Birahi Hati

Birahi Hati
Episode 63


__ADS_3

Setibanya di Rumah Sakit, Papa Salma kembali mengendong Salma menuju Ruang Periksa. “ Dok, tolong anak saya Dok”. “ Dia sedang hamil”, ucap Papa Salma dengan nada yang sedikit keras. Karena sudah panik mengenai keadaan putrinya.


Dokter pun menjawab ucapan Papanya Salma. “ Baik Pak”. “ tetapi saya harap Bapak bisa menunggu di luar terlebih dahulu”, ucap Dokter memberi penjelasan.


 


 


Papa dan Mama Salma pun menuruti perkataan Dokter. Dan hanya berdiri melihat putrinya dari luar kaca jendela Ruang Periksa. Dengan perasaan yang sangat khawatir.


 


 


Sekitar 1 jam an, akhirnya dokter pun keluar dari Ruang Periksa. Papa Salma lagsung bertanya kepada Dokter. “ Dok, bagaimana keadaan putri saya? “. “ Hufff”, hembusan panjang Dokter. “ maaf Pak, kandungan putri Bapak tidak bisa kami selamatkan, karena putri Bapak sudah mengalami pendarah yang cukup hebet dan menyebabkan janinnya tidak bisa bertahan”, ucap penjelasan Dokter.


Tanpa meminta izin Papa dan Mama Salma langsung masuk ke dalam Ruang Periksa. Dan tak tega melihat kondisi putrinya yang kini tengah menagis. Mama Salma langsung memeluk Salma dengan erat dan juga ikut menangis.


 


 


“ Sabar nak, ini semua cobaan”, ucap Mama Salma menenangkan. Akan tetapi Salma hanya terus menangis mengenang semuanya. “ Aku udah ngak becus Ma.., jangain anak calon anak aku “. Hanya itu kata yang bisa di keluarkan oleh Salma.


 


 


Sedangkan Papa Salma hanya bisa terdiam, dan juga merasa sedih melihat kondisi putrinya.


 


 


Di situasi lain, Rio sudah selesai bersiap-siap tepat pukul 1 siang. Rio pun bergegas untuk segera turun menemui Om Danu di Ruang tengah. tetapi entah megapa, tiba- tiba saja perasaan Rio menjadi tidak tenang. Dan hatinya terus saja merasa gelisah.


 


 


Rio pun dengan berat hati langsung melangkah kecil keluar dari pintu kamarnya. Dan menuruni tangga dengan malas. Sedangkan di Ruang Tengah, kini Om Danu telah menunggu nkedatangan Rio. Lalu melambaikan tangan ke arah Rio. Dan kini membuat Rio terpaksa berjalan dengan segera menuju Ruang tengah. Karena sedikit meras tidak enak sama Om Danu yang sedari tadi sudah menunggunya.


 


 


Sesampainya Rio di Ruang Tengah, Om Danu langsung menyapa Rio. “ Hay Rio, kamu udah siap? “. “ Hay Om, udah kok Om”, jawab Rio singkat.


 


 


Rio pun mengikuti Om Danu dari belakang. Sesampainya di dalam Mobil, Rio hanya terus terdiam dan tidak mau berbicara sedikit pun. Om Danu yang melihat sikap Rio langsung bertanya. “ Rio kamu mengapa? Kok kayak ngak semangat gitu?. “ Aku baik-baik aja kok Om”, jawab Rio seadanya.


 


 


Sedangkan Sarah saat ini hanya sedikit kesal kepada Raka. karena Raka sudah menarik tangannya untuk masuk ke arena permainan. “ Sarah ayo lompat”, ucap ajakan Raka. “ Ngak ah, aku ngak bisa”, ucap Sarah.


 


 

__ADS_1


“ Sini”, ucap Raka ambil menjulurkan tangannya. Sedangkan Sarah masih saja duduk dan tidak mendengarkan ucapan Raka. raka yang sudah tidak sabar untuk mengajak Sarah bermain, langsung menarik paksa tangan Sarah. Saking kuatnya tarikan Raka, kini membuat dia terjatuh bersama Sarah.


 


 


Dengan posisi Sarah yang kini menindih tubuhnya Raka. merepun saling terkejut satu sama lain, dan terdiam untuk beberapa saat. Dalam hati Raka berkata, “ Sarah canti banget, kalau lagi sedekat ini dengan wajah gue”. Sedangkan Sarah juga berkata di dalam hatinya. “ Aduh, Raka kok bisa ganteng banget ya dari dekat”.


 


 


Merekapun saling memandang sekitar 5 menitan.


“ Cuppp....”.


Dan tiba-tiba mereka juga tidak kalah terkejutnya ketika bibir Sarah saling menempel. Itu kejadian akibat tangan Sarah yang sudah agak kesemutan dan terasa ngilu. Sehingga membuat dirinya terjatuh lagi, dan bibir mereka pun bersentuhan.


 


 


Sarah yang merasa malu langsung berdiri. Begitupun dengan Raka yang juga langsung berdiri ketika Sarah sudah bangun. Merekapun saling merasa canggung seketika. Sarahpun merasakan jantungnya kini mulai berdetak kencang. “ Duh, mengapa ni jantung gue? Biasanya juga biasa aja, kok sekarang kayak gini ya”, ucap Sarah bertanya-tanya pada hatinya.


 


 


Sebenarnya Sarah sudah memiliki sedikit perasaan terhadap Raka. Hanya saja untuk saat ini dia belum menyadarinya.


 


 


 


 


Sarah pun memulai obrolan untuk menguragi kecanggungan di antara dirinya dan Raka. “ Kamu sih, ngapain juga tarik-tarik tangan aku”, ucap Sarah. “ Ya aku kan niatnya pengen ngajak kamu main bareng”. “ tetapi..., ya gitu deh”, ucap Raka gugup.


 


 


Sarah kini menarik tangan Raka dan langsung melompat-lompat. Kecanggungan Raka pun kini mulai hilang, dan kini dia juga telah mengikuti lompatan bersama Sarah. Merekapun saling berpengangan, dan tanpa henti terus melompat-lompat sambil tertawa.


 


 


“ Hhahaha, seru juga ya”, ucap Sarah. “ Emang iya, kamunya aja yang ngak maumain dari tadi”, ucap Raka. “ Hehehe”, balas Sarah. Entah mengapa, perasaan Sarah saat ini mulai terobati. Dan tidak lagi memikirkan semua hal mengenai Rio.


Karena memang Rio juga tidak pantas untuk difikirkan lagi.


 


 


Sedangkan Salma yang kini tengah berada di Rumah Sakit bersama kedua orang tuanya. Kini tengah beristirahat untuk menenangkan kembali perasaan dan juga fisiknya, usai dari kegugurannya. Berhubung hari juga sudah larut, Dokter pun menyarankan agar Salma beristirahat satu malam di rumah sakit. Guna untuk memulihkan kembali perasaan Salma yang masih depresi mengenai kegugurannya.


 


 

__ADS_1


Papa dan Mama Salma yang juga merasa sangat lelah, akhirnya juga tertidur di sofa yang di sediakan di dalam Ruang Rawat


 


 


Di situasi lain, Rio telah sampai di Bandara. Dan kini sedang menunggu pesawat take off. Sekitar 1 jam an menunggu akhirnya pesawat yang di tumpangi Rio pun telah take off.


 


 


Di dalam Pesawat, Rio sama sekali tidak dapat memikirkan apapun. Bahkan perasaannya saat ini tambah semakin gelisah tak karuan. Mungkin itu berhubungan dengan kejadian yang telah terjadi dengan Salma. Dan mungkin juga itu juga ikatan bathin antara Rio dengan calon anaknya.


 


 


Sedangkan Sarah bersama Raka, saat ini masih saja asik melompat-lompat. Tanpa memikirkan keringat yang telah mereka keluarkan. Raka yang melihat Sarah begitu banyak mengeluarkan keringat pun spontan menyeka keringat yang ada di wajahnya Sarah.


 


 


Sarah pun merasa sedikit gugup ketika Raka mulai mendekatinya. “ Raka kamu mau ngapain sih? “, ucap Sarah. “ mengapa? Kamu gugup kalau aku dekatin kamu? “ ucap Raka sedikit menggoda Sarah. Sarah hanya terdiam, karena saat ini entah megapa dia merasa sangat gugup di depan Raka.


 


 


Sarah pun refleks memejamkan matanya. Sedangkan Raka langsung menyeka keringat yang ada di wajahnya Sarah dengan tangannya. “ Kamu ngapain sih! Pake acara tutup mata segala”, ucap Raka heran.


 


 


Sarah pun merasa tambah malu dengan kelakuannya sendiri. “ Hahaaha, kamu lucu”, ucap Raka memuji. Sarah hanya bisa tersenyum malu mendengar ucapan Raka.


 


 


 


 


Bersambung......,


Jangan lupa di like dan juga vote cerita ini...^_^


Suapaya aku bisa lebih baik lagi dalam menulis ceritanya...Makasih....^_^


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2