahnya. Akhirnya kini tersadar, dan tidak dapat lagi menahan kegugupannya di dekat rio. Rio yang mengetahui bahwa sarah masih sangat gugup di dekatnya pun langsung mencoba untuk memegang tangan sarah. Akan tetapi sarah dengan cepat langsung menjauhkan tangannya dari jangkauan rio. Sedangkan raka saat ini juga tengah asik memperhatikan dosen mengajar. Dan tidak menyadari , bahwa sarah kini tengah di ganggu oleh si rio. Rio pun tersenyum dengan sikap yang di tunjukkan oleh sarah kepadanya, karna rio saat ini tidak merasa di tolak ,
melainkan rio merasa tertantang dengan sikap sarah yang menurutnya semakin imut.
Sedangkan sarah, tidak menghiraukan sikap rio terhadapnya. Malahan sarah terus memperhatikan kak bram saat mengajar di depan kelas. Tak terasa, jam pembelajaran pun telah usai. Sarah langsung bergegas memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas,dan segera mengajak raka untuk segera pulang. Raka pun meuruti semua keinginannya sarah. Dan raka kini memegang tangannya sarah, sarah pun yang sudah terbiasa dengan sikapnya raka.
Rio yang melihat raka memegang tagannya sarah, langsung dibuat berapi-api dan merasa sangat jengkel melihat situasi saat ini. Rio pun reflek menahan ke dua tangannya sarah. Sarah merasa sangat terkejut dengan sikap rio saat ini, lalu mencoba untuk menghindar. Akan tetapi, rio langsung memeluk tubuh sarah, mata sarah pun kini tengah melotot dengan situasi yang saat ini dia alami. Sedangkan raka merasa kesal kepada rio yang berani-beraninya memeluk sarah, dan raka langsung mengahajar rio. Sarah pun mencoba untuk melerai mereka, akan tetapi sarahlah yang terkena pukulan dari rio. Karna pukulan tersebut akan di arahkan kepada raka , sarah pun langsung menghadangkan tubuhnya ke depan tubuh raka , berharap rio sadar dan menghentikan aksinya. Akan tetapi, rio tetap memukul ke arah raka, dan menyebabkan sarah yang terkena pukulan itu.
Saat rio mengetahui sarahlah yang terkana pukulannya, rio langsung bergegas menghampiri sarah. Akan tetapi raka langsung menghajar balik rio, dan bergegas membawa sarak ke ruang UKS kampus. Raka pun sangat khawatir dengan kondisi yang di alami oleh sarah saat ini, dan terus menemani sarah di
dalam ruangan UKS kampus. Dokter pun memeriksa kondisi tubuh sarah, dan memberitahu kondisi sarah saat ini kepada raka.
Sedangan di depan kelas, rio masih terdiam dengan beberapa bekas pukulan pada wajahnya. Orang - orang pun mulai memandangi wajah rio yang penuh dengan tanda pukulan. Rio tetap saja terdiam, tampa memikirkan omongan terhadap dirinya saat ini.
Di dalam kelas, bram yang mendengar kegaduhan pun langsung pergi keluar untuk mencari sumber kegaduhan tersebut. Dan setibanya bram di luar keras, bram pun terkejut melihat keramaian mahasiswa di luar kelasnya. Bram pun mencoba untuk melihat apa yang sedang terjadi. Dan ternyata, rio kini
tengah terlihat seperti babak-belur dan terkulai lemas. Bram langsung bergegas untuk menolong rio, dan memapahnya menuju ke ruangan UKS kampus.
Dan bram terkejut melihat wajah raka yang juga seperti babak-belur, dan kini sedang menemani sarah yang dalam keadaan pingsan di dalam ruangan UKS. Bram segera memapah rio ke atas kasur, lalu dokter pun segera memeriksa keadaan rio. Setelah bram meletakkan tubuh rio di atas kasur, bram kini menuju ke arah
__ADS_1
raka dan sarah. Bram yang merasa khawatir langsung menanyakan keadaab sarah kepada raka.
Raka, sarah kenapa ? kok bisa pingsan begini? Tanya bram dengan nada khawatir. Sarah tadi kena tonjok sama si rio, jawab raka singkat. Bram pun langsung mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini. Lalu memilih
untuk kembali menghampiri rio.
Beberapa saat, rio pun langsung terbangun, dan merasakan sedikit perih di bagian tubuhnya yang terkena pukulan dari raka tadi. Dan langsung melihat kearah sarah yang kondisinya saat ini belum juga terbangun.
Rio pun bangkit dari tempat tidurnya. Bram langsung mengingatkan rio, agar tidak banyak gerak saat ini.
Rio, lo lebih baik ngak banyak gerak dulu, kondisi lo belum stabil, kata bram mengingatkan. Tapi rio tak mendengarkan perkataannya bram, dia malah bangkit dari tempat tidurnya dan kini menuju ke arah tempat tidur sarah. Raka yang melihat pergerakan rio pun langsung menghadang rio. Ngapain
lagi lo lihat sarah ! bukannya lo udah senang sekarang, karna sarah saat ini udah nyakitin sarah lagi gara-gara sikap lo ! tegas raka bicara kepada rio. Rio pun yang juga merasa bersalah, memilih untuk kembali ke tempat
tidurnya. Raka pun mulai duduk kembali, dan menatap sarah dengan pandangan khawatir.
SEMOGA TERHIBUR..,
DAN JANGAN LUPA UNTUK DI LIKE ^_^
__ADS_1