
Dokter pun menelfon kedua orang tua Rio. Orang tua Rio pun langsung bergegas menuju rumah sakit tempat Rio dirawat.
"Ayok cepat pa bawa mobilnya", ucap mama tiri Rio. "Iya ma ini papa udah mencoba membawa mobil ini sebaik mungkin".
Tak selang beberapa lama orang tua Rio pun kini telah sampai di rumah sakit dan bergegas menuju ruang rawat Rio.
"Nak bagaimana kondisi kamu saat ini? apakah kamu menahan sakit yang sangat menyakitkan?" tanya mama tiri Rio yang merasa sangat khawatir.
Rio pun mencoba untuk tersenyum di depan ibu tirinya itu. Karena dia tidak mau membuat ibu tirinya sedih dan khawatir terhadap kondisinya saat ini.
Sedangkan papa Rio kini tengah menuggu istrinya keluar dari ruang rawat Rio, agar nanti setelah istrinya keluar dia bisa melihat kondisi putranya.
"Kalau begitu mama keluar dulu ya sayang agar papa kamu bisa melihat kondisi kamu", ucap mama tiri Rio.
Rio pun hanya membalas ucapan ibu tirinya itu dengan senyuman yang dia paksakan. Karena saat ini Rio mencoba untuk menahan rasa sakit di area kepalanya.
Belum sempat mama tiri Rio keluar, Rio tiba- tiba berteriak histeris dan menangis sangat kencang.
Mama tiri Rio yang terkejut pun langsung berlari lagi kearah Rio dan berteriak memanggil Dokter." Dokter..., dok tolong periksa anak saya dok", ucap mama tiri Rio sambil menangis.
__ADS_1
begitu juga dengan papa Rio yang juga tak kalah terkejutnya mendengar teriakan putranya yang amat kencang. Dia pun langsung bergegas masuk kedalam ruangan rawat Rio.
Dokter pun bergegas memeriksa keadaan Rio. sedangkan mama dan papa Rio disuruh untuk menunggu di luar ruang rawat. Papa Rio pun mencoba untuk menenangkan istrinya, yang padahal perasaan dia sendiri pun tak kalah risau dan kacau balau juga saat ini.
Setelah beberapa menit dokter pun keluar dari ruang rawat Rio dan langsung mengajak kedua orang tua Rio berbicara. " Tadi saya sudah memeriksa keadaan putra bapak dan ibu, dan dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar ini". " Rio sudah tidak dapat di tolong lagi, karena memang penyakit yang dia derita sudah sangat parah dan memang Sulit untuk disembuhkan" ,ucap penjelasan dokter kepada orang tua Rio.
Mama Rio yang mendengar penjelasan dokter pun langsung pingsan dan terjatuh lemah ke lantai. Papa Rio pun tak kalah sedih mendengar kabar bahwa putranya telah tiada. Akan tetapi dia harus kuat karena semua ini sudah ditakdirkan terjadi.
Papa Rio langsung mengendong istrinya keruang rawat dan merebahkan istrinya di atas kasur. Setelah melihat mengurus istrinya yang pingsan kini papa Rio bergegas mengurus pemakaman putranya.
" Al- Fatihah", Ucap ustad berdo'a mengakhiri acara pemakaman Rio. Papa Rio pun masih tidak percaya akan kepergian putranya. Dia terus memandangi batu nisan putranya tersebut. Ustad yang melihat kejadian tersebut pun langsung memberi masukan terhadap papanya Rio. " Mohon maaf sebelumnya pak, saya hanya menyarankan agar bapak tidak larut dalam kesedihan atas meninggalnya putra bapak, lebih baik bapak menggiklaskan kepergiaannya dan itu akan berdampak baik bagi putra bapak di akhirat nanti".
...
setibanya papa Rio di rumah sakit, istrinya pun telah sadarkan diri dan terlihat sedikit tenang. "mama udah bangun?" tanya papa Rio. " Udah pa bagaimana dengan pemakaman Rio pa? apakah semuanya berjalan lancar? " tanya mama tiri Rio. "Alhamdulillah semuanya lancar ma", jawab papa Rio.
"Papa udah memberikan kabar kepada Sarah? " tanya mama Rio. " Belum ma, apa lebih baik kita kasih tau sekarang? " tanya papa Rio. "Menurut mama Sarah harus tau kabar ini pa, karena dia juga termasuk orang yang sangat penting di kehidupan Rio".
papa Rio pun kini mencoba untuk menghubungi Sarah.
__ADS_1
sedangkan di situasi lain Sarah saat ini tengah menikmati makan malam bersama Raka. Dan secara tiba- tiba Raka memegang tangannya Sarah. Yang spontan membuat Sarah terkejut dan juga merasa senang.
Raka pun larut dalam suasana dan saat ini mencoba mendekatkan wajahnya ke arah Sarah. Sarah pun merasakan perasaan yang tak karuan yang tidak bisa dia jelaskan.
Wajah Raka pun semakin dekat dengan wajahnya Sarah dan kini bibir mereka pun sudah sangat dekat dan(.....)tiba- tiba hp Sarah pun berbunyi.
Raka pun langsung menjauhkan wajahnya dari Sarah, walaupun merasa kesal bercampur sedih karena hp Sarah berbunyi merusak moments mereka.
sedangkan Sarah langsung berdiri dan permisi kepada Raka untuk mengangkat telpon yang masuk. " Halo ini siapa ya?" tanya Sarah sopan. " Halo Sarah ini om papanya Rio",jawab papa Rio. " Oh iya om, ada apa ya om? " tanya Sarah sedikit ragu. " Jadi begini Sarah om hanya mau memberitahu kamu tentang Rio", ucap papanya Rio." Tentang apa om?" tanya Sarah lagi. " Rio terkena kanker otak Sarah dan penyakitnya sudah tidak dapat ditolong lagi, dan hari ini om baru saja memakamkan jenazah Rio", ucap penjelasan papanya Rio.
Sarah yang mendengar kabar meninggalnya Rio pun sangat terkejut juga merasa sedih." Sarah turut berduka om atas meninggalnya Rio dan Sarah juga berdo'a agar Rio mendapatkan tempat yang layak di atas sana", ucapan bela sungkawa Sarah.
"Iya Sarah, makasih atas do' a kamu terhadap putra om". "Yasudah Sarah om hanya mau mengabarkan itu". "Iya om", jawab Sarah singkat.
BERSAMBUNG...π€π€
MOHON MAAF YAππ, KARENA UPDATE NYA NGGAK MENENTU, KARENA AUTHOR AKHIR- AKHIR INI MEMPUNYAI AKTIFITAS YANG CUKUP PADATππ, AUTHOR HARAP KALIAN BERSABAR MENUNGGU KELANJUTAN CERITA YANG AUTHOR BUAT YAπππ
DAN JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA VOTE YANG BANYAK DAN JUGA LIKE NYA DITUNGGUπ€π€
__ADS_1