Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
--Bitter Sweet Symphony-- Third Chapter ("Teman (Cinta) masa kecilku")


__ADS_3


(Praya/Aya Arka first Love)


***(Betapa ingin kukatakan engkaulah Cinta pertamaku)***.


"### Arka" baru saja mau membuka pintu pagar rumahnya, namun tidak dilanjutkannya. Karena dia melihat "Praya" yang baru saja keluar dan melewati rumah Arka. Dia sejenak menghentikan langkahnya karena melihat Arka yang hanya diam didalam pekarangannya rumahnya tidak jadi keluar. Penampilan Praya yang biasa menguncir rambutnya kini berubah dengan memotong rambutnya menjadi sebahu.


Arka sebenarnya sangat ingin menegur Praya, namun rasa malu membuatnya mengurungkan niatnya Dia teringat perlakuannya yang sangat tidak pantas terhadap Praya Dua hari yang lalu. entah emosi apa yang ada padanya sehingga mendorong Praya hingga terjatuh dan membuatnya menangis serta jam tangan kesayangannya menjadi pecah dan rusak. Padahal Arka duluan yang membuat Praya kesal padanya karena membaca buku hariannya.Rasa penasaran Arka dengan isi buku harian Praya membuat pertemanan baiknya dengan Praya menjadi dingin.


Praya kembali berjalan tanpa menegur Arka, walaupun dia tau Arka memperhatikannya.


Setelah Praya berjalan agak jauh. Arka berusaha menyusulnya, niatnya untuk bermain sepeda dengan teman-temannya di urungkannya. Dia bisa saja menyusul Praya yang berjalan tidak terlalu cepat. Namun dia kembali mengurungkan niatnya. Dia takut bila kata-kata darinya malah akan membuat Praya lebih marah lagi kepadanya. Buktinya tadi saja Praya mendiamkannya tanpa menyapa seperti biasanya. Dia lalu memutuskan untuk melanjutkan niatnya bermain sepeda dengan teman-temannya.


Dia menjadi terkejut melihat Ibu Praya yang sudah berdiri dihadapannya dengan senyumannya yang ramah. "Bunda Arka ada dirumah?".tanya Ibu Praya.


"Bunda ada kok Tan". Jawab Arka.

__ADS_1


"Arka mau kemana?"


"Mau main sepeda dengan teman-teman, Tan".


"Ooh..ya udah hati-hati". Ujar Ibu praya yang berjalan masuk kedalam pekarangan rumah Arka.


"Iya tante" ujar Arka mengangguk dan mengambil sepedanya.


Sudah satu minggu Arka tidak membelanjakan uang saku hariannya. Dia sengaja meminta dibuatkan minuman teh manis saja untuk bekalnya disekolah. Ada niat darinya yang sangat kuat sehingga membuatnya bisa menahan rasa lapar disaat jam istirahat.


Disekolah Dia dan Praya juga masih saling bersikap dingin. Tidak saling bertegur sapa satu sama lain walaupun mereka berpapasan. Walaupun begitu Arka tetap memperhatikan Praya dari kejauhan.


"### Arka sudah tau berita belum?", Tanya Xiao Yu


"Berita apa Bun?".


"Aya dan keluarganya mau pindah keluar kota, Aya nggak ngasih tau Arka?".

__ADS_1


"Pindah??, nggak Bun..Aya nggak ada kasih tau". Arka menjadi kaget dengan berita yang didengar dari Bundanya.


"Lusa mereka baru pergi dan pamitan, Arka jangan bangun siang. Nanti nggak ketemu sama Aya". Xiao Yu mengingatkan karena tau kebiasaan Putranya yang selalu bangun siang di hari Minggu.


Arka hanya diam tanpa menjawab dia berusaha untuk biasa saja. Walaupun ada perasaan tidak nyaman yang menghinggapinya.


Hari minggu Pagi


07.03


Alarm dari jam digital Arka sudah berbunyi namun Arka masih berat untuk membuka matanya dan bangun. Padahal semalam dia sudah dengan semangat untuk bangun pagi sampai-sampai mempersiapkan alarm di jam digitalnya. Hal yang tidak pernah dilakukannya di hari Minggu ataupun hari libur. Dia sangat ingin bertemu Praya pada saat pamitan dengan keluarganya dan meminta maaf atas kelakuannya. Pada saat Praya beserta orang tuanya berkunjung kerumahnya semalam, dia tidak sempat bertemu karena sedang keluar bersama Violette ke sebuah Mall untuk membeli sesuatu.Arka hanya mematikan alarm di jamnya tersebutl lalu kembali tidur.


"Selamat jalan"


"Aya ayo pamitan dengan Om dan tante serta Kak Vio".


Arka sekilas mendengar percakapan dari orang yang berpamitan diluar, namun dirinya masih tetap belum bangun juga dari tempat tidurnya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2