
"Pantai Anyer Jakarta"
Pramudya dan Andari berjalan beriringan menikmati semilir angin dengan suara deburan ombak yang menenangkan hati.
kali ini Pramudya memantapkan hatinya untuk mengutarakan keputusan yang telah diambilnya demi kebahagiaan Andari. Pramudya menghentikan langkahnya dan berdiri dihadapan Andari.
Dia meraih tangan kiri andari dengan lembut dan menggenggamnya.
"Jika kamu mau meramal masa depanku, kamu mengambil sisi yang salah" Canda Andari. Pramudya diam sesaat dan mengecup tangan Andari dan meletakkannya dipipinya yang hangat.
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu". Ujar Pramudya. Dia lalu meletakkan tangan kiri Andari didadanya.
Degup jantungnya berdetak pelan.
"Ketika kamu menjadi ragu-ragu untuk mengatakannya, Aku menjadi sedikit takut" Jawab Andari yang mulai merasa apa yang akan dikatakan Pramudya akan membuatnya menjadi sedih.
Pramudya belum juga mengeluarkan satu katapun, namun raut wajahnya yang tegang dan resah terpancar sangat jelas.
"Apa kamu ingin aku menunggu?, kamu pasti kembali kan?". Andari yang dilanda rasa yang tidak nyaman mulai mencoba untuk menebak kata-kata yang akan diucapkan Pramudya.
Pramudya menarik nafas panjang dan mencoba menormalkan perasaannya.
"Boleh aku mencium mu?" ujarnya.
Andari mencoba untuk tetap tersenyum diekspresi wajahnya yang sedih.
Dia hanya mengangguk dengan permintaan Pramudya. Ketika Pramudya mencium bibirnya, dia merasakan perasaan yang sedih dan bukan kebahagiaan. "Aku merasa kamu ingin meninggalkan ku" Ujar Andari jujur setelah Pramudya selesai menciumnya.
"Tapi aku masih disini And"
"Tidak...aku merasa hatimu sudah mulai menjauh".
"Maafkan aku..."
"Maafkan apa Pramudya???"
"Aku pernah memiliki waktu yang hebat bersamamu"
"Aku semakin tidak mengerti arah pembicaraan mu??"
"Andari...,Aku ingin kamu tau betapa aku sangat mencintaimu.Bahwa kamu memberikan ku banyak hal yang tak sanggup aku terima dan tak seorangpun bisa mengambilnya dariku"
__ADS_1
"Pramudya...aku"
"Aku sangat mencintaimu And...dan aku ingin kamu berjanji satu hal untukku, Aku ingin kamu jangan mengkhawatirkan aku. Karena apapun yang terjadi aku akan baik-baik saja dan berbahagia untukmu, Tidak ada penyesalan, Begitu juga denganmu aku ingin kamu seperti itu tanpa penyesalan, Semuanya akan baik-baik saja".
Andari menatap Pramudya dengan dalam sambil berusaha memahami maksud dari kata-kata Pramudya.
"Semua orang pada akhirnya akan mengucapkan selamat tinggal" Ujar Andari.
Pramudya tersenyum dan memeluk Andari dengan erat. "Andari?"...ujar Pramudya. "Ya?"...jawab Andari
"Terimakasih karena sudah mencintaiku".
Andari menjawab dengan terisak dipundak Pramudya. Setelah sekian lama dengan tulus dia melepaskan Andari dari perasaan cintanya. Untuk kebahagiaan Andari yang telah menemukan seseorang dikala dia lupa akan kisah mereka. Yang sangat baik dan sangat mencintai Andari dan Pramudya tidak ingin merusak semua itu dengan kehadirannya.
"Berkorban demi orang yang dicintai merupakan bentuk Cinta terbesar"
--Terminal kedatangan Bandar Udara Soekarno Hatta--
Satu bulan kemudian
Pramudya membuka pintu belakang taxi dan tidak jadi langsung masuk kedalam taxi itu ketika dia melihat Andari yang anggun dengan pakaian seragam Pramugarinya yang berwarna Biru tua terlihat didepannya,yang berjalan hendak masuk ke terminal keberangkatan.
"Emerald Tower"
Seorang wanita cantik berlari dengan tergesa-gesa supaya tidak tertinggal lift yang pintunya segera menutup.
"Mohon tunggu...saya" ujar wanita itu,
Pramudya yang sendiri berada didalam lift menahan tombol pintu agar tetap terbuka. "Terimakasih mas" Ujar Wanita itu. setelah berada didalam lift
"Iya mbak.., mbaknya mau ke lantai berapa?"
"Lantai 9"
"Kebetulan saya juga berkantor dilantai itu"
"Beneran?"
__ADS_1
"Mbak ada keperluan apa, kalau saya boleh tau?"
"Saya ada wawancara jam sepuluh nanti"
"Oohh...,semoga ketrima mbak ya" ujar Pramudya menyemangati.
Wanita itu tersenyum dan mengangguk.
Pintu lift terbuka, karena telah sampai dilantai 9. Wanita itu kembali mengucapkan terimakasih kepada Pramudya sebelum keluar dari lift.
Pramudya sedang mengetik sebuah pesan ketika secara tidak sengaja dirinya menabrak seseorang didepannya, sehingga berkas-berkas yang dibawa wanita itu menjadi berhamburan.
"Maaf..maaf..." Ujar Pramudya yang merasa bersalah dan ikut mengumpulkan berkas-berkas yang berhamburan tersebut.
" Nggak apa-apa..nggak apa-apa" ujar wanita itu yang terlihat tidak marah karena keteledoran pramudya.
"Lho..?"
"Eeh..Mas yang dilift tadi kan ya?"
"Iya mbak..., maaf mbak..saya yang salah buat berkas-berkas mbaknya jadi berantakan".
"Nggak apa-apa mas, saya juga nggak lihat kedepan tadi..pas lagi nunduk juga" ujar wanita itu.
"Baru mau pulang? bagaimana wawancaranya tadi?" Tanya Pramudya
"Iya...mas, hasilnya tiga hari baru diberi tau mas".
"Oohh..."
"Saya permisi...mas" ujar wanita itu yang lalu berjalan meninggalkan Pramudya.
Sebuah dompet kecil kepunyaan wanita tersebut terlihat tertinggal dilantai. Dengan segera Pramudya mengambil dompet itu dan berusaha menyusul wanita itu. Namun dia tidak bisa menemukannya diluar gedung dan kehilangan jejaknya. Ketika dia hendak kembali kedalam gedung, dia akhirnya menemukan wanita itu yang terlihat panik berbicara dengan security. Pramudya lalu menghampiri mereka dan menyerahkan dompet itu. "Tadi terjatuh didekat tangga, mbak" ujar Pramudya. Wanita itu terlihat senang dan tidak panik lagi. Dia mengucapkan terimakasih dan mengulurkan tangannya ke Pramudya sembari tersenyum "Nama saya Andhara" ujarnya.
-------------- The End ----------------
(Andari)
__ADS_1
(Andhara Appearance)