
" Jangan ngomong gitu ih.., entar kita beneran pisah lo" , kata Sarah bermaksud menggoda Rio. " Ehh, kamu kok ngomongnya gitu sih yang..., aku kan cuma becanda tadi". " Dan aku ngak bakalan sanggup dan rela kalau kamu jadi milik cowok lain" , jawab Rio sedikit betek.
Sarah langsung tertawa lepas mendengar ucapan Rio yang sangat takut kehilangan dirinya. Dan Sarah juga merasa senang dengan kata-kata yang diucapkan Rio tadi, dan secara tidak langsung sudah bisa menggambarkan perasaannya kepada Sarah. Sarah pun mulai berkata lagi, " hahahaha.., kamu kok serius amat? " tanya Sarah sembari terus tertawa. " Ya iyalah yang, aku ngak mau kehilangan kamu" , ucap Rio dengan nada sedikit betek. " Tetapi kamunya malah tertawa puas gitu, sebel aku" , ucap Rio menambahkan kalimatnya. " Iya maaf deh yang, aku kan cuma mau nguji kamu aja, mana tau kamu ngak cinta lagi sama aku", ucap Sarah. " Ya itu ngak mungkin terjadi lah yang, secara aku sangat mencintai kamu dan perasaan ini selalu sama setiap waktu dan malahan semakin menjadi-jadi", kata Rio menjawab omongannya Sarah.
" Aah kamu bisa aja deh, selalu bikin aku malu terus sama kamu sayang dengan semua kalimat romantis dan pembuktiaan rasa sayang yang kamu tunjukkan sama aku selama kita pacaran" , ucap Sarah. " Dan aku juga merasa sangat beruntung bisa mendapatkan cowok seperti kamu". " Secara kamu kan look-nya tampan, orangnya humoris dan juga romantis" , kata Sarah menambahkan kalimatnya.
Rio pun merasa senang mendengar ucapan Sarah barusan. Lalu berkata, " emang kamu nilai aku kayak gitu ya yang? seneng aku dengernya", kata Rio sambil tersenyum. Dan tiba-tiba obrolan mereka di pecahkan oleh suara perut Sarah. Yang tiba-tiba berbunyi " gruk...gruk". " Eh perut kamu bunyi tuh yang". Saking betahnya ya telfonan sama aku? sampai-sampai kamu lupa kalau kamu belum makan" , goda Rio. Sarah dengan malu menjawab ucapan Rio. " Iya yang udahan dulu ya telfonannnya, perut aku udah ampe bunyi gara-gara kelamaaan telfonan sama kamu" , kata Sarah. " Yaudah kamu makan dulu gih, supaya badannya tambah montok" , goda Rio lagi. Sarah pun yang malu mendengar ucapan Rio barusan langsung mematikan panggilan mereka.
Tak di sangka, pipi Sarah kini sangat merah terlihat dari cermin. Karena sikap Sarah selalu begitu ketika Rio menggodanya. Lalu Sarah berkata sendiri di dalam Kamarnya, " Rio ngapain sih ngomong kayak gitu terus, pipi aku kan jadi merah lagi" , ucap Sarah dalam hatinya.
__ADS_1
Sarah pun langsung pergi membeli sarapan di minimarket. Setelah selesai membeli makanan, Sarah langsung beranjak pergi ke Apartement. sesampainya di Apartement, Sarah langsung menyantap makanan yang di belinya tadii, karena sudah sangat lapar.
Di sisi lain, Rio yang tadi baru terbangun karena Sarah menelfone, kini bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah selesai mandi, Rio langsung bergegas untuk pergi sarapan. Dan setelah selesai sarapan Rio langsung kembali lagi ke kamar dan berencana bersantai-santai di kamarnya.
Sedangkan di Apartement, Sarah yang tengah asik menghabiskan makanan yang di belinya tadi sampai habis. Sehingga membuat perutnya terasa sangat kenyang, lalu mendiamkan perutnya dulu sebentar. Dan setelah Sarah selesai mendiamkan perutnya, sekarang dia langsung bergegas untuk mengurus segala berkas mengenai keberangkatannya ke AS.
Dan berencana menelfone Rio lagi. Tutt,,,tutt..." , suara deringan hp Rio. Ketika Rio sudah mengangkat panggilannya, Sarah pun langsung berbicara terlebih dahulu. "Halo Rio?", ucap Sarah memulai obrolan. " Rio aku mau kasih tau kamu, kalau nanti aku mau pergi untuk menggurus berkas-berkas keberangkatan aku minggu depan" , kata Sarah memberitahu Rio. Rio pun menjawab ucapannya Sarah. " Iya halo sayang", "Oh gitu, kamu perginya sama siapa?" tanya Rio dengan nada perhatian. " Aku pergi sendiri sih yang rencananya", jawab Sarah singkat. " Oh kalau gitu biar aku anterin aja yang" kata Rio memberi saran. " Emang kamu mau nganterin aku? , Tapi aku takut kalau nanti kamu merasa repot yang" , ucap Sarah.
Sedangkan di rumahnya, Rio langsung menganti bajunya. Dengan memakai baju kaus putih beserta celana jeans hitam pendek yang membuat penampilannya semakin tampan. Dan kini segera bergegas untuk menemui pujaan hatinya.
__ADS_1
Lalu rio segera turun ke lantai bawah Rumahnya, dan melajukan mobilnya menuju ke Apartement Sarah.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menitan, akhirnya Rio pun sampai di Apartementnya Sarah. Dan langsung pergi menemui Sarah di kamarnya. Sesampainya di depan kamarnya Sarah, Rio pun menekan bel pintu Kamar Sarah. Dan tak lama setelah Rio membunyikan bel, Sarah pun langsung membukakan pintu untuk Rio.
Dan ketika Sarah membukakan pintu kamarnya buat Rio, betapa terkejut dan terpesonanya Rio saat ini ketika melihat penampilan pacarnya. Yang telihat sangat manis dengan balutan baju kaus putih dan celana jeans hitam panjang dengan rambut yang diikat satu kebelakang. Sarah yang melihat Rio melamun langsung menyadarkannya. " Rio.., rio.., kamu kenapa lihat aku sebegitunya? emang dandanan aku saat ini ada yang salah? " tanya Sarah sambil kembali melihat penampilannya. Rio pun langsung menjawab ucapannya Sarah. " Ah, enggak ada yang salah kok yang, malahan kamu terlihat tambah cantik dengan penampilan kayak gini", ucap Rio memberi pujian terhadap Sarah.
Sarah pun tersipu malu mendengar ucapan cowoknya. Dan melihat penampilannya bersama Rio saat ini sangat serasi, Sarah pun langsung berkata kepada Rio. " Oh iya yang, warna baju dan celana kita kok samaan ya? " tanya Sarah. " Eeh iya ya, padahal kita ngak janjian loh yang" , jawab Rio.
Lalu Sarah membalas ucapan Rio barusan. " Namanya juga satu hati yang, pikiran kita pun selalu sama dalam berbagai hal". " Karena itulah hubungan kita bisa awet sampe sekarang", ucap Sarah sambil menatap matanya Rio. Rio hanya tersenyum mendengar semua ucapan Sarah, sambil mengusap rambutnya Sarah.
__ADS_1
JANGAN LUPA DILIKE GUYS
SEMOGA TERHIBURR ^_^