Birahi Hati

Birahi Hati
Episode 33


__ADS_3

Dokter pun segera memeriksa keadaan salma\, ternyata perut salma hanya mengalami* kram ringan *\, karna otot-otot perut salma sedari tadi sudah menunggu kedatangan makanan\, tetapi salma terlambat mengisinya* alias terlambat makan*.


Bik inem pun dengan sabar terus menunggu salma diluar ruangan rawat. Tak selang beberapa lama, akhirnya dokter keluar dan memberitahukan keadaan salma ke pada bik inem.  Dok bagaimana keadaan non salma? Apakah penyakitnya sangat serius? Tanya bik inem yang sangat panik, dokter pun hanya tersenyum, lalu berkata “ keadaannya baik-baik saja buk , perutnya cuma mengalami kram ringan akibat salma terlambat


makan. Dan salma sudah boleh pulang saat dia sudah merasa baikkan, ucap dokter dengan ramah.


Bik inem pun mengganguk tanda memahami semua yang disampaikan oleh dokter kepadanya. Lalu dokter berpamitan pergi kepada bik inem. Hanya itu yang pengen saya sampaikan, saya pamit dulu buk, untuk mengecek keadaan pasien lain, ucap dokter tersebut dengan ramah.


Setelah dokter pergi, bik inem pun langsung masuk ke dalam kamar inap salma, untuk memastikan keadaan salma, Non ? sapa bik inem dengan nada prihatin. Iya bik, jawab salma lemas. Non baik-baik saja kan ? tanya bik inem lagi memastikan. Iya bik aku baik-baik aja, jawab salma menenangkan bik inem. Syukurlah ucap bik inem kembali.


Oh iya non, tadi dokter bilang non udah boleh pulang nanti ketika non sudah merasa baikan,ucap bik inem menjelaskan. Salma pun hanya mengangguk mendengar penjelasan bik inem kepadanya.


Di lain sisi, mawar hanya terus bersantai-santai diruang tengah sambil main hp. Di ruah sakit, setelah beberapa menit istirahat , salma minta pulang sama bik inem, karna sudah merasa agak enakan. Bik inem pun segera mengurus prosedur kepulangan untuk salma. Setelah selesai mengurus semuanya, bik inem kembali lagi keruang inap salma untuk memapah salma  menuju mobil yang terletak di parkiran.


Setelah perjalanan 1 jam , mereka akhirnya sampai di rumah, bik inem langsung memapah salma dan mengantarkannya sampai ke dalam kamar. Di tengah perjalanan menuju ke kamar salma, bik inem meminta anaknya yang tengah asik duduk santai  di ruang tengah. Mawar,mawar, cepat bantuin ibuk bawa salma ke dalam kamarnya,pinta bik inem. Mawar yang mendengar ibunya minta tolong pun hanya santai , dengan sedikit menoleh ke arah suara ibunya dan kembali memainkan hp. Bik inem hanya menggeleng


melihat tingkah laku anak semata wayangnya.

__ADS_1


Mawar memang mempunyai sikap yang sangat arogan dan sok kaya dari kenyataannya. Tapi untung saja papa dan mama salma tidak pernah memarahi mawar atas sikapnya, malahan mereka memperlakukan mawar sama seperti putri kandungnya “  salma”. Dan itulah yang tambah membuat mawar besar kepala, dan lupa dengan daratan. Bik inem sudah sering menasehatinya, tapi mawar tetap saja seperti itu ,malahan sikap buruknya tambah menjadi-jadi. Tapi mau dikatakan bagaimana pun sikapnya mawar,mawar tetap darah  daging dari bik inem dan juga anak semata wayangnya. Bik inem pun terpaksa memapah salma sendiri ke kamar. Sesampainya di dalam kamar, salma pun berbaring untuk istirahat.


Di situasi lain, rio yang masih saja menangis dan tak kuasa menahan rasa sedihnya, karna sarah memutuskan hubungan mereka. Rio mama tau betul apa yang sedang kamu rasakan untuk saat ini, tapi saran mama, kamu ngak boleh juga terus menghukum diri kamu atas segala hal yang sudah terjadi, kamu cukup mengambil ini sebagai pelajaran untuk kedepannya, supaya hal seperti ini tidak akan terjadi lagi pada kehidupan dimasa yang akan datang, ucap mama tiri rio menenangkan  sekaligus memberi


nasehat pada rio.


Betul kata mamamu  rio, ucap papa rio. kamu kan laki-laki ngak boleh lemah lah, masa gara-gara satu cewek kamu ngorbanin kehidupan  di masa depan kamu. Dan  sekarang kamu seperti orang bodoh yang tak tahu dengan diri kamu sendiri, semakin kamu berlama-lama kayak gini, semakin banyak juga kamu buang waktu. Dan di hukum oleh rasa penyesalan yang kamu sendiri lakukan, ucap papa rio lagi. Iya rio kamu harus semangat dong, diluar sana masih banyak kok cewek yang gantri buat jadi pacar kamu, ucap


melan menyemangati.


Iya sayang, kalau kamu terus kayak gini, kami juga sedih ngelihat kamu, ucap mama titi rio. Rio pun hanya terdiam dan sejenak berpikir tentang semua yang dikatakan oleh papa,mama tirinya, dan saudara tirinya.


Di asrama, raka berjalan menuju ke kamarnya. Sesampainya di kamar ,raka langsung berbaring dan terus senyum-senyum sendiri sambil memikirkan moment kebersamaan dia dengan sarah tadi. Raka sangat senang melihat sarah malu ketika dia menggoda sarah,dan merasa gemas ketika sarah salah tingkah di depannya. Sarah, lo kok bisa bikin gue penasaran terus sama pribadi lo, dan lo juga sangat menarik untuk dikejar, ucap raka bicara sendiri di dalam kamar.


Sarah di dalam kamarnya, juga terus memandangi dirinya sendiri di depan kaca riasnya. Dan merasa malu ketika mengingat pipinya memerah saat raka menggodanya. Aduh, gue kenapa sih ! kok bisa-bisanya memiliki perasaan kayak gini ke raka dalam situasi gue saat ini, tanya sarah kepada dirinya sendiri. Ini ngak bisa dibiarin, gue ngak boleh egois dan maksain perasaan gue untuk saat sekarang ke raka. Yang jelas, gue bisa ngambil pelajaran dari hubungan gue sama rio kemarin. Dan di dalam hubungan percintaan menurut gue,


kita ngak bisa memulai hubungan hanya dari rasa suka, tapi kita juga harus memastikan apa benar perasaan kita pada orang tersebut beneran nyata, atau kita hanya  mempunyai rasa suka yang terbentuk karena dia selalu memberikan kenyamanan di saat kita butuh, ucapan sarah pada fikirannya

__ADS_1


sendiri.


Disituasi lain, salma yang sangat bosan karna tidur seharian di dalam kamar , berencana untuk pergi keluar sebentar mencari angin segar. Salma pun keluar dari kamarnya, dan berjalan menuju ke taman dekat kolam


renang, lalu duduk dibangku taman.


Sedangkan rio dirumahnya, hanya terus memikirkan tentang keadaan salma sekarang, karna semenjak kejadian yang terjadi antara mereka berdua, salma terus menjauhi rio dan tak mau berhubungan lagi dengan rio.


Rio yang merasa khawatir, berencana untuk berkunjung ke rumah salma. Rio  berusaha keras untuk


mencari tau alamat salma pada teman-teman yang rio kenal di kampus, dan “karna kegigihan tak pernah menghianati hasil”, rio pun akhirnya mendapatkan alamat salma. Rio yang sudah kebelet pengen ketemu sama salma pun langsung malajukan


motornya ke arah rumah salma. Setelah melakukan perjalanan sekitar  ½ jam an, akhirnya rio menemukan rumah salma.


Rio pun bergegas turun dari motornya. Dan memencet bel pagar rumah salma, pak satpam yang mendengar bel pagar berbunyi, langsung bergegas membukakan pintu pagar. Rio pun langsung bertanya kepada pak satpam. Pak permisi, saya rio, temen kuliahnya salma, dan saya kesini mau ketemu sama


salma untuk menanyakan sesuatu tentang masalah kuliah, ucap rio.

__ADS_1


JANGAN LUPA DI LIKE


DAN SEMOGA TERHIBUR..


__ADS_2