Birahi Hati

Birahi Hati
Episode 62


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju ke Asrama, tiba-tiba saja Raka mempunyai ide untuk mengajak Sarah kepusat permainan “Trambolin”. Lalu menyalurkan semua pemikiranya dengan langsung bicara kepada Sarah. “ Sarah gimana kalau kita mampir dulu ke pusat permainan trambolin? “ ajak Raka. Sarah pun terdiam sebentar memikirkan ajakan Raka. lalu langsung menjawab,” aku ngak bisa main trambolin”, ucap Sarah agak malu.


 


 


“ Gampang, entar aku ajarin kamu”, ucap Raka santai.” Yaudah deh, aku mau “, jawab Sarah singkat. Raka tanpa basa-basi langsung mengandeng tangan Sarah untuk menunggu Taksi si tepi jalan depan Kampus.


 


 


Lalu Sarah dengan polosnya bertanya kepada Raka. “ Raka kita ngapain di sini” bukannya kita ke arah sana buat nunggu Bus? “ tanya Sarah polos sambil menunjuk ke arah Halte Bus. Raka pun tersenyum mendengar ucapan Sarah. Lalu berkata, “ kita naik Taksi “, jawan Raka singkat. “ Loh kok naik Taksi? Kan mahal”, tanya Sarah lagi. “ Ngak apa-apa kok, aku ada uang lebih buat kita naik Taksi, jadi kamu tenang aja”, jawab Raka lebih santai.


 


 


Sarah memang tidak mengetahui asal-usul Raka secara menyeluruh. selama Sarah menganal Raka, mereka tidak pernah menceritakan hal pribadi satu sama lain. Dan karena itulah Sarah sedikit terkejut ketika Raka mengajaknya naik Taksi. Kerena selama ini  Sarah melihat kehidupan Raka persisi seperti dirinya yang hidup dengan kesederhaaan.


 


 


Lamunan Sarah di buyarkan oleh tarikan tangannya Raka yang berniat untuk mengajak Sarah untuk segera masuk ke dalam Taksi. Sarah tanpa basa-basi langsung bertanya mengenai kehidupan Raka. “ Lo sebenarnya orang kaya ya? “ tanya Sarah curiga sambil menatap Raka dengan tatapan yang membuat perasaan Raka semakin tak karuan.


 


 


“Apasih, kamu kok tiba-tiba nanya kayak gitu? “ ucap Raka. “ Aku hanya sedikit penasaran, kalau kamu ngak mau cerita ya udah, aku ngak maksa juga”, ucap Sarah dengan nada yang sok ngak butuh. Padahal sebenarnya sangat penasaran mengenai hal itu.


 


 


Raka yang melihat ekspresi Sarah agak berbeda langsung menanyai Sarah. “ Kamu mengapa? “. “ Kamu ngambek sama aku, karena tadi aku ngak mau jawab? “ tanya Raka dengan nada binggung.


 


 


“ Idih kepedean banget kamu, siapa juga yang ngambek”, ucap Sarah singkat. “ Oke aku bakal jelasin semuanya sama kamu”, kata Raka lagi.


Bla.......,bla....,bla...., ucap menjelasan Raka panjang lebar.

__ADS_1


 


 


“ Kamu udah tau kan sekarang”, ucap Raka. “ Iya.. tetapi aku minta maaf, karena udah mengupas kembali luka lama kamu”, ucap Sarah sedikit menunduk. “ Ngak masalah, aku malahan senang kamu udah tau semua tentang kehidupan aku”, ucap Raka dengan nada sedikit senang.


 


 


Tak terasa, mereka pun kini telah sampai di depan pusat Permainan Trambolin. Raka yang sudah tidak sabar langsung menarik tangan Sarah untuk segera masuk ke dalam. Sarah pun mengerti dengan keantusiasan Raka, dan hanya mencoba untuk membuat Raka bahagia pada saat ini.


 


 


Setibanya mereka di dalam, Raka langsung melompat-lompat seperti seorang anak kecil yang sudah lama tidak di ajak bermain oleh Ibunya. “ Dasar bocah! “ucap Sarah yang sedang berada tak jauh dari Raka. Raka yang mendengar ucapan Sarah menjadi kesal, dan langsung menarik tangan Sarah untuk segera masuk ke arena permainan.


Sarah pun mau tidak mau harus mengikuti permainan tersebut. Raka kini tengah asik melompat-lompat untuk menyegarkan kembali fikirannya. Sedangkan Sarah masih saja duduk dan tidak mau untuk mlompat-lompat karena mengira akan merasakan pusing dengan melakukan hal tersebut.


 


 


Di situasi lain, tepatnya di Indonesia kini Salma tengah asik bersantai di dalam kamarnya setelah makan malam bersama orang tuanya. Di tengah keasikannya, Salma tiba-tiba merasa kebelet pipis. Dan kini dia bergegas menuju Kamar Mandi. Saking kebeletnya Salma dia lupa kalau saat ini tengah mengandung.


 


 


 


 


“ Astaga mengapa aku bisa soroboh ini! ” ucap bathin Salma sambil terus menangis. Salma yang panik dan tidak tau harus berbuat apa. Dan kini hanya bisa menangis terisak-isak.


 


 


Dan utunglah Bik Inem cepat datang.


Beberapa menit yang lalu, Mama Salma menuju Dapur untuk menyuruh Bik Inem membuatkan segelas Susu hangat buat anaknya. “ Bik, tolong buatin segelas Susu hangat buat Salma ya”. “ Dan satu lagi Bik, sekalian anterin Susunya ke Kamar Salma”, ucap Mama Salma meminta tolong kepada Bik Inem.


 

__ADS_1


 


Bik Inem pun segera membuatkan susu buat Salma. Dan setelah Bik Inem selesai membuatkan susu, kini Bik Inem pun langsung menuju ke kamarnya Salma. Setibanya Bik Inem di sana, Bik Inem pun terkejut mendengar suara tangisan dari Salma yang begitu terisak-isak.


 


 


Dan segera meletakkan susunya di atas meja rias Salma, dan langsung melihat kondisi Salma di Kamar Mandi. Bik Inem sangat terkejut meleihat Salma yang kini tengah mengalami pendarahan.


 


 


Lalu Bik Inem langsung berteriak memanggil Papa dan Mamanya Salma. “ Tuan, Nyonya..., Non Salma pendarahan! “ teriak Bik Inem dengan suara yang semakin panik.


Papa dan Mama Salma yang tengah bersantai di Ruang Tengah langsung sangat terkejut mendengar teriakan Bik Inem. Dan segera menuju ke Kamar putrinya. setibanya di Kamar Salma, Papa dan Mama Salma langsung melihat kondisi putrinya.


 


 


Dan seketika raut wajah mereka berubah menjadi khawatir. Papa Salma tanpa berfikir panjang langsung menggendong tubuh putrinya menuju Mobil, sedangkan Mama Salma mengikuti dari arah belakang.


 


 


“ Hati-hati ya Nyonya”, ucap Bik Inem yang kini juga tidak kalah khawatirnya dengan keadaan Salma. “ Iya, kamu juga jaga Rumah baik-baik”, ucap Mama Salma. “ Baik Nyonya “ , jawab Bik Inem.


 


 


Setelah meletakkan Salma dengan baik di dalam Mobil, Papa Salma langsung duduk di depan, sedangkan Mama Salma duduk di bangku belakang untuk menjaga Salma. Papa Salma langsung melajukan Mobilnya ke arah Rumah Sakit dengan perasaan yang sangat khawatir.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


jangan lupa di like guys....


__ADS_2