
Rio langsung mengajak Sarah untuk segera duduk. Sarah pun langsung duduk disampingnya Rio. Dan seperti biasa, mereka jadi pusat perhatian di sekolahan. Di sisi lain, Bram yang melihat Rio yang sengaja mengumbar kemesraannya di depannya merasa sangat kesal. Dan Rio yang melihat Bram sudah terbakar api cemburu, terus memperlihatkan kemesraannya dengan Sarah dan berbisik ditelinga nya Sarah.
"Sayang, kamu jangan genit-genit bibirnya, entar aku habisin loh"! ucap Rio menggoda Sarah. Sontak Sarah sangat terkejut mendengar perkataan yang barusan dilontarkan oleh pacar pertamanya itu.
Lalu berkata, "kamu ada apa lagi sih Rio? aku dari tadi nggak ngapa-ngapain tuh"! tukas Sarah. Rio pun menjawab ucapan Sarah. "Kamunya emang nggak lakuin apa-apa, tetapi mulut kamu yang salah kerena sudah membalas senyuman dari cowok lain dan itu buat aku jadi cemburu", ucap Rio. "Terus salah aku? dia senyum-senyum hah? " protes Sarah kepada Rio.
"Iya salah kamu ,mengapa kamu cantik banget sayang", ucap Rio sambil cubit pipi Sarah.
Sarah pun akhirnya tersipu malu mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Rio barusan dan melupakan kekesalannya tadi. Setelah selesai makan Sarah dan rio langsung menuju ke kelas.
Sesampai mereka di kelas, Rio langsung menyudutkan Sarah ke dinding dan dengan cepat ******* bibir Sarah dengan lembut dan penuh nafsu. Dan membuat Sarah merasa tidak enak karena melakukan hal tersebut di sekolahan. Lalu Sarah berkata, " Rio.. lepasin...,aku, ucap Sarah disela ciumannya.
Akan tetapi Rio tidak mendengarkan omongannya Sarah, malahan Rio tambah ganas dan langsung mencium bibir Sarah lagi, lalu turun ke lehernya Sarah. Di jilatinya leher Sarah dan di ciuminya sampai memerah. Sarah pun mendesah karena Rio terus mencium lehernya. Lalu berkata, "Ah...rio...udh...n..t.ar.............ad.aaaaa..yang lihat ahhhhhhhhhhhhh....",ucap Sarah mencoba menghentikan kelakuan Rio terhadapnya.
Rio terus menciumi Sarah tanpa henti dan seketika di kejutkan oleh bunyi barang yang terjatuh, dan membuat Rio menjadi kaget dan refleks menghentikan ciumannya dengan Sarah. Kebetulan juga barang yang terjatuh tadi adalah milik Bram.
__ADS_1
Lalu Bram bergegas untuk menggambil barangnya yang terjatuh dan langsung pergi dengan kekesalan yang amat dalam. lalu Bram berkata, " kok Sarah mau sih diperlakukan oleh Rio kayak tadi! ucap Bram dengan perasaan yang amat kesal.
Sarah hanya terdiam, karena Bram sudah melihatnya dengan Rio tadi sedang melakukan hal yang nggak pantas di sekolahan. Begitu juga dengan Rio yang kini juga tengah terdiam.
Rio dan Sarah pun memilih duduk di bangku masing-masing dengan kecanggungan yang terbesit di pikiran mereka masing-masing juga.
Dan tak terasa kini bel pulang pun telah berbunyi. tepat pada pukul 04.00 pm waktu Indonesia. Rio segera menggantarkan Sarah ke apartemennya. Dan beralasan kepada Sarah bahwa Rio hari ini ada urusan penting yang harus segera dia selesaikan.
Setelah Rio mengantar Sarah pulang dengan selamat, Rio langsung bergegas pergi menemui seseorang di sebuah hotel bintang 5, tepatnya di kamar 002. di sana Rio mau menemui wanita yang merupakan saudara tirinya.
Melan termasuk gadis yang sangat sempurna di segala hal. Dulu Rio memang pernah sedikit mempunyai perasaan terhadap Melan. Akan tetapi, Rio sadar Melan tidak mungkin bisa menjadi kekasihnya, karena Melan merupakan saudara tiri Rio. Rio pun langsung menuju ke kamar 002 tersebut dan di ketuknya pintu kamar tersebut. Dan dari dalam kamar, Melan yang mendengar bel kamarnya sedang berbunyi, langsung membuka pintu dengan senyuman manis. Rio yang melihat Melan langsung memerah, karena Melan saat ini memakai pakaian yang transparan dan membuat jiwa laki-lakinya muncul.
Lalu dengan cepat Rio menjauhkan pikiran kotornya. Dan Rio langsung bicara pada Melan. "Lo ngapain ajak gue ketemuan di hotel ini? " tanya Rio kepada Melan.
Melan pun mulai berbicara kepada Rio. "Aku pengen curhat sama kamu Rio", ucap Melan. "Kita kan seumuran dan aku juga cuma punya kamu untuk teman curhat", ucap Melan lagi.
__ADS_1
"Pacar aku memutuskan aku Rio", ucap Melan dengan nada sedihnya. Rio pun menjawab ucapan Melan tadi. "Terus hubungannya sama gue apa! " ketus Rio. "Aku rindu belaian laki-laki Rio", ucap Melan sambil memegang adik Rio yang sedari tadi sudah menegang. Dan sontak membuat Rio terkejut dengan perilaku saudara tiriya itu yang di ketahuinya cukup pendiam, dan itu juga yang membuat Rio memiliki sedikit rasa sayang sebagai saudara, dan karena itu jugalah Rio mau menemuinya.
Rio berusaha menghempas tangan Melan, akan tetapi Melan sudah memasukkan ko**l Rio ke dalam mulutnya.
Rio dengan tak sengaja mengeluarkan erangan, "ah..,Melan lepasin...", ucap Rio.
tetapi Melan semakin menjilati miliknya Rio, Rio sebagai laki-laki normal tidak bisa menepik naluri kelelakiannya.
Rio hanya mengeluarkan erangan kenikmatan. "ah...oh..yes....ahhh....oh.....", ucap Rio sambil memaju mundurkan kepala Melan, karena Rio sudah tidak tahan lagi dan langsung di tariknya kepala Melan ke atas dan langsung di ciuminya bibir Melan secara ganas seperti binatang buas yang tengah kelaparan.
Dan Rio terus memainkan lidahnya Melan, sambil turun ke leher. Melanpun mengeluarkan erangannya. "aaaaaaaaaaaaaaaaa....h.hhh...enak......ri...ooo.ohhhh,,,sssssssh,,,,s,s,ss,,ahhhh", ucap Melan.
Tak sampai disitu saja, tangan Rio terus meremas payudara milik Melan dan lidahnya memainkan ****** Melan dan langsung menjilat-jilatnya seperti kehauasan nafsu, juga seperti orang yang dikejar seekor anjing gila.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1