Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
--Bitter Sweet Symphony-- First Chapter (Andari)


__ADS_3

(Andari appearance)



Hari ini Andari merasa sangat senang dan berbunga-bunga, dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Michael kekasihnya. Sudah hampir empat tahun mereka menjalin hubungan, dan dalam waktu dekat mereka akan bertunangan dan segera menikah.


Apartemen pagi ini masih terlihat sepi. Hanya ada seorang pegawai laki-laki yang tampak habis selesai membersihkan salah satu kamar. Laki-laki itu mengangguk dan tersenyum melihat Andari. "Selamat pagi mbak" , ujarnya dengan ramah. Tidak ada yang salah dengan keramahan pegawai kebersihan itu. Cuma Andari merasa dia tidak begitu penting dan tidak selevel dengannya membuatnya menjadi risih. Jadi dia hanya melirik tanpa membalas sapaan pegawai tersebut. Pegawai itu tetap merasa biasa saja dengan keangkuhan Andari, dia tetap tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya.Merapikan alat-alat yang dibawanya.


Andari menempelkan kartu untuk membuka kunci pintu apartemen Michael. Wajahnya sangat ceria, dibenaknya Michael akan terkejut dan senang dengan kehadirannya yang kali ini datang tanpa memberitau terlebih dahulu, dia ingin memberikan kejutan.


Semua keceriaan dan senyumannya menjadi buyar seketika ketika dia membuka pintu kamar Michael, kekasihnya itu terlihat sedang bergumul dengan seorang wanita.

__ADS_1


"Michael??, Kamu apa-apaan??!!". Andari berteriak histeris dan emosi.


Melihat Andari yang terlihat marah, bukan membuat Michael merasa bersalah. Bahkan dengan kasar. Michael menarik tangan Andari dan mengusirnya keluar. "Kamu ngapain kesini Hahhh??!!".


"Maksud kamu??!!".


"Aku nggak mau ada hubungan apapun lagi denganmu!!!". Kemarahan Michael semakin menjadi dan memaksa Andari untuk keluar dan tidak mau memberikan kesempatan Andari untuk bertanya ataupun berbicara.


Andari berusaha berdiri dengan susah payah.


Seseorang berusaha untuk menolongnya berdiri, dia melihat kearah orang tersebut dan menolak bantuannya dengan kasar. Orang itu adalah pegawai kebersihan yang tadi menyapanya. "Mbak nggak apa-apa?" Pegawai itu masih menanggapi dengan ramah. Walaupun Andari selalu bersikap sebaliknya.

__ADS_1


"Kamu jangan berani sentuh saya!!".


Pegawai itupun melepaskan tangannya dan agak menjauh dari Andari.


Setelah bisa berdiri Andari lalu berlari dengan cepat menuju lantai paling atas di apartemen tersebut. Fikirannya sangat kalut dan dibenaknya dia hanya ingin segera mengakhiri penderitaan dan kesedihannya dengan menjatuhkan dirinya dari atas gedung apartemen. Pegawai itu merasa ada yang aneh dengan sikap Andari, dia seperti khawatir Andari akan berbuat nekat, dia lalu memutuskan untuk tetap mengikuti Andari kelantai atas, walaupun konsekuensinya Dia akan mendapat perlakuan yang kasar lagi.


Apa yang dikhawatirkan pegawai itu, benar-benar terjadi. Andari sudah berdiri pinggir untuk segera menjatuhkan dirinya kebawah.


"Mbak..., jangan nekat begitu. Bunuh diri itu nggak baik mbak". Pegawai itu berusaha mencegah sambil berjalan pelan mendekati Andari. Tidak ada Respon dari Andari, dia hanya menatap kebawah gedung. Belum sempat dia melompat, dia tiba-tiba hilang kesadaran dengan Darah yang mengalir dari hidungnya. Pegawai kebersihan yang sudah sangat dekat jaraknya, dengan cepat dan reflek menahan tubuh Andari dari belakang agar tidak terjatuh.


Segera dia membawa Andari dengan menggendongnya kerumah sakit yang kebetulan berada disamping apartemen.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2