Birahi Hati

Birahi Hati
Episode 65


__ADS_3

“ Iya saya Papanya Rio”, jawab Anton to the point. “ Hufffff”. “ Saya Papanya Salma”. “ Dan masalah yang telah terjadi antara anak kita, biar nanti kita bicarakan setelah acara pemakaman selesai”, ucap Dahlan menjelaskan.


“ Tapi kalau boleh tau, hari ini siapa yang meninggal di rumah kamu? “, tanya Anton penasaran. “ calon cucu kita”, jawab Dahlan singkat. Papa Rio pun sangat terkejut mendengar perkataan Dahlan barusan. Begitu juga


dengan Rio dan Mama tirinya. yang juga tak kalah terkejutnya mendengar perkataan Dahlan.


Rio pun saat ini sangat merasa bersalah atas semua yang telah terjadi di kehidupannya Salma. Dan baru menyadari bahwa karena inilah akhir-akhir ini perasaaannya sangat tidak enak ketika mendengar nama Salma.


Setelah cukup lama terdiam. Kini Anton mulai berbicara kembali kepada Dahlan. “ Lan, Salma sekarang dimana? Dan bagaimana kondisinya? “ tanya Anton dengan nada khawatir.


“ Salma saat ini sedang berada di dalam kamar bersama mamanya”. “Dan kondisinya saat ini tidak baik-baik saja, dia saat ini sangat merasa depresi atas kegugurannya kemarin”, ucap penjelasannya Dahlan.


“ Maaf kan anak saya Lan, karena sudah membuat hidup putri kamu menjadi seperti ini”, ucap Anton dengan nada penuh penyesalan. Dahlan hanya membalas dengan senyuman tipis.


Acara pemakaman pun berjalan dengan lancar. Kini Dahlan mempersilahkan Rio sekeluarga untuk duduk di Ruang Tengah. Guna untuk mendiskusikan mengenai hubungan antara kedua belah pihak.


“ Sebelumnya saya sekeluarga meminta maaf atas semua yang terjadi diantara anak kita”. “ Dan saya akan menerima semua keputusan yang kamu”, ucap Anton kepada Dahlan.


“ baiklah, untuk saat ini saya tidak bisa berkata terlalu banyak ”. “ Karena melihat kondisi putri saya yang saat ini belum stabil, akan lebiih baik kita mengambil keputusan di saat semuanya sudah mulai membaik ”,


ucap Dahlan memberikan keputusan.


“ baiklah saya mengerti”, ucap Anton. Sedangkan Rio saat ini pengen meminta izin untuk melihat kondisi Salma. “ Om, apakah saya boleh melihat kondisi Salma? “ tanya Rio hati-hati.

__ADS_1


Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Dahlan pun mengizinkan Rio untuk melihat kondisi Salma saat ini. Rio pun segera bergegas menuju kamarnya Salma. Setibanya di depan kamarnya Salma, Rio langsung mengetuk pintu kamarnya Salma.


Mama Salma yang mendengar ketukan pintu pun langsung  membukakan pintu. “ Eh kamu siapa? “ tanya Mama Salma sedikit heran. “ Halo tante, saya Rio”.  “ Apakah saya boleh masuk untuk melihat kondisi Salma? “ tanya Rio hati-hati. “ Hmmm masuklah”, ucap Mama Salma.


Rio pun masuk ke dalam kamarnya Salma. Sedangkan Mama Salma memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua. Dan menuju ke Ruang Tengah.


“ Sal, apa kabar? “ ucap Rio memulai percakapan. Salma yang mendengar suara Rio langsung sangat terkejut melihat kehadiran Rio yang saat ini sudah berada di dalam kamarnya. “ Rio? “. “ Kamu ngapain kesini, bukannya kamu lagi di AS “ ? tanya Salma.


“ Ngak penting kenapa aku bisa ada disini, saat ini yang paling penting bagaimana kondisi kamu bisa kembali stabil “, ucap Rio dengan nada khawatir. “ Tapi.... Sarah bagaimana ? “ tanya Salma ragu. “ Aku udah


jelasin semuanya sama dia, dan kamu ngak perlu merasa khawatir tentang itu”, jawab Rio menenangkan Salma.


Salma yang mendengarkan ucapan Rio barusan tidak merasa bahagia sedikitpun, melainkan hanya merasa sedih melihat wajah Rio yang saat ini berusaha untuk menutupi semua kesedihannya. Karena memang sejak awal Salma sudah cukup mengetahui bahwa Rio sangat mencintai kekasihnya.


Kesokan harinya, di Amerika Sarah seperti biasa selalu melakukan aktivitas kuliahnya dengan baik. Begitu juga dengan Raka yang juga sama-sama melakukan aktivitas kuliahnya dengan baik.


Sedangkan Rio semenjak kemarin habis melihat kondisinya Salma, hanya sering terdiam di dalam kamarnya dan tidak mau melakukan aktivitas apapun. Di sisi lain, Salma di rumahnya entah karena angin apa! Dia tiba-tiba saja menangis dengan histeris karena teringat kembali mengenai kegugurannya kemarin.


Sampai Papa dan Mamanya pun tak bisa lagi membendung sikap Salma yang sulit untuk di tenangkan. Dan terlintas di benak Anton untuk merehabilitasi putri semata wayangnya itu. “ Ma, bagaimanapun saat ini kondisi Salma semakin memburuk, kita harus membawanya ke rumah sakit jiwa untuk direhabilitasi”, ucap Anton dengan nada yang sedikit berat karena menahan tangis melihat kondisi putrinya saat ini.


“ Apa! Papa mau masukin anak kita ke rumah sakit jiwa? Kenapa Papa tega sekali berbicara seperti itu, Salma ini putri kita Pa, anak semata wayang Mama! “, ucap Mama Salma sambil menangis.


“ Iya Ma, Papa tau, tapi untuk saat ini itulah solusi paling terbaik yang bisa kita ambil ”, ucap Anton meyakinkan istrinya sekaligus mengusap air mata di wajah istri tercintanya itu. Mama Salma hanya bisa terdiam

__ADS_1


dan menangis menerima semua kenyataan ini. Dan mau tidak mau mengiyakan ucapan suaminya.


Satu jam kemudian, petugas rumah sakit jiwa pun telah tiba di kediaman Salma. Dan dengan sigap langsung memberi obat bius terhadap Salma, agar mempermudah proses pemindahan Salma ke rumah sakit jiwa.


Mama Salma yang awalnya berusaha untuk tegar melihat kondisi putrinya, kini sudah tidak dapat lagi bersikap seperti itu. Dan pingsan secara tiba-tiba. Anton pun terkejut melihat istrinya terkulai lemas dan segera membawanya keruang perawatan.


Anton pun berceloteh sendiri di dalam hatinya. “ Cobaan apalagi yang akan datang kepada keluargaku, aku sendiri pun saat ini sudah merasa tidak sanggup memikul beban yang secara bertubi-tubi datang”, ucap Anton


menangis sambil menatap istrinya.


Akan tetapi Anton segera menyeka air matanya, dan memilih untuk tetap kuat demi istri dan anaknya.


Di situasi lain, Raka dan Sarah kini tengah asik menyantap makan malam mereka. Sambil sesekali bergurau. “ Sarah di bibir kamu ada aapaan tuh! “ kata Raka sambil menunjuk ke arah bibirnya Sarah. “ Ah, ada apa emang ? “ tanya Sarah polos. Dan tiba-tiba Sarah baru berfikir bahwa mungkin ada makanan yang menempel di bibirnya. Dengan tergesa-gesa Sarah langsung memegang semua sisi yang ada di mulutnya.


Setelah cukup lama menjamahi semua sisi di bibirnya, Sarah pun tidak merasakan ada sesuatu yang menempel di bibirnya. Dan saat ini melotot ke arah Raka. “ Kamu bohongin aku ya! “, ucap Sarah dengan nada betek. “ Heheheeeh maaaf “, ucap Raka puas. “ Jangan ngambek dong, aku Cuma senang aja lihat kamu lagi ngambek”.


Sedangkan Sarah hanya terus betek dan memiringkan mukanya dari arah Raka. Raka pun memegang pundaknya Sarah dan mendekat ke arah Sarah. “ Eh kamu mau apa! Jangan aneh-aneh deh!” ucap Sarah sedikit gugup. Sarah pun refleks menutup matanya. Sedangkan Raka mulai berbisik di telinganya Sarah.


“ Aku suka kalau lihat kamu ngambek, kamu tambah manis “, ucap Raka dengan lembut di telinganya Sarah.


BERSAMBUNG.....


MAAF UPNYA LAMA ^_^

__ADS_1


DAN SEMOGA SELALU TERHIBUR MEMBACA NOVEL AKU ^_^


__ADS_2