Birahi Hati

Birahi Hati
Episode 58


__ADS_3

“ Oke, untuk saat ini saya akan kasih kamu waktu untuk menyelesaikan semuanya”. “ tetapi yang harus kamu ingat, saya sangat benci dengan seseorang yang tidak menepati janjinya”. “ Dan kalau sampai kamu tidak  memegang ucapan yang kamu sampaikan kepada saya tadi, saya pasti tidak akan tinggal diam, dan akan mengambil tindakan tegas terhadap kamu! “ ucap Papa Salma dengan nada tegas.


 


 


Rio pun menjawab perkataan Papanya Salma. “ Baik Om, saya pasti akan menepati janji saya kepada Om”, ucap Rio meyakinkan Papa Salma lagi. Lalu tanpa basa-basi Papa Salma langsung memutuskan panggilan mereka.


 


 


Di situasi lain, Sarah yang baru tiba di Asrama langsung menuju ke kamarnya dan menaiki tangga. tetapi lagkah Sarah terhenti disaat Raka menghadangnya secara tiba-tiba. Dan Raka langsung bicara kepada Sarah. “ Sarah, maafin aku karena udah bikin mood kamu jadi jelek”. “ tetapi dari awal becandain kamu aku  sama sekali ngak bermaksud buat kamu jadi kayak gini”. “ Dan sebenarnya aku melakukan semua itu hanya untuk menarik perhatian kamu dari Rio”, ucap Raka menjelaskan kepada Sarah.


 


 


Setelah menarik nafasnya, lalu Raka berucap lagi. “ Karena jujur, aku meresa sangat kehilangan kamu disaat Rio telah ada di sini”. “ tetapi apa boleh buat, aku harus merelakan kamu untuk Rio”. Karena aku melihat kamu sangat bahagia ketika bersama dia”. “ Dan yang untuk kamu ingat, aku sangat mencintai kamu, dan akan selalu ada ketika kamu butuh aku”, ucap Raka lagi sambil menatap Sarah dengan dalam.


 


 


Sarah yang mendengar ucapan Raka tadi, menjadi sangat terharu. Dan tanpa sadar meneteskan air matanya. Raka yang melihat Sarah kini tengah menangis, langsung menghapus air mata Sarah dengan tangannya. “Kamu jangan nangis dong”. “Aku baik-baik aja kok”, ucap Raka menenangkan Sarah. Sarah pun menjawab perkataan Raka. “ Gimana aku ngak nangis, ucapan kamu barusan secara tidak langsung bikin aku jadi merasa bersalah sama kamu”, ucap Sarah menjelaskan alasan mengapa dia menangis.


 


 


“ Kamu ngak perlu merasa bersalah sama aku Sarah, aku udah senang kok bisa ngelihat kamu sekarang tengah berbahagia dengan Rio”, ucap Raka lagi.


 


 


“ Kalau gitu sekarang kamu udah boleh lewat”, ucap Raka sambil menepikan tubuhnya supaya tidak menghalangi tubuh Sarah untuk berjalan. Sarah pun tersenyum kearah Raka dan langsung melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya.


 


 


Sedangkan Rio yang masih berada di dalam kelas menghembuskan napas panjangnya” hufffffff”, suara hembusan napas Rio. Lalu berkata di dalam hatinya, “ ya ampun masalah apalagi yang akan muncul di dalam hubungan gue dengan Sarah”, ucap bathin Rio. “ Baru kemarin hubungan gue sama Sarah mulai membaik, dan sekarang timbul lagi masalah tentang kehamilannya Salma”. “ Gue harus bertanggung jawab atas semua yang udah gue perbuat bersama Salma”. “ tetapi di sisi lain gue juga binggung gimana cara memberitahukan semuanya sama Sarah”, ucap bathin Rio lagi.


 


 


Rio pun termenung untuk beberapa saat, dan akhirnya memutuskan untuk pulang ke Asrama terlebih dahulu. Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama,akhirnya sekarang Rio telah sampai di Asrama. Dia pun langsung menuju ke kamarnya dan menaiki tangga. Sesampainya Rio di dalam kamar, Rio terlebih dahulu menghubingi Papanya untuk memberitahukan semuanya.

__ADS_1


 


 


Rio kini mencoba untuk menghubungi Papanya dengan perasaan yang khawatir dan takut dimarahi oleh Papanya. Sedangkan Papa Rio di Indonesia saat ini mau bersiap-siap untuk tidur, karena memang di Indonesia sudah menujukkan pukul 00.00 Pm. Dan tiba-tiba mendengar deringan Hpnya, lalu dengan cepat mengambil Hpnya yang baru saja dia letakkan di samping bantal.


 


 


Lalu Papa Rio melihat nama penelfon di layar Hpnya, dan ternyata itu adalah panggilan dari anaknya. Dan spontan berkata di dalam hati. “ Mengapa Rio menelfon saya malam-malam begini”. “ Biasanya dia paling anti buat telfon saya duluan”, ucap Papa Rio sambil mengangkat telfon dari Rio. “Halo Pa? “ sapa Rio kepada Papanya. Papa Rio pun menjawab sapaan Rio, “ iya nak, ada apa kamu telfon Papa tengah malam begini? “ tanya Papa Rio. ”Pa, sebenarnya ada yang mau Rio sampaikan sama Papa”, ucap Rio memulai percakapan.


 


 


“ Emang kamu mau menyampaikan apa sama Papa? Sampai-sampai kamu belain buat telfon Papa tengah malam begini”, Tanya Papa Rio. “ Pa, aku terlebih dahulu mau minta maaf sama Papa”. “ Sebanarnya hubungan aku berakhir kemarin sama Sarah itu ada penyebabnya Pa”, ucap Rio.


 


 


“ Iya Papa juga udah tau tentang masalah kamu putus sama Sarah, jadi apa yang perlu kamu permasalahin? ” tanya Papa Rio agak binggung dengan tingkah anaknya. “ Sebenarnya masalah aku sama Sarah ngak semulus itu aja Pa”. “Ada satu permasalah besar yang membuat Sarah jadi marah sama aku, dan setelah hubungan aku baru mulai membaik, sekarang masalah kemarin tambah menjadi besar Pa”, ucap Rio menjelaskan.


 


 


 


 


“ Apa? Kamu bilang apa barusan? Kamu menghamili anak orang!, ucap Papa Rio dengan nada yang mulai marah. “ Iya Pa, aku ngehamili teman aku”, jawab Rio geeteran. Papa Rio yang mendengarkan ucapan Rio tadi merasa sangat marah dan sangat kecewa terhadap Rio.


 


 


Lalu berkata lagi, “siapa yang mengajarkan kamu menjadi lelaki berengsek seperti ini! “. “Bisa-bisanya kamu berbuat hal yang di luar batas kewajaran dengan anak orang! ”. “Papa tidak pernah mengajarkan kamu berbuat hal yang menyimpang seperti itu! ”. “Dan wajar saja Sarah kemarin sangat marah terhadap kamu dan memutuskan hubungan kalian, itu memang pantas kamu dapatkan!”. “ Dan siapa wanita yang telah kamu hamili itu! katakan sama Papa! “ , tanya Papa Rio dengan nada yang kini terdengar sangat marah.


 


 


Rio hanya bisa diam mendengar semua ocehan Papanya. Lalu dengan cepat menjawab ucapan Papanya itu. “ Namanya Salma Pa”, jawab Rio singkat. Papa Rio langsung berbicara lagi dengan marah yang makin menggeb- gebu. “ Dan sekarang kamu mau berbuat apa setelah menghamili anak gadis orang! ”, ucap Papa Rio dengan nada yang sudah tinggi.


 


 

__ADS_1


“Aku mau bertanggung jawab Pa, atas semua yang telah aku lakukan kepada dia kemarin,” ucap Rio menyampaikan niatnya. “ Terus Sarah mau kamu kemanakan HA! dia jelas-jelas sangat tulus mencintai kamu! Apakah masih kurang semua yang telah dia korbankan buat kamu! Dan bisa-bisanya kamu membalas dia dengan perbuatan bejat kamu bersama wanita lain!” , ucap Papa Rio semakin marah.


 


 


Rio pun menjawab perkataan Papanya. “ Aku mau jujur sama Sarah Pa, dan aku akan menyampaikan semua kebenaran tentang kehamilannya Salma”. “Karena aku udah janji pada diri aku sendiri bahwa ini yang terakhir kalinya aku menyakiti hatinya Sarah”, ucap Rio menjelaskan lagi kepada Papanya.


 


 


Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Papa Rio sebenarnya sangat merasa kasian terhadap Sarah. Akan tetapi semua keputusan yang diambil Rio saat ini juga merupakan keputusan yang paling terbaik untuk semua keadaan yang sedang terjadi pada saat ini.


 


 


“ Baiklah kalau memang itu sudah keputusan akhir kamu, besok Papa akan mengurus semua surah-menyurat kepindahan kamu lagi ke Indonesia dan juga tiket kepulangan kamu”. “ tetapi yang perlu untuk kamu ingat, Papa mau kamu meminta maaf secara langsung kepada keluarga besarnya Salma, setelah kepulangan kamu nanti”, ucap Papa Rio penuh penekanan.


 


 


Papa Rio langsung mematikan telfonnya karena merasa kecewa atas perbuatan anak laki-lakinya. Sedangkan Mama Tiri Rio terbangun  karena mendengar suara Papa Rio yang sangat keras. Lalu memberanikan diri untuk bertanya. “ Pa, ada apa sama Rio? “. “mengapa Papa sampai keras gitu bicaranya”, tanya Mama Tiri Rio merasa khawatir.


 


 


“Dia telah mempermalukan harga diri kita Ma! ”. Dia mengahamili anak orang! ”, ucap Papa Rio dengan nada marah. Mama Tiri Rio pun terkejut mendengar semua yang diucapkan oleh Papa Rio baruan. Lalu berkata, “ apa Pa, Rio menghamili anak orang”, ucap Mama Tiri Rio.


 


 


“Iya Ma, dia sudah banyak menyakiti perasaannya Sarah”. “Dan karena itu jugalah Sarah kemarin memutuskan hubungannya dengan Rio”, ucap Papa Rio lagi. “ Terus  bagaimana dengan Sarah Pa? “ tanya Mamanya Rio dengan nada khawatir. “ Papa juga ngak tau ma, bagaiman dengan keadaan Sarah setelah mengetahui semuanya”, ucap Papa Rio dengan ekspresi yang juga tidak kalah khawatir.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE YA..,


DAN SEMOGA TERHIBUR^^,


DAN JANGAN LUPA UNTUK VOTE NOVEL birahi HATI ^^


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2